
"Saatnya bereaksi," guman Athena yang langsung melepaskan pelan-pelan tangan Xavier yang sedang memeluk pinggangnya.
Sejak masalah yang disebabkan Cleo tadi siang Xavier tidak pernah mau ditinggalkan oleh Athena. Kemanapun Athena pergi maka Xavier akan mengikutinya seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Jika biasanya Xavier akan menolak satu ranjang dengan Athena maka berbeda dengan sekarang yang justru Xavier tidur satu ranjang dengan Athena. Tak hanya itu bahkan Xavier juga memeluk Athena sampai ketiduran.
"Akhirnya aku lepas juga dari pelukannya," ta Athena yang menarik nafas lega saat pelukan tangan Xavier terlepas padanya.
"Aku harus bergegas,"
Athena langsung berbalik lalu menuju walk in close. Beberapa menit kemudian Athena keluar dengan menggunakan pakaian serba hitam. Penampilannya sudah sangat seperti mau pergi berperang saja.
"Honey, aku keluar sebentar ya. Kamu tidur dengan nyenyak oke," bisik Athena yang mengecup mesra kening Xavier.
Ceklek
Apa di luar kamar sudah ada Rania yang menunggu Athena sedari tadi.
"Bagaimana keadaan di luar?" Tanya Athena kepada Rania.
"Lumayan ketat nona, mungkin karena Tuan Xavier yang takut sehingga membuat penjaga menjadi kertas seperti ini, " terang Rania yang menjelaskan keadaan di luar.
Athena yang mendengar akan hal itu hanya bisa menghela nafas dan mendengar kesal.
"Kita bisa Lewat Pintu Belakang nona, saya lihat penjagaan di sana tidak terlalu ketat," ucap Rania yang memberitahu akan Athena.
Ketik Baiklah kita ke sana sekarang…!"
Athena langsung turun dari tangga dengan sedikit terburu-buru namun anehnya tidak menimbulkan suara apapun titik sampai di gerbang belakang Mereka melihat dua penjaga yang sedang berjaga di depan gerbang. Langsung memberi kode kepada Rania yang langsung dibalas angkutan kepala oleh sang pengawal.
__ADS_1
Rania langsung berjalan sedikit menjauh dari Athena mendekati salah satu penjaga itu. Dengan gerakan cepat Rania langsung mengambil pistolnya dan menembaknya pada kedua penjaga itu. Bersyukur karena mereka mengenakan pistol perekam suara membuat suara tembakan tidak terdengar. Jika sampai ketahuan mereka akan langsung saja ribet.
"Kau membunuh mereka?" Tanya Athena dengan bingung.
"Tidam Nona, saya hanya menembakan peluru yang memiliki obat biasanya jadi mereka akan tertidur," terang Rania.
"Baguslah, ayo keluar sebelum bayi singa itu bangun. Jika itu terjadi aku tidak akan jadi bermain," kata Athena yang langsung berlalu pergi.
Rania hanya bisa mengikuti kemanapun sang Nona pergi. Tak hanya itu Rania bahkan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sang nona yang memanjat gerbang padahal ada pintu yang bisa dibuka.
"Eh ada pintu?" Kaget Athena yang menatap Rania dengan tatapan kaget pasalnya Rania Lewat Pintu sedangkan dia memanjat dinding gerbang.
"Kenapa kau tidak bilang jika ada pintu?" Kesal Athena jang melototi Rania.
"Nona tidak bertanya," balas Rania dengan santai.
"Cih sudah mulai berani rupanya. Tapi sudahlah," Athena langsung melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Rania.
Ingatan Rania kembali pada masa dimana Athen adanya dirinya beserta Kaisar masuk di sekolah yang sama. Jika Kaisar di kenal dengan sifatnya yang dingin dan tak tersentuh maka berbeda dengan Athena sang adik. Athena di kenal memiliki sikap dingin akan tetapi dia lebih di kenal dengan biang masalah. Athna selalu membuat masalah tak itu tawaran, mengerjakan guru, atau bisa juga sering bolos dan terlambat lalu lompat pagar. Lalu Kaisar sebagai kakak hanya bisa menyelesaikan masalah yang di lakukan oleh sang adik.
"Rania cepat…! Mau aku tinggal disini?" Teriak Athena kesal.
Rania yang sedang mengingat masa-masa itu langsung tersadar saat mendengar suara teriakan Athena yang sepertinya sedang kesal.
"Maaf nona…!"
Rania langsung naik di boncengan motor Athena hingga motor sopir hitam dengan sentuhan warna merah itu langsung meleset membela jalanan yang mulai sepi karena sudah larut malam.
__ADS_1
"Kau sudah memberinya makan bukan? Aku tidak ingin sampai disana dia sudah mati," kata Athena yang fokus berkendara.
"Sudah Nona, tapi aku tidak yakin jika dia masih baik-baik saja saat ini," kata Rania dengan ragu.
"Ada apa Lagi?" Tanya Athena dengan bingung.
"Itu Nona, mutan buatan Nona ada disana. Jika sampai Cleo melihat mereka aku rasa wanita itu akan terguncang," terang Rania.
Bagaimana tidak mutan buatan Athena ada 4 dan mereka semua memiliki wajah yang sama persis dengan Athena. Bisa mati berdiri Cleo jika melihat mereka semua.
"Aku rasa mereka tidak akan membunuhnya," kata Athena yang langsung menarik pegal gas dengan kencang.
Setelah berkendara dengan ugal-ugalan akhirnya Athena sampai di sebuah rumah kosong yang terlihat sudah tidak terawat. Athena dan Rania langsung berjalan masuk ke dalam rumah kosong itu.
Saat mereka masuk Athena dan Rania langsung di sambut salah satu mutan buatan Athena.
"A01 bagaimana keadaan mainan?" Tanya Athena dengan dingin.
"Aman Nona, saya sudah melihatnya tadi," jawab sang mutan.
"Bagus, bawakan kesayanganku…!Aku akan bermain," ucap Athena hang langsung masuk ke dalam.
Masih jauh sudah terdengar teriakan dari Cleo yang terikat di kursi.
"Athena sialan…! Berani sekali kamu melakukan ini ha…? Kamu tidak tahu sedang berurusan sama siapa. Aku akan membalasmu nanti, akan aku baut kematianmu begitu tragis," teriak Cleo yang meronta-rontah dari ikatan tangan dan badannya.
Prok prok prok
__ADS_1
"BRAVO…! BRAVO…! SUNGGUH LUAR BIASA,"
Deg