
“Athena menghilang mom.” Lirih Kaisar yang menundukan kepalanya.
Alisya yang mendengar itu hanya bisa terdiam kaku dengan wajah yang menegang. Apa katanya tadi menghilang? Tidak mungkin.
"Katakan sekali lagi," pinta Alisya dengan suara yang tercekat di tenggorokan.
"Athena menghilang mom, Athena tidak ada di kamarnya." Ulang Kaisar dengan menatap punggung sang mommy.
"Tidak mungkin," Guman Alisya bersamaan dengan tubuhnya yang oleng.
Kenzo yang melihat tubuh istrinya oleng langsung berdiri memeluk tubuh oleng Alisya.
"Baby..,"
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin." Lirih Alisya yang sebelum pingsan di pelukan Kenzo.
"Baby.., maafkan aku " ucap Kenzo dengan nada lirih.
Kenzo segera menggendong Alisya dengan model bridal style membawanya di pantai 2 di kamar mereka. Sampai disana Kenzo segera membaringkan Alisya di atas ranjang dengan penuh ke hati-hatian. Setelah memastikan jika posisi Alisya nyaman dan aman Kenzo langsung berbalik keluar dari kamar itu kembali ke lantai bawah.
Sampai di bawah ternyata para pekerja di mansion itu telah berkumpul dengan Kaisar yang mengintrogasi mereka.
"Bagaimana?" Tanya Kenzo langsung kepada Kaisar.
"Mereka tidak melihat Athena keluar dad." Jawab Kaisar dengan menggelengkan kepala.
"Apa kalian benar-benar tidak melihat nona muda kalian berkeliaran di daerah mansion?" Kenzo bertanya dengan datar dan dingin namun di balas dengan gelengan kepala oleh mereka semua.
"Kami tidak melihat Nona muda keluar dari kamarnya Tuan."
"Kamu juga tidak melihat nona muda memasuki hutan seperti biasanya."
"Kami juga tidak melihat Nona muda lewat di gerbang utama Tuan"
"Sial!"
Kenzo mengumpat kesal saat mendengar jawaban dari setiap kelompok yang bekerja di mansion itu yang seperti pelayan, tukang kebun, dan juga penjaga.
"Cepat cari di seluruh penjuru mension! Dapatkan jejak nona muda kalian!" Teriak Kenzo dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Jangan kembali sebelum mendapatkan jejak adikku.” Tambah Kaisar yang menatap mereka tajam.
“Baik Tuan muda.”
__ADS_1
Para penjaga dan tukang kebun mulai berpencar mencari Athena dan juga jejaknya.
“Dad, ini bagaimana?” tanya Kaisar dengan risau.
“Tenanglah kamu tidak lupa, bukan? Jika adikmu itu selalu mencari sesuatu hal yang menarik rasa penasarannya.” Kata Kenzo yang menghibur sang putra padahal di dalam hatinya sangat berbeda dengan apa yang dia katakan.
Sedangkan di Negara lain orang yang membuat Kaisar dan kenzo cemas kini baru saja turun pesawat.
“Roma…, hm kota yang asing, negara yang asing, dan juga suasana yang baru bersama orang-orang asing pula,” guman Athena yang menatap Kota yang akan menjadi saksinya.
Disisi lain terlihat seorang pria yang baru saja keluar dari bandara. di samping dan belakang pria terlihat beberapa orang yang memiliki pakaian serba hitam mengikuti pria mudah itu.
Pria muda itu berjalan dengan memasang wajah datar dan dingin. Walau begitu tak membuat wanita tidak menyukainya. Setiap langkah kakinya maka puluhan pekikan suara wanita terdengar mengeluh-eluhkan namanya.
“Dante dimana mobilnya,” suara berat nan serak itu terdengar dingin menyapa telinga.
“Disana Tuan,” Pria yang bernama Dante itu segera menunjukan mobil mereka.
Pria itu hanya mengangguk samar berjalan ke arah yang ditunjuk oleh orang kepercayaannya. Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di mobil mereka di parkirkan. Namun, sebelum naik mobil terjadi sebuah insiden yang membuat darah pria muda itu mendidih karena amarah.
Brakkk
Seorang anak kecil tiba-tiba terjatuh di dekat pria muda itu. anak itu begitu kucel dan kotor tidak hanya itu darah dari luka anak itu mengenai sepatu dan pakaian yang di kenakan oleh pria muda itu.
“HEY..!”
“APA MATAMU BUTA HINGGA TIDAK MELIHAT TUAN KAMI.” Bentak salah satu pria yang berpakaian serbah hitam.
Sontak anak itu langsung bergetar ketakutan dengan memeluk erat sebuah koran di tangannya yang ternyata di dalam koran itu ada sepotong roti dan juga beberapa uang.
“CEPAT BERLUTUT DAN BERSIHKAN SEPATU TUAN KAMI! JIKA PERLU JILAT SEKALIAN!” Teriak orang itu lagi.
Anak kecil itu tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang dikatakan oleh orang dewasa di depannya itu.
Tak jauh dari tempat kejadian berdiri sosok Athena yang menyaksikan kejadian itu. Athena menggelengkan kepalanya tersenyum miris melihat sifat dan sikap orang kaya yang selalu menindas orang yang lemah.
“Tunggu..!”
Seruan itu membuat pergerakan anak kecil itu terhenti dari beberapa senti sebelum mencium sepatu yang di kenakan oleh pria muda itu.
Pria muda yang sejak tadi diam langsung mengangkat pandangannya menatap ke arah asal suara. Namun, untuk sesaat pria muda itu tertegun menatap dalam wanita yang berlari kecil menghampirinya itu.
“Tuan, ada baiknya Tuan menjauh sedikit. Takutnya wanita itu menyentuh Tuan,” bisik pria yang berada sangat dekat pria muda itu.
__ADS_1
Sampai di dekat anak kecil itu Athena langsung berdiri menatap tajam pria di depannya itu sebelum menunduk membantu anak itu berdiri.
“Adik kecil ayo berdiri,” Athena segera memegang kedua bahu anak itu membantunya berdiri.
“HEY NONA..”
“Diamlah paman! Suara jelek paman itu merusak gendang telingaku.” Potong Athena yang melototi pria kekar di depannya itu.
“Dan kau..!” Athena menatap tajam pria muda di depannya itu.
“Kamu itu manusia atau apa ha…? Enak benar kamu mau membuat anak sekecil dirinya bersujud. Emang kamu Tuhan? Atau kamu sudah gila hormat?” Sarkas Athena yang tidak ada takut-takutnya sama sekali.
“Nona Tuan saya..”
“Apa! Pakaiannya kotor? sepatunya kotor? Kenapa orang kaya selalu menindas yang lemah?” Kesal Athena yang menatap tajam pria yang yang bernama Dante karena dia yang baru saja bicara.
“Syukur daddy dan mommy tidak, huuuh mengingat mereka aku jadi merindukan mereka. Pasti sekarang mereka sibuk mencari keberadaanku.,” batin Athena yang membuang napas kasar.
Ternyata perubahan ekspresi Athena dapat di tangkap oleh pria muda di depannya itu.
“Ada apa dengannya?” batin pria itu yang menatap wajah sendu Athena.
“Adik ayo kita pergi,” Athena segera mengajak anak itu pergi tapi terhenti oleh suara berat dan serak-serak seksi itu.
“Tunggu..”
“Apalagi? Masih ma suruh anak ini bersujud?” Bentak Athena yang melotot tajam.
Walau dari kecil sudah sangat terkenal dengan kenakalannya yang sangat overdosis tak membuat Athena tumbuh menjadi gadis sombong. Gadis itu sebenarnya merupakan gadis yang berhati hanya saja sifat bar-bar dan kenakalannya itu entah turun dari mana.
“Sebutin saja berapa harganya dan nomor rekeningnya akan aku kirim sekarang juga.” Kata Athena dengan santai mengeluarkan ponselnya.
“Anda tidak mengenalku, nona?”
Athena mengerutkan dahi mendengar suara berat nan seksi itu yang justru bertanya apa ia mengenalnya atau tidak.
“Tidak, dan aku tidak peduli.” Jawab Athena dengan acuh tak acuh.
“Tuan apa mau saya bereskan sekarang juga?” Kata salah satu pria berbaju hitam itu.
“Hm selesaikan cepat.” Jawab pria mudah itu.
Athena yang mendengar itu sontak membulatkan mata. Sedangkan pria muda yang menjadi bos mereka itu tersenyum miring.
__ADS_1
“Monyet…!” pekik Athena kesal.
“Adik tolong pegangin tas kakak ya,” pinta Athena yang melepas ranselnya lalu dikasihkan-nya ke anak kecil itu.