Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 161


__ADS_3

“A…apa… Tu…Tuan to…lomh sa…, Ahhhh”


Slasssh


Tangan kanan mOna langsung terpisah dari tubuhnya di lanjutkan dengan tangan kiri lalu kedua kakinya terakhir kepalanya yang terpisah dari badannya.


Semua yang ada di dalam ruangan itu bergidik ngeri melihat bagaimana melihat cara penyiksaan yang dilakukan Athena pada Mona. Dengan serentak mereka menatap ke arah Xavier yang sedang berdiri di pojokan sana.


“Tidak Tuan tidak wanitanya mereka sama-sama menakutkan dan sangat kejam. Benar-benar pasangan yang serasi,” kata mereka dalam hati menatap ngeri pasangan itu.


“Sudah selesai?”


“Hm, aku kotor,” kata Athena melihat pakaiannya.


Xavier hanya tersenyum berjalan ke arah Athena lalu menggendong gadis itu alah bridal style.


“Dante pesankan dres untuk wanitaku, pastikan warnanya warna hitam,” kata Xavier yang berlalu pergi.


Dante hanya bisa mengangguk dengan menatap punggung dua orang yang sudah pergi akan itu. Kembali mereka menoleh ke arah tubuh Mona yang sudah tidak lagi utuh satu sama lain.


“Benar-benar mengerikan, siapa yang mencari masalah dengannya akan kembali merasakan hal itu. Aku benar-benar bersumpah untuk tidak membuat masalah dengan Nona Athena,” ucap Tara dengan wajah yang sudah pucat pasi.


“Sebenarnya Nona Athena adalah pribadi yang hangat dan baik hanya saja dia bisa menjadi iblis bagi orang yang mengusiknya,” sahut Rania tiba-tiba membuat keempat pria di depannya itu langsung menatap ke arahnya.


“Ada apa?” tanya Rania santai menatap keempat pria di depannya itu tenang.


“Kau apanya Nona Athena?” tanya Roy dengan datar.


“Saya salah satu anggota dari kelompok yang di pegang kakak Nona Athena. Kalian pasti sudah tahu siapa yang saya maksud,” kata Rania dengan enteng.


“Maksud Nona itu Tuan Kaisar,”

__ADS_1


“Yah, itu ketua saya, hanya saja sedari kecil saya lebih di tugaskan untuk menjaga Nona Athena,” terang Rania yang berlalu pergi.


“Kenapa kau di tugaskan menjaga Nona Athena?” tanya Rey yang ikut penasaran.


“Apa kalian lupa bahkan baru beberapa menit tadi Nona Athena membuka perkenalan lengkapnya?”


“Katakan saja…!” timpal Dante dengan dingin.


“Jika Nyonya Alisya adalah Ratunya maka  Athena adalah Mataharinya Keano. Mereka di jaga ketat karena mereka selalu menjadi bulan-bulanan musuh dari keluarga Keano. Setiap Mafia atau musuh karena persaingan bisnis akan selalu menargetkan Nona Athena sebagai sasaran mereka. Namun dengan kaburnya Nona Athena disini ternyata lebih aman daripada berada di Negara kelahirannya sendiri,”


“Mungkin karena mereka tidak mengetahui akan keberadaan nona Athena,”


“Ya itu adalah salah satunya, di bandingkan Kaisar jelas sekali jika Nona Athena lebih unggul di bidang komputer,”


“Ku rasa begitu, Nona Athena selama ini sangatlah tertutup rapat aku bahkan tidak bisa mengalahkannya,” kata Tara dengan suara pelan.


Rania hanya mengangguk sebelum pergi karena memang dia tidak terlalu mengenal mereka. Rania sengaja mengatakan kebenaran keahlian Athena kepada mereka agar nanti jika sesuatu yang buruk terjadi mereka bisa bergerak cepat.


“Babe kemarilah,” Xavier menyuruh Athena untuk duduk di kursi yang telah ia siapkan.


Athena dengan tenang berjalan santai menuju Xavier dengan senang hati Xavier menyambut kedatangan Athena. Pria itu dengan lembut mengeringkan rambut sang pujaan hati dengan menggunakan hair dryer.


Tok


Tok


“Tunggu disini, itu pasti Dante yang mengantarkan kamu pakaian,” bisik  Xavier yang langsung berjalan menuju pintu. 


Sampai di pintu Xavier membukanya perlahan lalu mengambil kantong yang di bawah oleh Dante.


“Babe,”

__ADS_1


“Untukku?”


“Hm,. pakailah selesai ini kita ke kantor. Aku tidak bisa meninggalkan kamu disini lagi, aku takut orang-orang itu membuatmu kelaparan lagi,” kata Xavier dengan tenang.


“Tapi juga ikut kamu di perusahaan untuk apa Hon, toh disana juga aku nggak berguna,”


“Siapa bilang, kamu sangat berguna. Karena jika kamu jauh aku akan merindukanmu,” bisik Xavier yang mencium singkan bibir Athena.


“Pakailah,”


Athena langsung mengambil pakaian yang di sodorkan Xavier lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Sampai di kamar mandi tanpa basa basi Athena langsung menggunakan pakaian itu yang sangat pas di tubuhnya seakan-akan pakaian itu memang sudah di rancang khusus untuknya.


“Lebih baik aku ke perusahaan, karena walau aku disini juga aku tidak ada kerjaan lain. Dengan ikut di perusahaan aku mungkin bisa mendapatkan mainan yang menarik,” kata Athena dalam hati.


Selesai merapikan pakaiannya Athena langsung keluar dari kamar mandi.


“Kemana dia?” guman Athena melihat sekeliling kamarnya tapi tidak menemukan keberadaan Xavier.


Tak mau ambil pusing Athena langsung berjalan ke meja rias lalu menyisir kembali rambutnya menggunakan sedikit make up dan juga pelembab bibir agar terlihat tidak kering.


Ceklek


“Babe kau sudah selesai?”


Tiba-tiba pintu kamar terbuka ternyata yang masuk adalah Xavier.


“Sudah,” jawab Athena yang merapikan rambutnya karena dia mengikatnya.


Cup


“Jangan di ikat, aku tidak suka ada yang melihat leher jenjangmu selain aku,” bisik Xavier yang melepaskan ikat rambut Athena.

__ADS_1


“Ayo,” Xavier mengulurkan tangannya hingga menggenggam lembut Athena membawanya keluar dari kamarnya.


__ADS_2