
"Baby ready?"
"Of course!"
Kevin dan Amora langsung mengeluarkan senjata masing-masing yang berupa belati. Tanpa Amora sadari Xavier melotot melihat belati di tanganya.
"Belati itu...," Xavier menatap belati itu lalu menatap Amora dengan pandangan yang sulit di artikan.
Jleb
"Berhati-hatilah jangan hanya terus menatapku seperti itu walau aku tahu aku memang hebat." Bisik Amora yang mengecup singkah kuping Xavier.
Deg
"Gadis itu.., sejak kapan dia menjadi nakal seperti itu?" guman Xavier yang masih terpaku pada kejadian barusan.
"Bos, kita akan mati jika BOs hanya diam." kata Dante yang menyandarkan Xavier.
"Aku belum mau mati perjuangaku mendapatkan Amora bahakan belum sukses," kata Xavier yang langsung mencabut pistol yang berada di belakang pinggangnya.
Dor
Braak
Krekk
Suara tembakan dan perkelahian terus bergema di dalam bar itu. Tempat yang tadinya jadi tempat orang bersenang-senang kini mereka harus meringgut ketakutan saat melihat bagaiman orang di depan ereka itu saling menyerang dan membunuh satu sama lain.
Suara teriakan ketakutan tak di membuat Xavier dan anggotanya yang hanya beberapa orang itu berbelas kasih. Bahkan dengan brutal mereka⁰ menyerang kubu musuh dengan membabi buta.
"Dimana Amora?" teriakan Xavier kepada Dante saat tak menemukan keberadaan Amora.
"Nona Amora naik di lantai 2 tadi Bos," jawan Dante dengan terus menembaki musuh.
Mendengar itu Xavier langsung mengumpat kesal karena dirinya kecolongan. Dengan memerintahkan Dante untuk melindunginya Xavier langsung menerobos keluar dan berlari naik ke lantai dua.
__ADS_1
Dante yang menghadapi kenekatan sang Bos tak punya pilihan lain selain melindungi sang Bos dari serangan peluiru yang di arahnya kepada para menembak.
Di lantai atas Amora sudah melepaskan kaca mata dan ikat rambutnya hingga kini gadis itu terlihat berantakan. Di belakang Amora berdiri Kevin yang senantiasa menjaga gadis itu dari serangan belakang.
"Cih dimana bandot tua?" gerutu Amora yang kesal karena tidak menemukan pria tua yang ingin membunuh sang ayah angkat.
"Sabar baby, ayo kita cari." Kevin segera mengajak Amora mencari pria tua itu.
Sedangkan di tempat lain Xavier terus membuka setiap ruangan yang berada di lantai dua itu. Namun entah sudah berapa ruangan yang dia buka tak menemukan keberadaan Amora.
"Dear, dimana kamu?" guman Xavier yang terus membuka pintu hingga di pintu yang memiliki nomor 077 bukannya menmukan Amora justru menemukan musuh.
Dor
Xavier membulatkan mata saat melihat sebuah senjata yang langsung di todongkan padanya. Bersyukur Xavier memiliki refleks yang baik hingga langsung bersembunyi di belakang kursi.
"SIAPA KAMU? KENAPA KAMU IKUT CAMPUR URUSANKU?" bentak pria tua yang duduk di sofa tunggal itu dengan 10 orabf pengawalnya.
"Cih aku tidak mengganggumu,"
"LALU KENAPA KAMU MENYERANG ANGGOTAKU?"
"Wanita yang mana?" tanya sang pria tua dengan dahi yang mengernyit bingun.
"Jangan berlagak tidak tahu pak tua, jelas-jelas kamu menyuruh anggotamu untuk membunuh wanitaku!"
Mendengar itu pria tua itu langsung terdiam kaku dengan ekspresi bingun. Namun, di detik berikutnya pria tua itu membulatkan mata saat menyadari jika wanita yang di maksud pria muda di depannya itu adalah gadis kaca mata tadi.
"Dengar aku tidak mengganggu wanita itu tapi wanita itu yang datang menggagal rencanaku," kesal pria tua itu
Baru saja Xavier ingin membuka mulutnya tiba-tiba saja pintu ruangan itu di buka dengan kkasar dari luar.
Dor dor
Brakk brakk
__ADS_1
"Ternyata kamu disini bandot tua, berani sekali pria tua sepertimu ingin mengusik ayahku? Apa kamu bosan hidup ataukah harus aku sendiri yang turun tangan?" sinis Amora yang menatap kesal ke arah pria tua di depannya itu.
"J4l4ng sialan jangan ikut campur urusanku."
"DIA AYAHKU! SEBELUM KAMU MEMBUNUH AYAHKU AKU DULU YANG AKAN MEMBUNUHMU!"
Amora langsung melompat menyerang ke arah pria tua itu. Akhirnya pertarungan kembali terjadi walau kalah jumlah Amora, Kevin dan Xavier berusaha untuk melawan sekuat tenaga. Terlihat kedua pria itu dengan kompak saling melindungi dan melindungi Amora karena Amora adalah wanita spesial di dalam hati mereka.
Dor
"Berhati-hatilah Pak tua," ejek Xavier yang menatap Kevin dengan tajam.
"Cih jangan banyak bacot bocah, lindungi baby ku." Perintah Kevin yang mengeplak kepala Xavier dengan ganggang pistolnya.
"Si...,siapa kamu? Ke..kenapa kamu ikut campur urusanku ini?"
"Sudah aku katakan jika aku adalah Putrinya," desis Amora menatap pria tua di depannya itu dengan niat membunuh yang sudah terkumpul besar.
"Ti...,tidak mungkin, Kevin tidak menikah bagaimana bisa memiliki seorang putri. Wajah kalian juga tidak mirip jadi jangan berbojhong lagi." Kata pria tua itu dengan napas yang tersenggal-senggal karena Amora yang mencekik lehernya.
"Aku memang bukan Putri kandungnya, tapi putri angkatnya. Akan tetapi, apa kau tidak ingin tahu siapa kedua orang tuaku yang sebenarnya?" bisik Amora di telinga pria tua itu.
"Kenzo Devandra Keano dan Alisya Demian Keano serta cucu dari seorang Liang Xu,"
Deg
Pria tua itu emakin bergetar ketakutan saat mengetahui identitas asli dari wanita muda di depannya itu yng sangat berpengaruh di dunia.
"Tidak mungkin," pria tua itu menggelengkan kepalanya memilih untuk tidak percaya.
"Cih kau tahu ini," Amora menunjukan sebuah gelang yang memiliki marga Keano membuat pria tua itu pucat pasi.
"Ti..,"
Dor
__ADS_1
Dor
"Amora...!