
“Bersujud….! Memohon dan bersujud padaku maka aku akan melepaskanmu dari tempat ini,” bisik Athena dengan senyum misterius.
“KAU…!” Ryuga menunjuk wajah Athena dengan telunjuknya.
“Kenapa? Tidak mau? Ya sudah jangankan salahkan aku jika…,” ucapan Athena langsung terhenti saat Ryuga memotong ucapan dari Athena.
“Baik…! Baik aku akan bersujud,” potong Ryuga dengan napas yang memburu menahan amarah.
Ryuga tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang di-inginkan oleh Athena karena dirinya masih ingin hidup. Dengan menahan amarah yang meluap-luap dalam dirinya Ryuga memutuskan untuk tunduk pada Athena.
“Nona tolong bebaskan saya, saya berjanji tidak akan mengganggu Nona ataupun orang-orang yang berada di dekat Nona,” ucap Ryuga dengan terpaksa.
“Cih jika aku bebas, aku bersumpah akan membunuh semua orang yang kau sayangi. Aku akan menyiksamu dengan sangat berat hingga kau memohon ampun dan meminta kematian padaku wanita sund4l,” kata Ryuga dalam hati dengan terus mengutuk Athena.
“Baiklah, silahkan pergi,” ucap Athena dengan tersenyum manis.
Ryuga yang mendengar itu langsung tersenyum mendongak ke atas menatap Athena yang sepertinya benar-benar melepaskannya.
“Dasar wanita bodoh,kamu pikir aku akan diam saat kamu menghancurkan semua yang aku punya? Tunggu dan lihat saja pembalasan apa yang akan aku lakukan di masa depan wanita si4l34n…1” kata Ryuga dalam hati lalu berjalan pergi dengan tertatih-tatih.
Matanya melirik anak buahnya yang sudah terkapar semua dengan keadaan sekarang. Beberapa orang memohon pada Ryuga untuk membawanya pergi tapi Ryuga tidak peduli akan hal itu. Saat ini yang ada dalam pikiran pria paruh baya itu hanya satu yaitu menyelamatkan diri sendiri.
“Kalian yakin jika Nona Athena melepaskan pria itu begitu saja?” tanya Rey yang menatap Ryuga yang melewati mereka.
“Tidak…!” jawab Tara dan Dante bersamaan.
“Eh kenapa kalian kompak seperti itu?” kata Roy dengan menatap kedua sahabatnya itu dengan heran dan juga bingung.
“Pertama Nona Athena bukanlah orang yang bermurah hati,” kata Dante dengan melirik Ryuga.
“Kedua, jika sudah masuk dalam kandangnya pilihannya hanya dua mati di rumah sakit atau mati di tangannya,” timpal Tara.
“Masa sih?”
Dor
AAAAAA
Baru saja pertanyaan itu keluar dari mulut si kembar terdengar suara tembakan lalu disusul dengan suara kesakitan seseorang.
“Sudah kuduga,” guman Tara dan Dante yang hanya bisa geleng-geleng kepala menatap iba Ryuga yang sudah masuk ke dalam kandang singa.
“RANIA BAWAH TUA BANGKA BAU TANAH ITU KEMARI…!” teriak Athena penuh perintah.
“Baik Nona,” Rania yang memang dekat dengan Ryuga langsung menghampiri Ryuga yang sedang berlutut karena Athena menembak lututnya.
Srettt
“CEPAT BERDIRI DAN JALAN…!” bentak Rania yang menarik kasar baju Ryuga.
“Lepaskan aku wanita j4l4ng…!”
Bugh
__ADS_1
“DIAM BODOH…! SUDAH MAU MATI MASIH JUGA BANYAK B4C0T,” umpat Rania dengan menyeret paksa Ryuga menuju Athena.
“Aku lihat wanita ini juga tidak akan jauh berbeda dengan Nona Athena,” guman Tara yang menatap ngeri bagaimana cara Rania menyeret tubuh kekar tak berdaya Ryuga.
“Aku sependapat denganmu, sepertinya wanita juga ini adalah titisan Nona Athena,” sahut Rey yang ikut bergidik ngeri.
BRUKKK
Tanpa perasaan Rania langsung mendorong kasar Ryuga hingga lagi lagi harus tersungkur dan mencium kaki Athena karena Rania menginjak kepalanya hingga mencium sepatu Athena.
“Oh rupanya kau sangat rendah ya Tuan Ryuga yang terhormat,” sinis Athena dengan tersenyum licik.
“Diam kau wanita si4l4n…!”
PLAK
Satu tamparan melayang di wajah Ryuga membuat pria itu semakin tak memiliki tenaga.
“Babe…!” Xavier mendekat memeluk Athena dengan erat namun lembut.
Sretttt
Xavier mundur beberapa langkah ke belakang saat seseorang dengan berani menariknya kasar hingga terlepas dari pelukan Athena.
“Menjauh dari Nona muda ku…!” kata Rania yang penuh penekanan setiap katanya menatap tajam Xavier.
“Siapa kau?” Tara datang memasang badan pada Xavier.
Glek
Tara langsung menelan ludah saat tersadar siapa yang dia hadang itu. Tara hanya bisa cengengesan lalu mundur ke belakang.
“Xavier duduklah, pria tua bangka ini milikku. Kalian tidak bisa mengambilnya,” kata Athena dengan dingin.
“Oke Babe, lakukan apapun yang kau mau,” Xavier segera mundur dua langkah di belakang.
Melihat itu keempat pria di belakang Xavier juga segera melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh bos mereka.
“Kau tahu aku sudah sangat lama mencarimu Tuan Ryuga yang terhormat..!”
“Siapa kau?”
“Siapa aku? Apa kau tidak mengingatku Pak Tua? Ah jika kau lupa bagaimana dengan panggilan Paman Gondrong?” kata Athena dengan senyum manis di bibirnya.
Deg
Ryuga yang mendengar nama panggilan itu langsung tertegun. Matanya melotot hampir keluar dari tempatnya menatap Athena dari ujung kaki sampai ujung rambut.
“Bagaimana Paman gondrang? Apa kau sudah mengingatku?”
“K….KAU…,”
“RANIA DUDUKKAN DIA…!’’ perintah Athena.
__ADS_1
Rania yang mendengar perintah langsung menurut dengan mengambil sebuah kursi lalu mendudukan Ryuga di atas kursi itu.
“Ya…! Aku adalah anak kecil 12 tahun lalu yang kau siksa habis-habisan di hutan belantara itu hingga aku harus koma selama 10 hari. Kau tahu semenjak itu aku sangat ingin membunuhmu sayangnya pergerakanku selama ini tidak bisa luas dan bebas,”
Ryuga melototkan matanya saat mendengar pengakuan gadis di depannya itu yang mengaku gadis kecil 12 tahun lalu yang dia bunuh di pinggir hutan.
Bukan hanya Ryuga yang kaget tapi Rania pun sama. Terutama Xavier yang berdiri kaku dengan mata yang menatap kosong mendengar pengakuan Athena yang koma selama bulan karena itu.
PLAK
“Ini karena kamu yang membuat aku koma,”
PLAK
“Ini karena kamu membuat wanita yang amat aku sayangi menangis,”
PLAK
“Ini karena kamu saudaraku harus hidup dengan satu ginjal selama 2 tahun,”
PLAK
“Ini untukmu yang membuat pria yang sangat aku cintai menangis dalam diam,”
PLAK
PLAK
“Itu balasan karena akibat dari perbuatanmu membuat aku harus hidup selama hampir 12 tahun di dalam sangkar emas,”
Dada Athena naik turun melampiaskan amarahnya yang selama bertahun-tahun. Ingatannya masih terekam jelas bagaimana ia setiap malam melihat Kenzo selaku sang ayah yang menyalahkan diri karena tidak bisa melindunginya. Bagaimana dia harus menyaksikan saudaranya yang dulunya sehat harus menjadi lemah dan memakan makanan yang rasanya begitu tawar setiap hari selama 2 tahun berturut-turun.
Athena tidak akan bisa melupakan bagaimana kedua lelaki yang dia sayangi tersakiti di waktu yang sama dan dalam jangka waktu yang panjang.
“Bu..bukan kau waktu itu sudah mati?” tanya Ryuga dengan lemah.
‘’Mati? Apa kamu pikir keturunan dari Keano akan mati begitu saja? Jangan salh bahkan jika kami sudah dikatakan mati pun oleh dokter kami akan kembali hidup jika kemauan itu ada,” jawab Athena dengan mengelilingi Ryuga.
“Kamu pasti sudah tahu jika pria itu adalah anak yang sudah kau culik 12 tahun lalu bukan?” bisik Athena dengan senyum sinisnya.
“Sebenarnya aku mencarimu bukan hanya karena dendam 12 tahun lalu sih,”ucap Athena dengan menatap satu persatu kukunya.
HAHAHA
Srett
Ahhh
Ryuga mendesis sakit saat mulutnya dirobek sebuah belati kesayangan yang ada di tangan Athena.
JLEB
AAAAAAAA
__ADS_1