Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 207


__ADS_3

''Kapan kamu mencintai anak saya?"


''12 tahun lalu,''


''APA..?''


Kenzo menatap tajam Xavier yang duduk tenang dengan menatap Kenzo tanpa rasa ragu sedikitpun.


''Jangan bercanda. Anda mengenal putri saya baru beberapa bulan lalu bagaimana bisa anda mencintai Atrhena selama 12 tahun. Apa anda sudah gila?" sentak Kenzo dengan kesal karena menganggap apa yang dikatakan oleh Xavier itu semuanya hanya lah bualan semata saja.


''Saya mengatakan yang sebenarnya. Anda masih ingat tentang penculikan yang terjadi pada Athena 12 tahun lalu??" tanya Xavier.


''Tentu saja, aku akan selalu mengingat kenangan pahit itu,'' kata Kenzo dengan dingin bahkan matanya mengkilat tajam dengan aura membunuh yang kuat.


''Sebelumnya saya minta maaf. Penculikan itu ada sangkut pautnya dengan saya,'' kata Xavier dengan tegas dan mantap.


Sontak saja semuanya langsung menegang mendengar apa yang dikatakan oleh Xavier. Athena menatap kekasihnya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Kenapa Xavier sampai membuka lembaran luka lama yang menganga di dada kedua pria kesayangannya itu.


''Apa maksudmu??" tanya Alisya dengan aura dingin.


''12 Tahun lalu saya di culik di negara ini karena saya mengikuti keluarga  saya yang berlibur. Saya di culik seseorang lalu datanglah seorang gadis kecil dengan beraninya menwarkan diri untuk ikut di culik. Kami di culik hingga kami di kurung di tengah hutan selama berhari-hari lamanya. Gadis kecil itu sangat tangguh dan tanpa takut apapun. Selama hampir 10 hari kami di kurung dia tak pernah menangis ataupun mengeluh kelaparan apapun. Berbeda dengan saya yang begitu ketakutan padahal umur saya waktu itu sudah 13 tahun. Hingga di hari ke 10 gadis kecil itu mengajak saya untuk kabur bersamanya. Kami kabur bersama dalam hutan dengan para penjahat itu yang mengejar kami semua. Demi menyelamatkan saya gadis kecil itu bertarung mati-matian hingga sampai sekarat dan tanpa saya ketahui ternyata dia di nyatakan koma. Sejak saat itu saya sudah memutuskan jika hidup saya hanyalah milik gadis keciul itu. Gadis kecil itu tak lain dan tak bukan adalah putri anda Tuan Kenzo yaitu Queenzi Athena Amora Keano..!'' terang Xavier dengan jujur.


''Jadi kau pria itu brengsek itu??" teriak Kenzo murka.


''Benar..! Saya adalah anak itu. Anak yang tak bisa apa-apa selain menangis dan merengek ingin pulang,''


Bugh

__ADS_1


Bugh


Bugh


''SIALAN...! GARA-KARA KAMU AKU HAMPIR KEHILANGAN ANAKKU BRENGSEK..!'' teriak Kenzo yang memukul Xavier dengan brutal.


Bugh


''Karenamu putri kesayanganku harus koma..!''


Bugh


''Karena kamu putraku harus hidup satu ginjal bertahun-tahun..!''


Bugh


Bugh


''Karenamu putra putriku hidup menderita sialan...!'' teriak Kenzo yang menggila menghajar membabi buta Xavier.


Mereka semua memang tidak tahu kronologis kejadian yang sebenarnya karena Athena memilih untuk merahasiakannya. Namun siapa sangka jika Xavier sendiri yang datang menyerahkan diri. Kenzo bagaikan orang yang kesetanan menghajar Xavier dengan segala kekuatannya membuat pria itu kini sudah tidak berdaya di bawah kukungan Kenzo.


Kenapa Xavier tidak melawan? Bukan tidak ingin melawan tapi dia ingin semua orang tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Xavier tidak ingin memulai semuanya dengan masih ada rahasia yang belum dia sampaikan. Xavier tidak ingin ke depannya nanti rahasia itu menjadi bumerang dirinya sendiri.


Tentu saja Xavier tahu jika dia berani membuka suara maka keadaan inilah yang akan menimpahnya. Xavier tentu saja tahu jika dia akan langsung di hajar sama Kenzo karena kebenaran ini. Walau begitu Xavier tidak akan melawan karena memang itu adalah harga yang harus dia terima. Tidak ada yang menghentikan Kenzo dalam kmenghajar Xavier karena mereka juga merasa kesal dan marah mengetahui jika pria itu adalah dalang yang membuat Athena kecil harus di culik.


Tanpa mereka ketaui Athena terpaku menatap sang daddy menghajar pria yang dia cintai dengan begitu brutal. Athena tidak memprediksi jika Xavier akan mengutarakan kejadian yang sudah bertahun-tahun lamanya. Athena tidak ingin semua ini, dia tidak ingin pria yang dia cintai menderi seperti itu.

__ADS_1


''D..dad hentikan Dad..!'' teriak Athena yang berdirih menatap tajam sang daddy.


Kenzo yang ingin melayangkan pukulan ke arah Xavier langsung menghentikan gerakan tangannya. Matanya melirik Athena yang kini berdiri menatap ke arahnya.


''Athena..,''


''Hentikan dad,'' ucap Athena dengan suara yang bergetar.


''Daddy ingin membunuh pria yang aku cintai?''


Deg


Kenzo yang mendegarnya tertegun menatap ke arah Athena dengan pandangan terluka lalu matanya menatap ke bawah. Untuk sesaat matanya terkejut melihat Xavier yang kini sudah tidak berdaya di buatnya.


''Lio hanya mengatakan kejujurannya kenapa Dad sampai ingin membunuhnya?'' ucap Athena dengan lirih.


Lagi lagi ucapan Athena kini menampar Kenzo yang masih berada di atas tubuh Xavier. Athena benar, Xavier dia hanya mengakui kejujurannya lalu kenapa dia harus semarah dan ingin membunuhnya sedangkan Xavier hanya ingin mengungkapkan kebenarannya.


'' Princess maaf Daddy..,'' Kenzo tidak lagi melanjutkan kalimatnya saat melihat air mata Athena telah tumpah.


Athena segera berjalan mendekati Xavier membantu pria itu untuk bangun dimana wajahnya bahkan sudah lebih baik wajah seekor babi. Melihat wanitanya menangis hati Xavier terisi pilu. Dengan tangan lemahnya Xavier mengelus menghapus air mata wanitanya.


''Jangan menangis babe, itu menyakitiku,'' bisik Xavier dengan menangkup wajah Athena.


***


Hadeh kalau udah bucin mau mati saja masih terlihat baik-baik saja.

__ADS_1


Xavier nggak tahu tempat ya? Emang udah bucin akut 


__ADS_2