
Ceklek
Amora dengan gerakan cepat menoleh ke arah pintu yang terbuka yang ternyata yang masuk adalah Xavier.
"Kamu dari mana?" tanya AMora dengan pelan.
"Aku habis dari rumah," jawab Xavier yang mengelus kepala Amora.
Xavier segera meletakan bawaannya di atas meja di samping Amora. Setelah selesai Xavier kembali berbalik pada Amora.
"Ayo aku bantu duduk," Xavier dengan hati-hati membangunkan Amora untuk duduk.
Setelah memastikan jika posisi gadis yang dia cintai nyaman baru Xavier melepaskan tangannya dari bahu Amora.
"Kamu sarapan dulu, aku tadi memasakan kamu."
"Kamu bisa masak?"tanya Amora dengan wajah ceria.
"Bisa, karena dari umur 15 tahun aku tinggal sendiri." jawab Xavier sambil membuka satu persatu rantang yang di bawahnya.
__ADS_1
"Buka mulutnya, aa...," Xaavier dengan telanten menyuapi Amora padahal jika mau Amora bahkan bisa makan sendiri dengan tangannya.
Akan tetapi entah kenapa gadis itu sampai tidak menolak suapan Xavier hingga akhirnya mereka makan dengan satu sendok yang sama.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang pria sedang memacu tubuhnya di atas wanita yang berada di bawah tubuhnya yang kekar. Pria itu terus memacu dirinya dengan cepat tanpa peduli jika itu siang hari atau pun tengah pagi.
"Bit*h ambil bayaranmu dan pergi!" usir pria itu yang melempar segepok uang pada wanita yang tergeletak di atas ranjangnya itu.
Wanita itu tak punya waktu untuk berfikir karena jika dia terlambat sedetik sana maka nyawanya akan langsung melayang dari tempatnya mengingat bagaimana pria di depannya itu yang begitu kejam dan keji.
"Ck dasar j4l4ng," sinis pria itu yang tak lain adalah Tuan Ryuga yang baus saja menyelesaikan kebutuhan batinnya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
__ADS_1
Seorang bawahan masuk ke dalam kamar Tuan Ryuga dengan wajah yang sedikit gugup karena salah sedikit saja maka nyawanya akan melayang.
"Ada apa? Kamu tahu aku sibuk," tanya Tuan Ryuga dengan sinis.
"Saya ingin melaporkan tentang wanita yang anada perintahkan untuk mencari tahu tentang Wanita itu Tuan," terang sang Bawahan.
"Lalu?" Tuan Ryuga yang tadinya malas-malasan kini langsung menatap ke arah sang bawahan.
"Wanita itu bernama Athena Amora Tuan, dia bekerja di perusahaan Argantara C'ompany menjadi sekretaris dan juga kekasih dari pemilik perusahaan itu."
"Xavier? Apa mereka dua orang yang beda atau mereka adalah orang yang sama. Tapi jika benar Xavier tangan kanan Mafia Tiger adalah Xavier Argantar itu kenapa di bar kemarin aku tidak melihat jika Tuan Xavier tangan kanan dari Tjger itu khawatir pada wanita jelek itu? Atau jangan-jangan wanita itu memang bekerja di perusahaan Xavier akan tetapi sebenarnya dia adalah anggota Tiger?"
Terlihat Tuan Ryuga yang menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. Salah mereka juga yang langsung pergi dari Bar itu tadi malam. Jika saja mereka tidak langsung pergi maka akan ada kemungkinkan yang membuat mereka menemukan sebuah petunjuk buka. menebak seperti ini.
"Lalu dimana wanita itu?" tanya Tuan Ryuga dengan dingin.
"Wanita itu berada di Rumah Sakit Tuan, Tuan Xavier sang tangan kanan Tiger hanya datang mengantar wanita itu ke rumah sakit setelah itu langsung pergi. Namun, pagi ini Tuan Xavier pemimpin perusahaan Argantara C'ompany datang menemui wanita itu dengan membawa sebuah bunga."
Mendengar akan hal itu Ryuga menyingkirkan pemikiran jika Xavier Mafia dan Xavier pemimpin perusahaan adalah orang yang sama.
__ADS_1
"Jadi mereka orang hang berbeda? Itu berarti wanita itu yang bekerja 2 tempat untuk tidak membuat kekasihnya curiga," kata Tuan Ryuga dalam hati.
Tanpa di ketahui Tuan Ryuga jika kali ini dia benar-benar terlihat bodoh dan sangat mudah di bodohi dengan permainan seperti itu. Tanpa di ketahui oleh Tuan Ryuga juga jika yang baru saja melapor padanya adalah bukan lagi anggotanya tapi anggota dari kelompok Tiger.