Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 196


__ADS_3

"Athena itu benar kau nak?" Kenzo bergetar mendengar suara anak kesayangannya itu.


"Ini banar aku Athena dad," terdengar balasan di sebrang telfon sana yang terdengar lembut di telinga Kenzo.


"Ada apa? Daddy tahu kamu sedang kesal saat ini. Katakan ada apa? Apa pria itu menyakitimu?" Tanya Kenzo dengan datar.


"Ada seseorang yang meragukan ku hingga barang yang aku inginkan tidak di berikan,"


Kenzo yang mendengar adanya dari Athena langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Seumur hidupnya apapun yang di inginkan Athena cukup hanya mengatakannya maka akan dia kabulkan. Bahkan jika dia meminta kapal pesiar 10 tingkat akan dia dapatkan. Mendengar jika ada seseorang yang meragukan anak kesayangannya dan tidak memberi barang yang di inginkan tentu saja menyulur amarah Kenzo.


"Sebutkan nama tempat itu akan daddy balikan menjadi milikmu," kata Kenzo yang penuh penekanan.


"Mall 99 Dad,"


"Baik tunggu, 5 menit. 5 menit mall itu akan menjadi milikmu," ucap Kenzo yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


Athena tersenyum penuh kemenangan saat mendengar keputusan sang daddy. Inilah yang membuat Athena sangat menyayangi sang ayah. Apapun tang di inginkannya maka akan di berikannya tanpa mereka bertanya untuk apa dan buat apa. Walau mereka di manjakan tapi mereka juga tetap di didik dengan keras guna untuk tidak memiliki sifat sombong, angkut, dan berperilaku sekenanya saja.


Ting


Athena tersenyum penuh kemenangan saat menerima pesan dari sang ayah yang menunjukan jika mall yang di kunjungi ya itu resmi menjadi atas namanya hingga kata lain mall itu ada miliknya sekarang.


"Selamat datang Nona muda, maaf baru menyambut kedatangan anda," seorang pria paruh baya datang tergopoh-gopoh membungkuk pada Athena yang berdiri penuh kemenangan.


"Bagus kau datang cepat jika tidak maka terima akibatnya," kata Athena sinis.


"Maaf nona mudanya," pria paruh baya itu langsung membungkukkan badannya berulang kali.


Saat ini dia tidak peduli jika harus membhngkuk berulang kali kepada orang yang lebih muda darinya. Bersyukur wanita muda di depannya itu tidak menyuruhnya bersujud. Saat ini yang ada di pikiran pria paruh baya itu bagaimana caranya membuat pekerjaannya tetap aman. Pria tua sepertinya saat ini sangat susah mencari pekerjaan apalagi pekerjaan kantoran.


"Aku mau kalung itu tetap bungkus dan bayar pakai ini," kata Athena yang kangkung meletakan lagi kartu hitam pemberian Xavier.


"Baik Nona," pria paruh baya itu langsung memberi kode pada sang kasir untuk melakukan apapun yang di katakan oleh Athena.


"Heii aku menginginkan kalung itu…!" Teriak Adriana yang tidak terima kalung yang di inginkannya menjadi milik orang lain.

__ADS_1


"Diamlah merusak, apa kau punya uang untuk menawar dengan harga di atas 5 milyar? Bahkan uang pun kau sekarang juga karena hasil menjadi sudah daddy," kata Athena dengan sinis.


Adriana yang tidak bisa menahan amarahnya langsung bergerak maju ingin mendambakan rambut Athena. Namun, Rania yang melihat pergerakan Adriana langsung mencekal tangan Adriana.


Hap.


"Apa jang ingjn anda lakukan Nona?" Tanya Rania dengan datar.


"Wanita sialan, lepaskan tanganku…!" Teriak Adriana menahan geram.


"Lalu membiarkan anda mengganggu Nonaku? Tidak akan aku biarkan" balas Rania yang kangkung mendorong Adriana dengan keras hingga tersungkur.


Brukkk


Srekkk


Adriana membualtkan mata saat mendengar suara sobekan kain yang tak lain dan tak bukan berasal dari pakaian yang dia kenakan. Sontak saja dirinya langsung. Menjadi pusat perhatian dengan banyaknya orang yang menertawakannya. Mereka bahkan tak segan untuk memotong kejadian itu menggunakan ponsel mereka.


"Apa yang kalian lakukan? Matikan ponsel kalian…!" Teriak Adriana yang berusaha menutupi pangkal padanya pasalnya dress yang dia kenakan susah sangat pendek di tambah dengan kainnya yang sobek membuat pakaian itu kini tidak bisa menghalangi pangkal paha Adriana lagi. Dario yang melihat Adriana seperti itu langsung menggertakan gigi menatap tajam Athena yang telah membuat istrinya malu sedemikian rupa.


"Kamu benar-benar keterlaluan…! Kamu tahu aku adalah daddy Xavier tapi kamu berani-beraninya membuat istriku malu seperti itu? Dia itu juga ibu sambung Xavier maka dia juga yang akan menjadi calon mertua kamu..!" Teriak Dario yang melototi Athena.


Di tempat lain Xavier yang baru keluar dari ruangan rapat langsung mendapatkan telfon dari orang yang membuatnya ketar ketir.


"Hallo Kaisar," ucap Xavier yang berusaha santai walau begitu ia tetap saja gugup bukan main.


"APA YANG AKU LAKUKAN? ADIKKU SAMPAI DI PERMALUKAN OWLH WANITA ITU..!"


Xavier yang tidak sangka-sangka akan mendapatkan serangan seperti itu langsung terkejut bukan main. Bahkan telinganya sepertinya tidak berfungsi untuk beberapa saat.


"Xavier…!"


"Ada apa? Masalah Athena yang beredar di media sosial aku meminta maaf. Aku benar-benar tak menyangka jika wanita itu akan bergerak sejauh itu," kata Xavier dengan penuh sesal.


"Bukan itu,"

__ADS_1


Xavier yang mendengarnya langsung terdiam, jika bukan masalah itu maka masalah apalagi. Setahu Xavier tidak ada lagi masalah lalu bagaimana bisa Kaisar mengamuk pikir Xavier.


Dengan cepat Xavier berfikir masalah apalagi yang ditanyakan oleh Kaisar. Namun, sampai beberapa saat Xavier tidak menyadari akan adanya masalah lain selain masalah tentang penyebaran nama baik Athena di publik. Apa Kaisar marah karena tidak melakukan konferensi pers untuk memperbaiki nama sang adik. Jika begitu dia harus melakukannya segera.


"Aku akan melakukan konferensi pers tentang pembersih nama baik Athena. Tenang saja aku pasti akan memperbaiki nama baik Athena," kata Xavier dengan mantap.


Kaisar yang berada di sebrang sana langsung melayang mendengar penuturan Xavier yang ingin melakukan konferensi pers.


"Dasar bodoh, untuk apa konferensi pers? Sekarang kamu ke Mall 99..! Pastikan adikku tidak di apa-apakan oleh wanita penyihir itu. Jika sampai Athena kenapa-kenapa kami tidak segan untuk menjemput Athena dari tanganmu. Camkan itu," Tekan Kaisar yang penuh penekanan setiap katanya.


Dhuarrrr


Xavier bagaikan terlambat petir siang bolong mendengar ancaman dari Kaisar yang tidak akan pernah bersifat main-main. Dengan gerakan cepat Xavier langsung berjalan cepat keluar dari perusahaan.


"Dante ke mall 99 sekarang juga..!" Titah Xavier yang langsung berlari.


Dante yang tak ingin membuat masalah untuk snag Fuan segera berlari mengejar sang Tuan. Sampai di mobil Dante langsung menjalankan mobilnya menuju Mall 99 yang letaknya tidak terlalu jauh dari perusahaan Xavier.


"Sudah Dad," kata Kaisar yang menatap pria paruh baya yang duduk di sofa dalam ruangannya itu.


"Baguslah, semoga saja pria itu bosa di andalkan," ucap pria paruh baya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo.


"Kita tidak akan menemukan pria yang mencintai Athena sepuluh Xavier dad. Bahkan saking tulusnya cintanya itu melebihi apapun bahkan cintanya juga sama seperti daddy mencintai Mommy," kata Kaisar dengan mendudukan diri di depan Kenzo.


"Cinta daddy lebih besar di bandingkan anak bau kenduri itu," kesal Kenzo yang tak terima cintanya di samakan dengan cinta Xavier.


"Terserah daddy saja, intinya jika bukan doa aku tidak akan menjamin Ahhena bisa sebahagia bersamanya. Xavier tidak pernah menekan Athena untuk itu dan ini dad. Xavier mengerti apa yang di butuhkan Athena. Dia menang menempatkan pengawal bayangan dari Athena tapi itu jaraknya jauh. Selain itu Xavier bahkan tidak pernah meninggikan suaranya pada Athena. Dia pria yang baik dan tulus untuk Athena. Kita hanya perlu melatihnya untuk lebih kuat lagi, terang Kaisar.


Jujur saja di pertemuan Pertama Kaisar bahkan tertegun saat melihat potret Athena hang berada di dalam ruangan Xavier. Bahkan saat ia menghinanya dengan kata-kata yang meremehkannya Xavier hanya diam justru hal itu dia terima dengan lapang dada yang menandakan jika dia memang lemah. Tanpa rasa malu Xavier mengungkapkan *********** untuk menjadi kuat. Jika itu pria lain mereka mungkin sudah baku hantam di dalam ruangan itu. Siapa yang akan dengan mau menerima hinaan dan seemohan seperti itu jika pria yang menjunjung tinggi harga diri dan gengsinya.


"Jadi kau memberinya lampu hijau?" Tanya Kenzo dingin.


"Jika 3 minggu lagi dia datang menemuiku maka aku akan memberinya kesempatan," jawab Kaisar mantap.


"Baik, kita lihat saja di waktu yang telah di tentukan," balas Kenzo dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2