Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 177


__ADS_3

“Hallo Rania…?” 


“Nona sepertinya wanita itu tidak melakukan apapun selama seminggu ini. Saya sudah mengintai rumah kediaman mereka selama 1 minggu tapi tidak ada pergerakan apapun,” terang Rania di sebrang sana.


“Masa sih? Tapi sudahlah jika sudah begitu kamu kembali saja,” kata Athena dengan santai.


“Kembali kemana Nona?” tanya Rania di sebrang telfon.


“Kembali ke Rusia kemana lagi?”


“Tidak bisa Nona, semenjak saya datang kemari Tuan Kaisar sudah memberikan saya perintah jika saya akan pulang jika Nona juga ikut pulang. Jika tidak maka saya disini menjaga dan melindungi Nona,” kata Rania dengan tegas.


“Baiklah, terserah kamu saja. Jika sudah seperti itu maka kembali saja kemari,” kata Athena yang mematikan ponselnya.


“Masa sih tuh kadal cap biawak tidak buat rencana? Nggak percaya aku akan hal ini,” guman Athena yang menetuk-netuk dagunya berfikir rencana apa yang di rencanakan oleh Cleo nantinya.


“‘Nona ini makanan anda,” Eka datang membawakan makanan yang di inginkan oleh Athena sebelumnya.


“Terima kasih Eka,” Athena langsung mengambil piring makanan di berikan Eka.


Athena makan dengan tenang sesekali akan menonton film yang belum selesai dia tonton.


Sedangkan di tempat lain Cleo bersama Adrian selaku sang ayah keluar dari kediaman mereka lalu menuju mobil dan pergi meninggalkan kediaman mereka itu.


Hingga beberapa menit kemudian mereka berhenti di salah satu bandara internasional di kota itu. Mereka berdua turun dengan  memasang wajah berseri-seri karena mereka segera akan menemukan harta karun setelah ini.

__ADS_1


“Om Mario…!” panggil Cleo yang langsung menghampiri seorang pria yang sedang menggandeng wanita cantik.


“Cleo, Adrian, apa kabar kalian?” tanya sosok itu yang tak ain adalah Mario ayah kandung dari Xavier.


“Kami baik-baik semua, keuangan perusahaan juga sudah membaik. Bagaimana kabar mu Mario?” tanya Adrian balik sebagai basa basi.


“Aku baik-baik saja,” balas Mario dengan memeluk Adrian.


“Eh dia..,” Adrian menatap wanita muda yang berdiri di samping Mario.


“Oh dia istriku, namanya Adriana,” kata Mario yang memeluk pinggang wanita yang bernama Adriana itu.


“Oh perkenalkan aku Adrian dan dia putriku Cleo tunangan Xavier putra tirimu,” kata Adrian dengan melempar senyum tipis ke arah Adrian.


“Ah salam kenal, aku Adriana istri Daddy Mario,” kata Adriana dengan wajah yang di manis-maniskan namun matanya menatap sinis ke arah Adrian dan juga Cleo.


“Salam kenal, calon menantu,” balas Adriana dengan senyum manis.


Kedua wanita itu saling melempar senyum akan tetapi di dalam hati mereka sedang menghujat keburukan satu sama lainnya.


“Gila banget sih Om Mario, ngapain coba menikahi wanita muda seperti ini? Bahkan umurnya mungkin juga sama aku. Gimana tida mau di benci sama Xavier kelakuan Om memang menyebalkan dan membuat kita membencinya. Apa Om Mario tidak tahu wanita seperti mereka itu hanya butuh uang dan harta saja jika mereka menemukan yang abru maka mereka akan langsung pergi. Lagian, lihat apa yang menarik dari dia, apa karena wajahnya yang hanya penuh dengan make up? Atau karena badannya yang aduhai dengan buah melon yang super besar? Cih semua itu pasti hasil dokter,” kata Cleo dalam hati yang bergidik ngeri.


“Cih wanita seperti ini mau menjadi Nyonya rumah sainganku? Tak akan aku biarkan. Lagi pula Xavier hanya akan menjadi milikku. Mana mau aku sama si tua bangka ini apalagi harus melayaninya setiap malam, mana mau. Aku akan menjadi Nyonya dengan menikah dengan Xavier. Siapa yang akan bisa menolak tubuhku yang seksi ini,” kata Adriana dalam hati dengan tersenyum licik.


Kedua wanita itu memiliki hati yang sama busuknya walau dengan jalan yang berbeda. Cleo yang entah mencintai atau hanya terobsesi dengan Xavier sedangkan Adriana yang sangat terobsesi dengan kekayaan. Tanpa mereka sadari jika keduanya akan saling menyerang satu sama lainnya.

__ADS_1


“Sudah, ayo kita pulang. Mario jika mu tidak ingin tinggal di hotel kamu bisa tinggal di mensionku dulu untuk sementara waktu,” kata Adrian yang memberikan penawaran pada Mario.


‘Terima kasih Adrian, aku memang berencana akan hal itu. Aku tidak ingin tinggal di hotel karena semuanya akan ribet untuk bertemu dengan putraku itu,” kata Mario dengan senyum tipis di bibirnya.


Mereka segera berjalan keluar bandara dan menghampiri mobil Adrian untuk menuju kembali ke rumah Adrian.


“Ah Adrian kamu antarkan aku saja di alamat Xy disana adalah mansion pribadi milik Xavier. Aku yakin hari libur seperti ini pasti anak itu berada disana,” kata Mario yang ingin menemui langsung Xavier.


‘‘Baik Mario,” 


Cleo yang mendengar akan hal itu langsung berjingkrak-jingkrak senang di dalam hati karena ia bisa menemui Xavier. Kali ini Cleo yakin Xavier tidak akan menolak keinginan dari Mario dan tidak akan bisa menghindar untuk menikahinya. Memikirkan jika sebentar lagi Cleo akan memiliki Xavier seutuhnya langsung berjingkrak senang. Cleo tidak menyadari jika apa yang dia masuki nantia adalah sarang yang akan menghancurkannya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang sangat megah dengan lantai 3. Satpam yang melihat jika ada Marion di dalam mobil langsung membukakan pintu pagar. Adrian langsung menjalankan mobilnya memasuki mension yang terlihat seperti istana itu. Baru saja masuk mereka langsung kagum dengan sebuah taman di depan mension itu khusus bunga mawar biru yang di mana harganya mereka ketahui berharga mahal.


“Ayo kita turun,” Mario turun pertama dari mobil itu lalu menuju pintu mension itu.


Mario terheran-heran melihat pemandangan di sekitar mension sang putra. Pasalnya semuanya hampir penuh dengan bunga mawar biru bahkan ganggang pintu saja ada ukiran bunga mawar biru.


“Apa anak itu menyukai bunga mawar biru? Tapi sejak kapan?” batin Mario yang bertanya-tanya.


Tak mau ambil pusing Mario langsung menekan bel rumah itu.


Ting Tong


Ceklek

__ADS_1


“Siapa?”


__ADS_2