Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 178


__ADS_3

“Siapa?”


Mario menatap aneh sosok wanita muda yang membukakan pintu untuk mereka itu. Setahu Mario sang Putra Xavier sangat tidak suka berdekatan dengan sworang wanita yang bahkan untuk pelayan mension saja harus laki-laki saja. Lalu kenapa sekarang ada wanita di mension sang putra yang lebih mengencangkan lagi adalah pakaian yang di kenakan wanita muda di depannya itu tidak seperti seorang pelayan.


“Siapa kamu? Dimana Putraku Xavier?” tanya Mario dengan nada dingin.


“Saya pengawal….,”


Perkataan wanita itu terpotong saat sebuah motor terpakir di depan mension yang langsung berlari menerjang mereka.


“Eka apa ada Nona?” tanya Rania dengan napas yang ngos-ngosan.


“Ada di dalam Nona,” jawab Eka dengan tegas.


Rania berbalik menatap mereka sebelum berhenti menatap Cleo dengan tajam.


“Sial, Nona akan menghukumku karena hal ini,” guman Rania yang langsung berbalik masuk ke dalam mension itu.


“HEY MAU KEMANA KAMU?” teriak Mario yang ingin masuk namun di halangi langsung oleh Eka.


“Maaf Tuan, ada di larang masuk ke dalam mension Tuan saya,” kata Eka dengan datar dan tegas.


Tentu saja apa yang di lakukan oleh Eka membuat Cleo dan Adrian bertambah geram karena mereka di larang masuk ke dalam. Cleo sangat ingin masuk ke dalam dengan ingin melihat kediamannya yang akan menjadi tempatnya ia tinggal di masa depan.


“Apa yang kamu lakukan pelayan…! Dia ini ayah kandung dari Tuan Xavier Tuan kamu,” sentak Adrian dengan nada yang suara tinggi.

__ADS_1


“Maaf, tapi saya tetap pada pendirian saya. Seperti perintah Tuan Xavier tidak ada yang bisa memasuki mension ini tanpa izinnya dan memang yang sudah di daftarkan jika siapa yang berhak masuk ke dalam tanpa harus menunggu izin dari Tuan Xavier lebih dulu. Walau pun Tuan Mario adalah ayah kandung dari Tuan Xavier akan tetapi Tuan Xavier tidak menuliskan nama Tuan Mario sebagai sosok yang bisa memasuki mension ini dengan bebas,” terang Eka dengan tegas.


“Kau…,”


“Apalagi alian membawa pembunuh di mension ini. Apa kalian pikir dengan membawa pembunuh itu Tuan akan mengizinkan kalian dengan mudah?” sarkasme Eka yang menatap tajam Cleo.


Cleo yang mengerti apa yang siapa dikatakan oleh Eka langsung mebuang muka dengan sembarang arah saja.


“Apa maksudmu?” tanya Mario dengan dingin.


“Jika Tuan ingin bertemu dengan Tuan Xavier maka silahkan menunggu di gazebo itu dulu. AKu akan menelfon Tuan Xavier dulu, namun jika kalian tidak bisa menunggu maka lebih baik kalian semua pulang saja,” usir Eka dengan berani.


“KAU…”


“Sudah Adrian,” Mario menghentikan Adrian yang sepertinya ingin memarahi wanita itu.


Di sisi lain Xavier baru saja selesai makan bersama Riko dan juga Dante setelah melakukan latihan tambahan tadinya. Hingga dering ponsel Xavier mengalihkan dunianya apalagi yang menelfonnya adalah pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Athena.


“Ada apa?” tanya Xavier swngN SINGIN.


“APA…? TAHAN MEREKA DI LUAR JANGAN BIARKAN MEREKA MASUK KE DALAM MENSION…” teriak Xavier yang langsung berdiri.


“Ada apa Tuan?” teriak Riko dengan menatap Xavier.


“Wanita sialan itu ada di mension…! Dante cepat kunci mobil…!” teriak Xavier yang langsung berlari keluar.

__ADS_1


Dante dan juga Riko langsung berlari mengejar Xavier yang sudah berada di depan. Sampai di depan rumah ternyata Xavier sudah berada di dalam mobil bagian kemudi.


“Dante cepat…!” teriak Xavier membentak Dante.


Dante yang tersadar langsung memberikan kunci mobil lalu masuk ke dalam mobil. Xavier langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


“Tuan pelan sedikit,” teriak Dante yang ketakutan karena Xavier bagaikan orang kesetanan yang mengemudi mobil.


“Bagaimana aku bisa pelan Athena sedang terancam. Wanita sialan itu bagaimana bisa mengetahui mansion pribadiku. Apalagi si tua bangka itu juga berada di sana. Aku takut Athena tidak melawan karena dia ayahku,” ucap Xavier dengan suara panik.


Riko yang mendengarnya pun langsung panik karena dia tahu sebar-bar apapun Nona mudanya itu tidak akan melawan orang tua jika orang tua itu tidak kelewatan.


“Tuan cepat sedikit, jika nona Athena terluka maka tamat sudah riwayat kita semua…!” teriak Riko yang ikut panik.


“Tuan kenapa kau justru mengompori Tuan Xavier untuk menambah kecepatannya? Kita akan mati jika kita kecelakaan,” kesal Dante pada pria paruh baya di depannya itu.


“Dasar bodoh, apa Tuan Dante tidak tahu jika pun kita selamat dari sini namun kita akan habis di tangan Tuan Kenzo dan juga Nyonya Alisya,” teriak Riko.


“What…? Ini benar-benar gila aku bagaikan berada di antara dua kandang yaitu kandang harimau dan kandang singa. Keduanya sama saja, sama-sama berbahaya bagi keselamatan hidup. Bahkan paman yang ini bahkan sangat kuat tapi tetap saja takut bagaimana dengan aku yang mungkin akan langsung mati sekali serangan dari Tuan Kenzo,” kata Dante dalam hati dengan menatap Riko.


“Babe, ku mohon melawanlah. Walau kau melukai atau bahkan jika kamu membunuh mereka semua aku tidak akan marah. Pria itu sudah tidak ada artinya lagi bagiku, tapi aku mohon kamu jangan terluka lagi,”


Xavier hanya bisa berharap jika Athena baik-baik saja dan bisa bertahan sampai ia tiba. Ia takut jika Athena terluka karena tidak melawan hanya karena ada pria yang dia panggil sebagai ayah.


Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit akhirnya baru Xavier sampai di depan mension mewahnya. Tanpa ba-bi-bu Xavier langsung menendang pintu mobilnya lalu berlari keluar menuju halaman depan mensionnya.

__ADS_1


“JAUHKAN TANGAN KOTORMU DARI WANITAKU…!” 


__ADS_2