Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 31


__ADS_3

Hari berlalu Amora pulang ke rumah setelah di tahan di rumah sakit selama 3 hari membuat gadis itu bosan setengah mati. Hari ini adalah hari kepulangannya dari rumah sakit dan akan langsung masuk ke kantor. 


“Tuan bukankah ini aneh? Harusnya kalian tidak perlu menjemputku juga kan?” Amora bertanya kepada Xavier yang sedang membereskanbarang-barangnya.


Diam


Amora mendengus kesal saat orang yang dia bertanya tidak menjawab melainkan hanya diam seperti patung. Amora yang merasa di cueki langsung mendekati Dante.


“Tuan Dante, apa Tuan Xavier lagi menahan itu?” bisik Amora kepada Dante.


Dante yang mendengar pertanyaan ambigu dari Amora langsung menoleh ke arah gadis itu. “Menahan apa Nona?” tanya Dante yang ikut-ikutan penasaran.


“Itu loh, nahan BAB gitu.” Jawab Amora polos.


Dante yang mendengar jawaban dari Amora ingin sekali memukul kepala gadis itu.


“Amora kemari!”


“Siap Tuan.” mora yang tak ingin mencari gara-gara langsung berjalan mendekati Xavier kembali.


“Dengar mulai hari ini kamu tidak boleh dekat dengan siapapun lagi terutama dia!” 


“Loh kenapa?”


“Pokoknya tidak boleh! Bukan hanya dia tapi semua jenis manusia yang berjenis kelamin pria.”


“Lah nggak bisa gitu dong! Kalau aku nggak dekat sama pria mana ada aku punya kekasih.” Protes Amora yang menatap kesal Xavier.


“Mulai saat ini kamu kekasihku!” balas Xavier.


“Enak saja, mana mau aku punya kekasih datar kek Tuan. Tuan itu seperti robot tahu? Kaku dan juga dingin.”


“Aku akan menjadi seperti yang kamu inginkan.”

__ADS_1


“Tidak! Pokoknya aku tidak mau, cari saja wanita lain. Aku akan mencari pria yang humoris dan perhatian bukan kaku dan robot seperti Tuan.”


Setelah mengatakan itu Amora langsung keluar dari ruangan itu dengan cepat. Amora sangat tidak menyukai jika dirinya di kekang dan di atur sedemikian rupa. Jika ingin di kekang dan di atur seperti itu untuk apa Amora kabur dari Negaranya sendiri. Amora hanya ingin kebebasan bukan untuk terus di kurung di dalam sangkar.


Tanpa Amora ketahui jika penolakannya itu membuat Xavier menatapnya penuh amarah. Tangan pria itu mengepal dengan erah menatap punggung Amora yang menghilang di balik pintu. Xavier tidak mengerti kenapa Amora menolaknya hanya karena alasan dirinya yang kaku seperti robot. Jika hanya alasan itu kenapa Amora segitunya menolaknya.


Sedangkan Dante yang ejak tadi menyaksikan dan mendengar apa yang Xavier dan Amora katakan hanya bisa diam dengan menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan sesuatu yang akan mencabut nyawanya dengan cepat. Dante tidak tahu harus berekspresi seperti apa atau harus tertawa ataupun menangis.


Selama ini tidak ada yang berani menolak pesona dari Xavier sang bos itu. Bahkan banyak para wanita ataupun gadis rela melemparkan tubuhnya dengan sukarela pada Xavier walau pada akhirnya Xavier akan membunuh mereka. Akan tetapi, hari ini seorang wanita yang bahkan tak cantik dan beda jauh sama wanita-wanita yang mengagumi sang bos menolaknya dengan keras. Sosok itu adalah Amora si Sekretaris misterius yang sudah 3 hari Dante mencari tahu siapa gadis itu.


 Akan tetapi, bukannya mendapat informasi Dante justru harus pusing tujuh keliling saat informasi yang didapatkan selama 3 hari ini selalu berbeda-beda.


“Kenapa dia menolakku?” 


Dante yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Xavier langsung gelagapan sendiri.


"Mungkin Nona Amora tidak ingin menjalin hubungan dulu." Jawab Dante seadanya.


"Tidak mungkin. Apa kamu lupa jika usianya sudah 22 tahun sangat tidak masuk akal jika dia tidak ingin menjalin hubungan!"


"Kau…!"


Dante langsung menutup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna. Kenapa mulutnya selalu mencari masalah yang akan selalu membuat nyawanya terancam.


“Bos, itu Nona Amora sudah keluar sejak tadi. Bos tidak takut jika dia tersesat nanti di rumah sakit yang besar ini?”


“Shiit pegang ini!” Xavier langsung memberikan ta di tangannya kepada Dante.


Xavier langsung berjalan cepat keluar dari ruangan itu. Langkah semakin lebar menelusuri setiap lorong rumah sakit. Sampai di parkiran Xavier langsung bernapas lega saat melihat jika Amora berada di depan sana.


"Apa kamu tidak sabar ingin pulang?"


Amora yang mendengar suara itu langsung menoleh ke arah asal suara.

__ADS_1


"Ck saya tuh benci rumah sakit dan Tuan membuat saya harus tinggal di rumah sakit." Sinis Amora.


"Sudah ayo masuk!" Xavier membukakan pintu mobil untuk Amora masuk ke dalam mobil.


"Dimana kamu tinggal?" Tanya Xavier saat mereka sudah jalan dengan Dante yang menyetir mobil.


"Jalan xxx," jawab singkat Amora.


Dante segera berjalan menuju alamat yang di katakan oleh Amora. Hingga beberapa menit kemudian Dante menghentikan mobilnya di sebuah rumah sederhana yang menjadi rumah Amora selama ini.


"Kamu tinggal disini?" Xavier dengan spontan bertanya saat melihat kompleks perumahan tempat Amora tinggal.


"Aku memang tinggal disini? Sewa rumah murah," balas Amora dengan santai.


Xavier hanya diam menatap ke sekelilingnya yang memang berjejer rumah hanya saja semuanya rumah yang seadanya dan juga tidak ada satu rumah pun yang memiliki rumah mewah.


"Saya turun dulu," Amora langsung bergegas membuka pintu mobil.


"Aku ikut!" Sahut Xavier tiba-tiba membuat Amora dan Dante kaget.


"Ikut? Ikut turun?"


"Aku ingin singgah di rumahmu." 


"Tapi, aku bosnya kamu bawahan jadi kamu menurut saja."


"Anda lupa? Disini saya Tuan rumah anda hanya tamu jadi ikuti kata Tuan rumah."


"Aku tidak mau tahu pokoknya aku ikut! Dante kamu pulang sana! Kerjakan pekerjaan kantor aku tidak masuk hari ini." 


Setelah berkata seperti itu Xavier langsung turun dari mobil tak lupa membanting pintu mobil dengan keras.


Brakkk

__ADS_1


Dante yangendengar itu hanya bisa mengelus dada dan geleng-geleng kepala. 


"Ini hanya permulaan di saat Bos sudah benar-benar menjadi budak cinta Nona Amora maka kehidupanku akan seperti di neraka." Batin Dante dengan wajah murung.


__ADS_2