Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 73


__ADS_3

"Kaki tak berguna!"


Bugh


Bugh


Mr X dengan amarah yang meluap-luap memukul kakinya dengan tangannya namun tak merasakan apapun lagi. Tak ingin putus asa Mr X mengambil sebuah lampu di atas meja lalu di arahkannya pada kakinya.


"TUAN...!"


SRETTTT


Seseorang dengan kecepatan tinggi langsung menahan tangan Mr X sebelum lampu itu sejengkal lagi menghantam kaki sang Tuan.


"LEPASKAN! APA KAMU MULAI MEMBANTAH PERINTAHKU TARA?" bentak Mr X yang menatap tajam pria di depannya yang memiliki naman Tara.


"Maaf Tuan bukan untuk tidak mematuhi perintah Tun tapi ini juga demi kebaikan Tuan."


"KAU...,"


"Tuan daripada anda mewlampiaskan semua kemarahan anda pada kaki anda yang tak bersalah akan lebih baik anda mengikuti terapi agar kaki anda bisa kembali normal seperti sedia kala." Kata pria yang bermnama Tara itu.

__ADS_1


"Jangan menasehatiku! Kaki ini benar-benar tidak berguna. Bagaimana bisa aku mengalami kelumpuhan?" kesal Mr X karena tidak terimah dengan kenyataan saat menyadari jika dirinya harus mengalami kelumpuhan.


"Harusnya anda bisa lebih semangat untuk membalas dendam Tuan," ucap Tara dengan senyum miring yang tercetak di bibirnya.


Mr X yang mendengar apa yang dikatakan oleh Tara langsung terdiam dengan wajah datar dan dinginnya. Mr X tentu akan melakukan balas dendam tanpa dimjinta sekalipun hanya saja balas dendam dengan keadaannya yang seperti ini sama saja dengan bohong.


"Tuan harusnya bangkit dan membalas dendam kepada orang-orang yang membuat Tuan mengalami hal yang tragis seperti ini," terang Tara yang berusaha membangkitkan sisi kejam sang Tuan agar membalas dendam daripada terpuruk pada kenyataan yang menyakitkan itu.


"Balas dendam dengan keadaan seperti ini itu sama saja dengan mustahil Tara." Ungkap Mr X dengan senyum pahit di bibirnya.


"Lalu Tuan akan membiarkan mereka menikmati hak yang harusnya menjadi milik Tuan justru di nikmati oleh orang lain yang lebih parahnya lagi adalah musuh anda sendiri?"


Mr X mengepalkan tangannya dengan kuat tak lupa tatapannya yang tadinya meredup kosong kini telah kembali tajam setajam pisau yang siap menusuk siapa saja musuhnya.


"Tuan tidak perlu khawatir tentang kaki Tuan, saya yakin Rey akan bekerja keras membuatkan anda ramuan untuk bisa berjalan kembali. Tuan tidak sendiri masih anda kami di sisi Tuan yang akan selalu mendukung Tuan sekalipun Tuan ingin menghancurkan dunia ini maka kami akan ikut dengan sukarela. Tuan hanya memungut kami dari jalanan dan kehidupan kelam hanya orang-orang bodoh yangh menghianati Tuan,"


Mr X yang mendengar itu tertegun dia lupa jika masih ada orang lain di pihaknya saat ini. Mungkin anggota yang lain bisa menghianatinya namun untuk Rey dan Tara itu tidak akan pernah terjadi untuk yang dua orangnya Mr X tidak bisa menebak terlalu jauh karena Mr X tahu jika sudah terbaring koma selama 5 tahun, maka sudah 5 tahun juga kedua oprang itu tidak berada di sisinya.


"Aku harap mereka tidak sampai mengkhianati Tuan jika itu terjadi kami benar-benar akan perang antar saudara. Walaupun dia saudaraku tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Tuanku hanya demi saudaraku yang jelas-jelas berada di jalan yang salah. Aku tahu terlihat konyol dan terdengar bodoh akan tetapi sedari awal hidup kami telah menjadi milik Tuan Mr X semenjak Tuan memungut kami dari jalanan."


Tara tidak tahu harus berbuat apa saat ini jika sampai kedua orang itu benar-benar berkhianat maka dapat di pastikan jika akan terjadi perang diu antara saudara sedarah hanya karena beda Tuan. Namun, walau begitu Tara sudah berjanji tidak akan pernah mengkhianati Tuannya karena baginya Mr X adalah penolongnya yang menolongnya dari jalanan dan gelap malan dinginnya malam.

__ADS_1


Haaaah


Terdengar helaan napas Mr X yang memberat membuat Tara menatap sanfg Tuannya saat ini.


"Ada apa Tuan?" tanya Tara dengan memperhartikan wajah Mr X.


"Kamu benar, harusnya aku tidak seperti ini terus aku harus bangkit dan membalas dendam kepada mereka." kata Mr X dengan suara yang rendah namun dapat Tara rasakan adanya kemarahan dan kebencian dari suara yang di keluarkan oleh sang Tuan.


"Itu harus Tuanku,"


"Lalu bagaimana jika terjadi perang saudara nantinya?


"Jika anda mengkhawatirkan saya maka saya berani bersumpah demi kepala saya sendiri saya tidak akan pernah berpihak pada siapaun selain anda Mr X. Bahkan jika haruis berperang dengan saudara sendiri maka saya akan maju di posisi paling pertama melindungi anda. Sejak anda memungut saya dari jalanan sejak saat itu saya bersumpah jika saat ini anda adalah penyelamat dan juga junjungan akan saya selalu ikuti sampai akhir hayat saya.," ucap Tara dengan suara yang serius dan lantang.


Mr X yang mendengar itu sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya. Mr X tahu bawahannya ini tidak akan pernahj mengkhianatinya walaupun nanti mungkin perang saudara itu akan terjadi. Bedanya jika dia hanya saudara biasa maka berbedang dengan dierinya dan seseorang.


"Bagaimana keadaan di luar?" tanya Mr X.


"Itu.., Maaf Tuan kami tidak bisa mempertahankan posisi tetapaman. Saat ini markas hampir di kuasai sepenuhnya peluang kita hanya 30% lagi Tuan." jawab Tara engan nada gugup


HAHAHAHA

__ADS_1


__ADS_2