
“Elio Lostanzo dan Ryuga akan menyerang kita dalam waktu 3 hari lagi..!” ucap Xavier dengan lantang.
“A…APA..?”
“Kenapa? Apa kalian takut?” sinis Xavier dengan menatap mereka berempat dengan sinis.
“Kami tidak takut Tuan, ini adalah yang kami tunggu-tunggu untuk memberantas mereka semua. Namun kami tidak sangka jika aan secepat ini pria kep3p4r4t itu berhasil mencari sekutu,” terang Tara yang balas angguki kepala oleh ketiganya.
“Mereka itu seperti lintah akan selalu saling memanfaatkan. Elio yang memanfaatkan Ryuga sebagai balah bantuan berupa senjata dan juga anak buah. Sedangkan Ryuga yang memanfaatkan Elio sebagai ladang uang untuknya,” terang Xavier denghan senyum sinis di bibirnya.
“Tapi Tuan, bagaimana bisa Tuan tahu akan hal ini? Maksud saya itu adalah anak buah yang kita tugaskan untuk mengawasi pergerakan Elio dan Ryuga tidak melaporkan apa-apa bagaimana bisa Tuan tahu akanhal itu?” tanya Tara dengan penasaran.
“Harusnya aku yang tanya apa saja pekerjaan kamu selama ini? Bagaimana bisa kamu tidak tahu jika anggota yang kita tempatkan untuk mengawasi Elio dan Ryuga telah tewas di bunuh. Lebih parahnya lagi bagaimana kamu kecolongan mencegah Athena mendapatkan informasi tentang Elio…!” sentak Xavier dengan menatap marah ke arah Tara.
Ingin sekali dirinya berdiri lalu menghajar pria kurang ajar itu. Bagaimana bisa dirinya kecolongan seperti itu membuat wanita yang dia cintai dalam bahaya. Sedangkan Tara yang ditugaskan untuk mencegah Athena mendpatkan informasi tentu saja ketar ketir karena dia gagal sendiri.
Tara tak bisa melakukan pembelaan diri lagi, pria itu hanya bisa menatap ke arah Dante berharapa Dante mau membantunya. Akan tetapi Dante yang melihat itu hanya bersikap acuh membuang muka membuat wajah Tara semakin suram.
“Dante sialan…! Harusnya kamu membantuku menjelaskan kepada Tuan kalau ini semua juga karena kamu. Setidaknya bilang kek jika Nona Athena sudah mengetahui itu sejak awal,” kata Tara dalam hati yang berdecak kesal dengan apa yang di lakukan Dante padanya.
“Kenapa diam…! Aku bertanya padamu lalu kenapa kamu malah menatap ke arah Dante…!” tanya Xavier dengan kesal.
“Tuan saya sudah berusaha untuk melakukan itu tapi Dante mencegah saya untukl melakukannya katanya itu percuma saja,” jawab Tara dengan melirik Dante.
“A…apa?” Xavier menatap Tara dengan dahi yang mengkerut dalam.
Sedangkan Dante yang mendengar jika Tara membawa-bawa namanya hanya bisa mengutuk sang sahabatnya itu di dalam hati saja.
“Tara si4l4n…! Kenapa namaku juga di bawah-bawah? Tamat sudah riwayatku jika seperti ini,” kata Dante dalam hati yang mengumpati Tara dengan segala umpatan kasar.
“Apa maksudnya Dante…!” Xavier menatap Dante seperti induk ayam yang marah karena anaknya di ganggu.
“Begini Tuan, 1 bulan yang lalu Nona Athena mengajak saya untuk bekerja sama membongkar kebusukan Tuan Elio. Orang yang saya kirim kebersamaan antara Tuan Elio dan Nona Athena itu hanyalah palsu. Itu memang Tuan Elio tapi untuk pasangannya bukan Nona Athena,” terang Dante yang terpaksa harus mengakui hal ini.
“Apanya yang bukan Nona Athena? Kamu pikir kami bodoh…! Jelas-jelas itu wajah Nona Athena..!” teriak si kembar Roy dan Rey yang kesal karena merasa di bodohi oleh Dante.
“Itu memang wajah Nona Athena tapi itu bukan Nona Athena itu mutan ciptaan Nona Athena…!”
“APA…..?” teriak mereka semua secara bersmaan membuat Dante terkejut bukan main.
__ADS_1
Bukan hanya si kembar Roy dan Rey yang kaget tapi Xavier juga ikut kaget bahkan dia yang berteriak paling kencang karena itu. Sedangkan Tara hanya diam karena dia sudah tahu akan hal itu dari Dante.
“Apa maksudmu Dante?” tanya Xavier yang di ikuti Roy dan R3y yang menganggukan kepala mereka dengan serentak.
“Saya tidak tahu banyak namun Nona Athena mengatakan jika yang bersama dengan Tuan Elio waktu itu adalah Mutan buatannya. Kalian ingat saat 1 hari full aku tidak emmberi kalian kabar tentang Tuan Elio?”
“Hm”
Mereka dengan serentak menganggukan kepala seperti anak kecil saja membuat Dante dan Tara merasa lucu.
“Saya di culik Nona Athena,” ucap Tara dengan kepala yang tertunduk. Sumpah demi apapun sebagai pria dia merasa malu mengakui jika dirinya bahkan di culik oleh seorang gadis.
Hening…
Semua ikut terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Dante. Bagaimana bisa seorang pria di culik seorang gadis apa itu tidak memalukan. Tara yang ada di pojokn langsung membuang muka menahan tawa ternyata ada orang lain korban dari Athena walau ia tidak di buat sekarat.
Sedangkan di dalam hati Dante sudah was-was saja jangan sampai di tanya-tanya lagi.
Penculikan Dante Flashback on
Dante yang pagi-pagi bertugas untuk menjemput Elio yang menyamar Xavier. Saat akan masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja ada orang yang memukul Dante dengan keras di tengkuknya hingga jatuh pingsan.
Dante langsung panik saat menyadari jika tubuhnya di ikat ke kursi. pria itu berusaha untuk melepaskan diri tapi berakhir sia-sia.
“Kamu sudah bangun ternyata,”
Mendengar suara itu Dante lngsung menoleh ke arah asa suara. Namun saat melihat siapa orang yang berdiri di depannya itu membuat Dante langsung kaget.
“Nona Athena..,”
“Iya ini aku, kenapa? Takut karena ketahuan kau mengirimkan orang untuk mengikutiku?”
Tentu saja Dante takut jika hal itu terjadi tapi tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya jika memang dia takut.
“Tak perlu takut aku hanya ingin mengajakmu bekerja sama,” ucap Athena dengan santainya duduk di depan Dante.
“Kerjasama dalam rangka apa?” tanya Dante dengan menatap Athena dengan penuh waspada.
“Menghancurkan Tuan Xavier,” jawab Athena dengan enteng.
__ADS_1
“Nona, apa Nona lupa jika Tuan Xavier adalah Tuan saya dan saya berada di pihaknya. Bagaimana bisa anda…,”
“Jangan kau pikir aku bodoh Dante..! Aku tahu pria yang ebrada di perusahaan itu bukan Tuan Xavier yang asli dan mu pun tahu akan hal itu,” sinis Athena.
“A…apa?”
“Jadi bagaimana?”
“Saya uhuuk uhukkk” Dante tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena dia langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
“Aku akan memberimu penawar racunnya jika kamu setuju bekerja sama denganku. Bagaimana?”
“Apa maksud anda Nona Athena?” Dante menatap tajam Athena yang duduk di depannya.
“Anda tidak mengerti juga Tuan Dante?”
“Anda meracuni saya..?”
“Lihat tikus itu…!” Athena menunjuk seekor tikus besar yang berada di samping Dante.
Dante hanya bisa menurut melihat ke arah yang di tunjuk oleh Athena. Tadinya Dante melihat tikus yang tengah terbatuk-batuk darah namun apa yang terjadi selanjutnya membuat Dante membulatkan mata. Bagaimana tidak tubuh tikus itu tiba-tiba meleleh seperti lilin hingga hanya tulang saja yang tersisa.
“A…ada apa dengan tikus itu?” tanya Dante dengan syok.
“Itu efek racun yang aku berikan padamu,” jawab Athena enteng.
“A…AAPAAAA?”
“Racun itu bekerja selama 30 menit sebelum melebur seperti itu dan sisa waktumu tinggal 5 menit lagi,”
“BAIK AKU SETUJU BEKERJASAMA DENGAN ANDA NONA ATHENA…!” teriak Dante dalam kepanikan.”
Flashback off
Mengingat kenangan penculikan itu membuat Dante merinding seketika. ANdaikan saat itu dia salah memilih pilihan maka dia akan langsung tewas.
“Harusnya aku yang di culik bukan mu,” kesal Xavier yang menatap sinis Dante.
“Haa…?”
__ADS_1