Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 125


__ADS_3

“Langsung saja aku mengajak kamu bertemu disini karena aku ingin mengatakan bahwa…,” kalimat Xavier langsung di potong oleh Cloe.


“Mengatakan apa  Xavi?” potong Cloe yang semakin yakin jika Xavier akan melamarnya.


“Aku ingin pertunangan kita di batalkan..!”


“APA…?”


Cloe yang baru saja duduk langsung berdiri kembali saat mendengar penuturan dari pria di depannya itu yang berucap dengan begitu lantang. Cloe menoleh ke arah para pengunjung yang sedang menatap ke arahnya membuat Cloe semakin malu. Akan tetapi, walau malu Cloe tidak akan pernah melepaskan Xavier yang sangat kaya itu.


“Apa kamu tidak dengar? Aku mengatakan ingin membatalkan pertunangan kita,” ucap Xavier lagi dengan suara yang mulai meninggi.


Cloe yang mendengarnya langsung membelalakan mata, “Tidak bisa seperti itu Xavier…! Kita sudah lama bertunangan bagaimana bisa kamu ingin membatalkannya begitu saja? Aku tidak terima akan hal ini..!” teriak Cloe.


“Aku tidak peduli intinya aku sudah memutuskan pertunangan ini. Aku tidak peduli kamu setuju atau tidak yang aku butuhkan memutuskan pertunangan ini dengan begini Athena tidak salah paham lagi kepadaku,” kata Xavier dalam hati yang menatap jengah Cloe.


“Kita hanya di jodohkan jadi di saat aku dewasa dan menemukan orang yang aku cintai maka aku bisa memutuskan untuk hidup dengan siapa saja,” ucap Xavier dengan enteng.


“Xavier kita itu sudah…,”


“Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku terutama dengan Elio Lostanzo?” sinis Xavier yang menyeringai dingin.


Deg


Cloe yang mendengar apa yang dikatakan oleh Xavier langsung tertegun di tempat. Matanya menatap Xavier dengan gugup tak lupa juga Cloe menelan ludah dengan kasar. Bagaimana Xaier bisa mengetahui apa yang dilakukan olehnya dnegan Elio. Akan tetapi saat mengingat jika dirinya bisa mengatakan jika dirinya tak bisa membedakan mana Xavier yang asli membuat Cloe kembali tenang lagi.


“Aku minta maaf Xavi, aku tidak tahu jika itu bukan kamu. Aku menganggap itu kamu karena kamu sangat baik sehingga aku menganggap jika itu adalah dia,” kata Cloe dengan memasang ekspresi sedih dan meneyesal.


Namun yang tak di sangka-sangka Cloe adalah Xavier tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi, di pendengaran Cloe tawa Xavier sangatlah terdengar mengerikan.

__ADS_1


“Kenapa aku merasakan firasat buruk? Tidak bisa, Xavier harus aku miliki apapun caranya,” kata Cloe dalam hatinya yang penuh ambisi untuk memiliki Xavier.


“Jangan berpura-pura bodoh lagi Cloe, kamu pikir aku tidak tahu jika kamu dan Elio adalah dalam kecelakaan ayng aku alami 5 tahun lalu. Selagi aku meminta baik-baik lebih baik kamu turuti jika tidak maka aku akan berbuat sesuatu yang tak akan pernah kamu pikirkan,” geram Xavier.


Cloe yang mendengarnya tentu saja merasa kaget dengan fakta yang di dengarnya itu. Bagaimana Xavier dengan enteng mengetahui konspirasi itu.


“Sial, aku harus memikirkan cara lain membuat Xavier tunduk padaku atau aku ancam dia pakai itu saja yah?” kata Cloe dalam hatinya.


“Aku tidak mau pertunangan kita di batalkan. Kamu lupa Xavier jika aku marah maka aku hanya dengan satu kali perintah tanah itu akan di hancurklan termasuk isi di dalamnya,” ancam Cloe.


Srettt


“Xa…Xavier le..,lepaskan..,” Cloe meronta-rontah dalam cekikan Xavier.


Xavier yang selalu di ancam akan dengan hal itu tentu saja menjadi marah. Dulu dirinya akan langsung tunduk jika di ancam akan hal itu. Namun sekarang Xavier memutuskan untuk melawan dan mencri tahunya sendiri.


“Satu perintah..? Kamu lupa amu ada dimana he? Hanya dengan satu gerakan mu akan langsung mati di tangaku..!” desis Xavier yang semakin memperkuat cekikkannya.


“Masih mau melawan he?”


“Ba…baik a…aku setu..ju,” kata Cloe yang terbata-bata.


Xavier yang mendengarnya tersenyum sinis tapi bukannya melepaskan Xavier justru semakin memperkuat cekikannya hingga emmbuat wajah Cloe menjadi merah. Melihat wajah merah Cloe baru Xavier  melepaskan leher Cloe.


Uhhuuuk uhukkk


Cloe sampai terbatuk-batuk karena sesak napas. Wanita itu dengan rakus menghirip udara mengisi paru-parunya yang kehilangan banyak oksigen.


“Sekarang tanda tangani..!” perintah Xavier yang melemparkan sebuah kertas di depan Clioe.

__ADS_1


Cloe yang masih mengatur napasnya langsung menatap ke arah meja mereka. Disana terdapat selembar kertas yang entah apa isinya. Cloe mengambil kertas itu lalu membacanya matanya langsung melotot melihat isi dari kertas itu. Kertas berisikan surat kontrak yang mengatakan jka pertunangan Cloe dan Xavier di putuskan olehnya dengan suka rela.


Cloe yang membaca akan poin ke poin yang tertulis di atas kertas itu tentu saja merasa sangat tidak setuju. Cloe menatap Xavier dengan kesal dan juga marah menjadi satu.


“Apa-apaan ini Xavier? Bagimana bisa disini di tulis aku yang memutuskan pertunangan ini sedanfgkan kenyataannya kamu yang memutuskannya…!” sentak Cloe dengan marah.


“Tanda tangani atau mati..!”


Xavier yang sudah sangat muak dengan apa yang dilakukan oleh Cloe langsung menodongkan moncong pistol ke arah kening Cloe.


“Xavier ini tempat umum..!” pekik Cloe.


“Tempat umum? Coba lihat sekelilingmu..!” ucap Xavier yang dengan penuh perintah.


Cloe yang tidak emngerti dengan apa ayng dikatakan oleh Xavier langsung memutar kepalanya ke samping. Namun saat melihat apa yang terjadi di sekitarnya Cloe langsung tertegun dan bergetar ketakutan. Bagimana tidak puluhan opistol kini terarah padanya membuat Cloe merasa takut akan hal itu.


“Xavier ini…,”


Ternyata tanpa sepengetahuan cloe semua orang yang ebrada di restoran itu adalah anak buah dari Xavier. Tentu saja Xavier dengan matang melakukan rencana itu karena tak ingin membuat masalah.


“Tanda tangani..!” sentak Xavier dengan suara yang cuukup tinggi.


“I…Iya,” Dengan gemetar Cloe mengambil pena lalu menanda tangani kertas itu.


Sedangkan di tempat lain seorang gadis dengan santainya memainkan tangannya di atas keyboar komputernya. Gadis itu tak ain adalah Athena entah apa yang dilakukan intinya saat ini gadis itu tengah mengatak atik leptopnya.


“Queen,” sosok yang sama muncul di belakang Athena.


“Ada apa?” tanya Athena yang memutar kursinya.

__ADS_1


“Tuan Adrian sangat menjaga tanah itu dengan beberapa penjaga yang lumayan kuat. Namun di dalan lapangan itu tidak ada apapun selain satu gubuk reok dan ada juga satu kuburan yang berjenis kelamin wanita. Wanita itu bernama Ariana Kinera,” terang sang mutan kepada Athena.


“Kuburan? Ariana Kinera?”


__ADS_2