Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
138


__ADS_3

“Ryuga…!” desis Xavier.`


“Kenapa kaget seperti itu? Apa kamu tidak menyangka jika aku menyerangmu? Sayangnya pemikiranmu yang seperti itu sangatlah salah karena sekarang akuy adalah musuhmu,” kata Ryuga yang tersenyum licik.


“Aku tidak kaget hanya saja aku cukup terkesan dengan keberanianmu melawanku secara terang-terangan. Apa karena kamu merasa tersaingi jika kelompokku akan menguasai wilayah kekuasaanmu?” 


Ryuga yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya dengan keras karena apa yang dikatakan oleh Xavier tepat sasaran.


“Apa kekuatan pasukan selemah itu hingga kau harus takut pada kelompokku pak tua?”


“Diam kau Xavier…! Aku menyerangmu bukan karena takut wilayahku di kuasai oleh mu tapi karena aku menginginkan kekuasaanmu. Jika kamu mati maka aku akan menjadi penguasa yang tinggi..!” teriak Ryuga dengan membayangkan dirinya menguasai pasukan Xavier.


Ryuga jelas tahu jika memang kekuatan pasukan Yakuza miliknya tidak sekuat akan kekuatan milik Xavier. Tentu saja hal itu membuat Ryuga merasa takut jika Xavier merebut semua wilayah kekuasaannya. Ditambah dengan Xavier yang memiliki keras kepala dan tak mudah dikelabui membuat Ryuga semakin takut dibuatnya.


Oleh karena itu pula membuat Ryuga memiliki ambisi yang kuat untuk menghancurkan Xavier. Ryuga hanya bisa mengandalkan anak buahnya yang banyak dibandingkan dengan milik Xavier.


Di saat Elio datang padanya tentu saja Ryuga akan langsung menerima tawaran Elio yang ingin bekerjasama untuk membalaskan dendamnya pada Xavier.


“Ayo kita hajar dia bersama-sama,” ucap Ryuga yang memberi kode pada Elio.


“Hm ternyata kalian hanya sekumpulan para pengecut saja. Tapi tak apa akan aku ladeni kalian,” kata Xavier yang memasang posisi siaga.


“Kami tak peduli yang mi pedulikan kmu cepat mati..!” desis Elio yang langsung meneyrang Xavier.


Bugh 


Srek


Krekk


Perkelahian semakin sengit dengan saling menyerang satu sama lain. Xavier berusaha menghindar dan juga menyerang secara bersamaan. Elio dan Ryuga beberapa kali terkena dan terjatuh karena pukulan dan juga tendangan Xavier. Begitu pula Xavier yang dimana ujung bibirnya dan pelipisnya sudah berdarah karena terluka.


Walaupun Xavier kuat tapi dia juga pasti punya dimana dia merasa lelah. Apalagi Ryuga juga kekuatannya bukan main-main ditambah dengan Elio yang menyerang secara bersamaan membuat Xavier kewalahan sendiri.


HAHAHAHA


Tiba-tiba saja Ryuga tertawa terbahak-bahak dengan suara lantangnya. Sontak saja Xavier mengernyitkan alis melihat tingkah Ryuga di depannya itu.

__ADS_1


“Lebih baik kamu menyerah saja Xavier..! Lihat di sekelilingmu..! Semuanya, anak buahmu kini mulai terkapar satu persatu. Lihat mereka…! Mereka bahkan sudah babak belur itu semua karena kalian akan kalah.. hahaha…,”


“Diam si4lan..! Kami tidak akan pernah kalah pada manusia rendah seperti mu..!” teriak Tara dari kejauhan sana.


“Benar..! Kami tidak akan kalah..!” sahut-sahutan anak buah Xavier terdengar jelas di telinga Ryuga dan juga Elio terutama Xavier.


Xavier menoleh ke arah sekelilingnya, anak buahnya memang satu persatu tumbang namun mereka kembali bangkit lagi. Xavier bisa merasakan api yang membara di dalam diri para anak buahnya. Xavier maupun semua orang yang ada di dalam kelompoknya tak menginginkan sebuah kekalahan. Jika memang harus bertarung sampai mati maka mereka akan memilih bertarung sampai mati daripada harus menjadi budak orang yang telah membunuh para saudara mereka.


“JIKA PUN AKU HARUS MATI MAKA AKU JUGA AKAN MENYERET KALIAN UNTUK MENGIKUT KU MENEMUI RAJA YAMA…!” teriak Xavier yang kembali menerjang Ryuga.


Namun pergerakan Xavier terhenti saat mendengar suara hujaman peluru dan juga suara baling-baling helikopter di atas mereka.


“HABISI MEREKA SEMUA…!” teriak seseorang yang bergelantungan di udara sana dengan menggunakan bantuan tali sebagai pengikatnya.


ATHENA


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Athena yang datang dengan membawa 2 helikopter membabi buta musuh dengan hujaman peluru.


Dor


Dor


Dor


Tak hanya peluru yang mereka layangkan namun juga puluhan Bom yang meledak secara bersamaan di tempat-tempat tertentu.


“SIAPA DIA…?” teriak Ryuga kesal setengah mati saat melihat anak buahnya yang berjatuhan.


“Dia Athena Tuan Ryuga,” jawab Elio yang menatap Athena di atas sana dengan penuh obsesi.


“Wanitanya Xavier?”


“Bukan dia wanitaku..!” bantah Elio dengan wajah mengeras.


“Wanitamu? Jangan bermimpi sialan…! Dia wanitaku..!” teriak Xavier dengan menatap tajam Elio.


“Dia wanitaku tapi kau merebutnya,”

__ADS_1


“Bukan aku yang merebutnya tapi kau yang mengaku sebagai diriku. Jangan lupa kau memakai identitasku untuk mendekatinya hingga menjadi kekasihnya,” bentak Xavier dengan amarah yang meledak-ledak.


Elio yang mendengarnya langsung terdiam ku karena memang benar apa yang dikatakan oleh Xavier itu. Sedari awal dirinya memang menggunakan identitas Xavier sebagai identitasnya. Jadi memang dari awal harusnya Elio sadar diri bukan.


“Aku tak peduli…! Dia adalah kekasihku..!”


“Kekasih apanya? Orang yang bersama mu itu mutan bagaimana kamu bisa menganggap wanitaku sebagai kekasihmu,”


Ingin sekali Xavier berteiak di depan muka Elio jika yang menjadi kekasihnya adalah mutan. Tapi Xavier tahu pasti Athena tidak ingin identitasnya terbongkar.


“SIALAN AKAN AKU BUNUH WANITA SUND4L ITU…!” teriak Ryuga yang mengamuk melihat anak buahnya yang telah banyak gugur.


Xavier yang mendengar suara Ryuga langsung menoleh matanya terbelalak saat melihat pria itu ingin menembak Athena yang sedang bergelantungandi udara.


Dor


“Si4l4n…1 Siapa yang menembakku?” teriak Ryuga marah karena dia di tembak.


“Jangan menyentuh wanitaku..!” ucap Xavier dengan saura berat dan rendah.


“Elio habisi pria itu..!” perintah Ryuga yang memerintahkan Elio untuk membunuh Xavier.


“Tapi…,”


“Jika kamu mencintai wanita itu aku tidak peduli. Lihat anak buahku banyak yang mati hanya karena gadis itu,” bentak Ryuga dengan napas yang memburu.


Sedangkan di atas sana Athena dengan brutal membabat habis anggota Ryuga dengan peluru dan juga Bom bahkan ada ebberapa anggota Xavier yang etrkena dampaknya.


“Sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini,” guman Athena yang sedang memainkan pistolnya hingga tatapannya melihat sesuatu di bawah sana.


“Sialan mereka berani sekali saling mengeroyok,” geram Athena melihat Xavier yang di keroyok oleh Elio dan juga Ryuga.


“Rania dekatkan aku ke pertarungan Xavier…!” titah Athena kepada Rania lewat earphone yang digunakannya.


“Tapi Nona itu berbahaya, salah satu pria itu memegang senjata api,” terdengar suara Rania di earphone Athena.


“Rania aku tidak suka penolakan..!” Athena menggeram marah karena perintahnya tidak di jalankan.

__ADS_1


“Maaf Nona…,


__ADS_2