Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 213


__ADS_3

1 Minggu berlalu dengan cepat, Xavier senantiasa mejalani hari-harinya melewati ujian yang di berikan oleh Kaisar dan Kenzo selaku penguji cobaan kelayakan Xavier pada Athena atau tidak. Seperti sekarang, hari ini adalah hari terakhir dan juga tes terakhir yang akan di lalui oleh Xavier.


''Kau sudah siap?'' tanya seorang wanita paruh baya di depan Xavier.


''Siap...!'' jawab Xavier dengan tegas.


Namun walau berbicara dengan nada tegas Xavier memiliki firasat buruk tentang tes terakhir yang akan di alaminya. Kali ini yang memberinya ujian bukan lagi Kaisar dan Kenzo namun wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya.


Alisya menatap tajam Xavier dengan tatapan elang yang bisa menunsukan setiap mata orang yang menatapnya.


''Kau tahu racun yang paling mematikan?'' Alisya melemparkan pertanyaan kepada Xavier.


Namun Xavier yang memang tidak mengeri akan arti dari pertanyaan itu hanya bisa menggelengkan kepala saja. Karena dalam pertanyaan Alisya tidak bertanya tentang racun hewan apa yang mematikan. Tidak bertanya tentang tumbuhan apa yang racunnya paling mematikan. Atau tidak bertanya tentang racun buatan apa yang mematikan. Oleh karena itu, Xavier tidak menjawab karena itu memang terdengar aneh.


''Racun yang mematikan bukanlah tanaman beracun, hewan yang berbisa, ataupun ramuan mematikan lainnya yang sudah di modifikasi. Racun yang mematikan ada pada otak kita sendiri dan juga wanita. Jika kau lulus tes ini maka ruma kami terbuka luas untuk kau singgahi kapanpun itu. Namun jika kamu gagal maka kamu harus meninggalkan Matahari kami yaitu Quenzi Athena Amora Keano. Bagaimana apa kau yakin kau bisa?" tanya Alisya lagi dengan senyum miring yang terlihat menyeramkan.


''Saya siap,'' ucap Xavier tegas.


''Bagus, pikirkan jika kamu kalah maka kamu harus kehilangan Athena..!'' tekan Alisya yang penuh penekanan.


''Suntikan..!'' perintah Alisya pada salah anggota yang berada di belakangnya.


Terlihat seorang wanita yang seumuran Athena berjalan mendekati Xavier lalu menyuntikan sesuatu di lengan kekar Xavier. Xavier hanya diam menatap cairan bening itu yang masuk ke dalam tubuhnya. Xavier tidak takut mati jika mati itu adalah jalan ia menemukan Athena wanita yang dia cintai.

__ADS_1


''Sekarang kita keluar..!'' Alisya langsung memberi perintah pada Kaisar dan kenzo untuk keluar dari ruangan itu yang lebih tepatnya adalah kamar.


Alisya membawa Kaisar dan Kenzo ke dalam ruang kontrol dimana tempat mereka bisa mengaawasi [ergerakan Xavier nantinya. Disana mereka melihat Xavier yang hanya duduk diam di atas kursi hingga detik berikutnya seorang wanita yang hanya menggunakan pakaian dalam masuk ke dalam ruangan itu. Sontak saja Kaisar dan Kenzo langsung membulatkan mata dengan rahang yang jatuh.


''Sayang kenapa kau memasukan wanita seperti itu dalam kamar itu?" tanya Kenzo dengan tidak percaya jika Alisya memasukan wanita di dalam kamar itu.


''Mom, apa yang Mommy suntikan pada Xavier?" tanya     Kaisar yang entah kenapa memiliki firasat buruk.


''Obat perangsang,'' jawab Alisya dengan santai.


'''APA...??"


Sontak saja kedua pria itu langsung kaget bukan main saat mendengar apa yang di berikan oleh Alisya pada Xavier. Sedangkan di tempat lain Xavier sudah merasakan ada keanehan yang terjadi pada tubuhnya. Terlihat Xavier yang sudah mulai gellisah dengan keringat dingin membasahi keningnya.


''****..! APA YANG KALIAN LAKUKAN? KELUARKAN WANITA SIALAN INI...!'' teriak Xavier namun sepertinya tidak berarti apa-apa.


Pintu kamar di tutup bersamaan dengan teriakan Xavier yang hanya di anggap angin lalu. Melihat akan hal itu Xavier mulai paham tes apa yang akan dijalaninya. Xavier menatap tajam wanita yang hanya mengenakan dalam itu.


''Jadi ini adalah tes yang di maksud tes terakhir oleh Nyonya Alisya? Tidak boleh. Aku tidak boleh gagal, hanya perlu satu langkah ini lagi aku akan berhasil. Jika aku gagal maka aku akan kehilangan Athena,'' kata Xavier dalam hati yang duduk kembali di sofa.


Wanita itu berjalan mendekati Xavier membuat pria itu langsung kaget saat wanita itu menjatuhkan diri di atas pangkuannya. Bersyukur karena refleks Xavier yang cepat hingga dirinya langsung melompat.


''Apa yang kau lakukan?" bentak Xavier pada wanita itu.

__ADS_1


''Aku hanya ingin memuaskanmu Tuan,'' jawab wanita itu.


.Mendengar akan  hal itu tentu saja membuat Xavier meradang himgga menatap tajam wanita di depannya itu.


''Menjauh dariku ******..! Aku tidak butuh siapapun untuk memuaskanku,'' sentak Xavier saat melihat wanita itu kemballi berjalan ke arahnya.


''Ayolah Tuan, aku bukan ******. Aku masih operawan Tuan pasti tidak akan rugi jika menyentuhku,'' ucap wanita itu yang berusaha memeluk Xavier.


''Tidak menjauh dariku...!'' teriak Xavier yang menggila saat wanita itu berusaha memeluknya hingga mendorong sang wanita sampai tersungkur di lantai dengan keras.


''Ah Tuan, mainnya yang pelan saja,''


Xavier yang merasakan hawa panas di tubuhnya semakin meningkat membuatnya bergerak gelisah. Namun untuk menyentu wanita itu Xavier tidak akan pernah melakukannya. Dia hanya akan melakukannya dengan orang yang dia cintai dan dia inginkan yang tak lain dan tak bukan adalah Athena.


''Sial, aku harus menjauh dari wanita iblis ini. Aku benatr-benar ada di dalam pikiran liarku. Aku harus menjauh,'' guman Xavier yang menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berulang kali.


Dengan tenaganya yang tersisa Xavier menuju kamar mandi di dalam kamar itu namun belum sampai di pintu kamar mandi tiba-tiba saja wanita tadi memeluknya dengan gilang mengelus dadanya.


''Ah sialan...!''


Xavier langsung berbalik dan mendorong kasar wanita itu. Tak hanya itu Xavier juga menjambak rambut wanita itu dengan keras dan menendang perutnya hingga menabrak ujung sofa.


''Ku peringatkan padamu, menjauh dariku jika tidak akan aku bunuh kamu dengan tanganku sendiri...!''

__ADS_1


__ADS_2