Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 198


__ADS_3

"Cih mengaku saja kau, aku yakin kau bahkan hanya mengincar harta Xavier saja," kata Adriana dengan sinis.


"Harta Xavier…? Jangan bercanda tante. Bahkan hanya dengan menjual saham 5% dari KEANO GROUP kekayaan Xavier sudah akh lampau,"


Glek


Adriana yang ingin membuka mulut langsung kembali menyatup saat Athena menyebutkan nama perusahaan terbesar nomor 1 di dunia.


Sedangkan Xavier yang mendengar akan ucapan sang kekasih hanya terkekeh lucu saja. Athena tidak suka memamerkan kekayaan orang tuanya tapi jika sudah seperti ini sudah dapat di pastikan jika saat ini gadis itu tengah kesal.


"Sudah babe, ayo kita pergi meninggalkan kedua manusia sampah ini," ajak Xavier yang mengajak Athena untuk pergi dari tempat itu.


"Kaki ku sakit," rengek Athena yang menunjukan kakinya yang sakut dan sedikit membengkak mungkin kebelet saat ia di dorong tadi.


Xavoer segera melihat kaki Athena yang memang bengkak membuat amarah XVier kembali tersulut. Namun, melihat banyaknya orang yang menonton mereka membuat Xavier mengurungkan niatnya untuk kembali membalas wanita di depannya itu. Dengan gerakan lembut Xavier menjnduk sebelum mengangkat Athena dalam gendongannya. Xavier menggendong Athena dengan ala brodal style membuat mereka nampak mesra terlebih Xavier tak segan-segan mengecup kening sang kekasih.


"Bawa semua belanjaan Nona kalian ke mension. Jangan lupa semua barang yang dia sukai ambil dan basah pulang. Dante urus semuanya..!" Kata Xavier yang penuh akan nada memerintah.


"Baik Tuan," Dante membungkukan badannya lalu menghampiri Rania.


Sedangkan Xavier langsung membawa Athena keluar dari salam mall itu. Sampai di mobil Xavier langsung menurunkan Athena dekat mobil lalu membuka pintu mobil. Xavier kembali menggendong Athena memasukannya ke dalam mobil dengan hati-hati. Setelah memastikan posisi sang kekasih nyaman Xavier segera menutup pintu lalu berlari kecil menuju pintu jok kemudian.


"Kita mau kemana?" Tanya Athena menatap Xavier.

__ADS_1


"Kamu sudah makan babe?" Bukannya menjawab Xavier justru bertanya balik pada Athena.


"Sudah tadi di mension," jawab Athena dengan menyadarkan kepalanya di bahu kekar Xavier.


"Kalau begitu …, kamu temani aku makan siang ya. Aku belum makan siang dari tadi. Kamu mau kan babe?" Xavier menoleh ke arah Athena.


"Tentu saja," jawab Athena dengan senyum manis di bibirnya.


Xavier yang melihat senyum cerah Athena ingin sekali mengecup bibir pink alami itu. Namun, karena kondisi jalan yang ramai membuat Xavier hanya menelan bulat-bulat keinginannya itu. Akan tetapi, sebagai ganti ya pria itu mendapatkan kecurangan hangat di kening sang kekasih.


Beberapa menit kemudian Xavier emmberhentikan mobilngs di sebuah tempat. Saat Athena melihat sekitar, matanya langsung menyipit saat menyadari jika Xavier berhenti di sebuah depan apotek.


"Tunggu disini, ingat jangan keluar..!" Xavier memberikan tatapan tajam pada Athwna agar tidak keluar dari mobil.


Selepas kepergian Xavier dari mobil Athena langsung melirik sikunya yang terasa sakit.


"****, ternyata ******* pantas saja terasa sakit dan perih. Dasar tuh nenek sihir, lihat saja apa yang akan aku balas. Sial, gara-gara nenek sihir itu kulit mahal jadi terluka," gerutu Athena meniup-niup luka di sikunya.


Ceklek


Athena menatap ke arah pintu mobil yang ternyata Xavier sudah kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Sini tanganmu, aku akan membersihkan dab mengobati luka," pintar Xavier jang membawa lengan Athena ke arahnya.

__ADS_1


Dengan penuh kelembutan Xavier membersihkan pinggiran luka Athena menggunakan kapas yang sudah di aliran air. Pria memperlakukan Athena layak nya sebuah porselin yang di rawat selama bertahun-tahun.


"Di dunia ini, di belahan mana aku akan menemukan pria sesabar dan selembut dia. Mungkin dia adalah satu-satunya orang yang mencintaiku sepuluh dan sebesar ini setelah daddy," kata Athena dalam hati memperhatikan Xavier yang sedang mengobati lukanya.


Saking fokusnya memperhatikan Xavier yang mengobati lukanya Athena sampai tidak menyadari jika Xavier sudah melakukan pekerjaannya.


Cup


Athena yang merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya langsung mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polos.


"Jangan terluka lagi, aku ikut sakit saat melihatnya. Biar aku saja yang terbuka," bisik Xavier yang mengecup lama kening Athena.


"Kenapa harus terluka? Aku tidak menyukai wajahmu seperti ini. Kamu terlihat jelek di mataku," kesal Athena menyentuh wajah Xavier yang masih memerab karena latihan terus menerus yang dia tekuni.


"Aku pria, wajar aku terluka babe. Aku akan melakukan apapun agar aku bisa membasamu di sisiku selamanya. Tinggal sedangkan lagi aku akan membawamu, tunggu aku ya," ucap Xavier dengan mengelus wajah mulus Athena.


"Tapi wajahmu menjadi babak belum,"


"Tak apa, aku hanya sedang memantaskan diri untuk bersanding denganmu. Aku tidak ingin wanita lain, aku hanya menginginkanmu seorang. Jika kedua orang tuamu memintaku untuk melewati lautan maka akan aku lakukan. Jika mereka meminta aku mendaki gunung maka akan aku daki. Bahkan jika mereka meminta aku untuk berjalan di atas bara api akan aku lakukan. Apalagi hanya untuk memeperkuat diri. Aku akan berusaha untuk terlihat sepadan denganmu babe," kata Xavier panjang kali lebar.


Cup


"Aku mencintaimu," bisik Athena yang memberikan kecurangan hangat di atas bibir Xavier.

__ADS_1


"Ba..babe kau ..,"


__ADS_2