Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 82


__ADS_3

"Saya Tara Tuan," jawab sang pengetok pintu dari luar.


"Masuklah,"


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Mr X yang sedang latihan berjalan menggunakan tongkat. Mr X segera menuju sofa namun belum sampai di sofa dirinya mulai oleng bersyukur Tara segera menangkap tubuh oleng Mr X.


"Hati-hati Tuan," kata Tara yang membantu sang Tuan mendekat ke arah sofa.


"Ada apa?" tanya Mr X setelah keduanya duduk di sofa.


"Nona Athena mengundurkan diri dari perusahaan itu Tuan,"


"Apa... Mengundurkan diri?"


"Benar Tuan, NOna Amora mengundurkan diri dari perusahaan Argantara Group." jawab Tara dengan tegas.


"Apa ada masalah?"


"Itu.., menurut informan kita Nona Amora terlibat perdebatan dengan Tuan Xavier selaku atasannya di perusahaan itu. Nona Amora merasa marah karena Tuan Xavier mengkhianati Nona Amora dengan bersama wanita la...,"


"APA PRIA BR3NGS3K ITU SUDAH MENJADI KEKASIH ATHENA...!"


"Astaga sebenarnya ada apa dengan Tuan kenapa dia selalu marah-marah jika sudah menyangkut tentang Nona Amora atau Nona Athena terserah siapa."

__ADS_1


Tara sebenarnya ikut bingung dan bertanya-tanya siapa Athena sebenarnya kenapa sang Tuan terus mencari tahu tentang gadis itu. Selama ini Tuannya itu hanya terbaring tak berdaya selama 5 tahun di atas ranjang seperti orang mati. Lalu bagaimana bisa ia mengetahui tentang Athena yang menyamar sebagai Amora. Bahkan sekali lihat Mr X itu langsung mengetahui jika Amora dan Athena merupakan orang yang sama bukan orang yang berbeda.


"TARA JAWAB PERTANYAAN SAYA...!" bentak Mr X dengan memandang tajam Tara.


Tara yang sedang melamun itu langsung tersadar saat teriakan dan bentakan yang seperti nyanyian malaikat maut itu masuk ke dalam pendengarannya. Dengan susah payah Tara menoleh ke arah Mr X yang \sedang menatapnya seperti seekor predator yang menunggu mangsa./


"Be..belum Tuan, memang Tuan Xavier sudah berjuang selama kurang lebih 3 bulan untuk mendekati dan meluluhkan hati Nona Amora tapi Nona Amora hanya bersikap biasa saja. Hingga beberapa hari yang lalu tiba-tiba sikap Nona Amora pada Tuan Xavier mulai berubah dari sikap yang tadinya hangat berubah menjadi dingin. Bahkan terkesan menjauhi Tuan Xavier...," jeda Tara yang mengambil napas dalam-dalam.


"Sial aku keduluan sama sih brengsek itu," batin Mr X yang mengutuk Xavier./


"Lalu..?"


"Astaga nih Tuan juga tidak bisa memberiku waktu bernapas apa?" kata Tara dalam hati.


"Sampai apa?"


"Tuan Xavier sampai tidur dengan wanita lain..,"


"DI DEPAN ATHENA...?" teriak Mr X yang dengan suara yang lantang.


"Saya tidak tahu Tuan tapi Nona Amora mengetahui akan hal itu tapi saya tidak tahu apa Nona Amora mengetahuinya atau tidak karena di tempat kejadian itu kami tidak menemukan keberadaan Nona Amora disana." Terus terang Tara dengan cepat.


"Cih kamu lupa jika Athena adalah seorang hacker?" ejek Mr X kepada Tara.

__ADS_1


"Aisssh aku melupakan itu, kehebatanku bahkan tak ada apa-apanya di bandingkan dengan Nona Amora." kata Tara dalam hati.


"Lalu hanya masalah itu sampai Athena mengundurkan diri dari perusahaan?" tanya Mr X.


Mr X tidak percaya jika hanya karena masalah itu Amora akan keluar dari perusahaan. Mr X tahu orang cerdas seperti Amora tidak akan keluar dari perusahaan apalagi dirinya sendiri yang mengundurkan diri kecuali ada masalah yang lebih besar dari masalah ini pikir Mr X.


"Bukan masalah itu Tuan," kata Tara yang terdiam beberapa saat sebelum melanjutkan lagi penjelesannya.


"Tuan Xavier mengatakan jika pria normal akan butuh pelampiasan bahkan Tuan Xavier mengatakan jika daddy dari Nona Amora juga akan melakukan hal yang sama jika sedang bosan bersama mommy Nona Amora." Terang Tara dengan keringat dingin.


Bagaimana tidak mau keringat dingin saat ini wajah dari pria di depannya itu sudah sangat menyeramkan. Wajah datar tanpa ekspresi dan tatapan mata yang begitu tajam seperti seekor predator.


"REY.... Selamatkan aku dari amarah Tuan," Tara hanya bisa berdoa dalam hati semiga Mr X tidak mengamuk.


"Dia menyamakan dirinya dengan Tuan Kenzo? Cari mati," sinis Mr X.


"Selamat..., syukur Tuan tidak mengamuk," batin Tara yang bernapas lega karena sang Tuan tidak mengamuk.


"Pergilah dan terus awasi pergerakan wanitaku!" perintah Mr X.


Tara yang mendengar itu hanya bisa berdiri lalu keluar dari ruangan itu dengan wajah bingung mengingat-ingat apa yang baru saja dikatakan oleh Mr X.


Wanitaku

__ADS_1


"ASTAGA SEJAK KAPAN TUAN MENGKLAIM NONA AMORA SEBAGAI WANITANYA...?"


__ADS_2