
“Nona ayo saya antar di ruang tengah saja, mungkin Nona Rania yang anda maksud ada di ruang tamu,” kata wanita kedua yang langsung menarik lembut lengan Athena membawanya menuju ruang tamu.
Athena yang malas berdebat hanya mengikuiti apa yang di aahkan oleh wanita di depannya itu. Lagipula jika pun kedua wanita itu ingin menyerangnya maka itu adalah hal mudah bagi Athena. Walau dia sedang kelaparan bukan berarti dia lemah.
Jika kalian pernah mendengar pepatah yang mengatakahkan jika makanan adalah tenaga maka di saat kelaparan pula adalah terkumpulnya sisa-sisa tenaga itu hingga orang yang sedang kelaparan cenderung suka marah-marah dan mengamuik tidak jelas. Jika prutnya sedang lapar amka apapun yang kita lakukan maka hasilnya tetap sama yaitu selalu salah di mata mereka.
Perlu juga di katahui adalah rasa lapar yang terjadi pada wanita dan ptia itu jelas berbeda. Jika pria yang kelaparan maka dia hanya akan bermalas-malasan. Namun jika wanita yang sedang kelaparan maka di saat itulah kalian akan melihat perwujudan dari singa betina yang sedang mengamuk.
Sampai di ruang tamu ternyata Rania memang berada di sana. Sedangkan Rania yang melihat kedatangan Athena lamngsung berdiri lalu membungkukkan badannya.
"Nona muda,"
''Sudahlah, tolong kak Rania carikan aku makanan ringan di dapur. Aku sungguh kelaparan dan rasanya ingin mati saja," kata Athena dengan duduk tak berdaya di atas sofa.
"Jika begitu kami akan masak dengan cepat Nona," kedua wanita itu langsung berlari cepat ke arah dapur untuk memasakan sang wanita milik Tuan mereka.
__ADS_1
Sedangkan Rania dengan segera langsung beranjak pergi menuju ruangan lain yaitu untuk menemui si kembar Roy dan Rey. Saat ini hanya mereka berdua harapannya karena di dapur tidak ada makanan ringan sama sekali
"Aku harap si kembar gila itu masih ada makanan ringan seperti itu. Aku takut Nona Athena mengamujk hingga mengacaukan markas ini," guman Rania dengan kepala yang di gelengkan.
"Tuan," panggil Rania saat melihat si kembar baru saja keluar dari lab.
Sontak saja Rey dan Roy langsung menoleh ke arah asal suara. Mata kedua pria mwenyipit melihat wanita yang mereka duga sebagai bawahan Athena menghampiri mereka.
"Ada apa?" tanya si Rey sedangkan Roy hanya diam.
"Tidak ada. Ada apa? APa kau lapar? Jika lapar maka ke dapur saja suruh para pelayan membuatkan kamu makanan," kata Rey yang menganggap jika Rania yang nerasa kelaparan.
"Saya tidak leparan Tuan, yang lapar Nona saya yaitu Nona muda Athena. Nona mudaku kapan saja bisa marah dan mengamuk jika isi perutnya tidak segera di isi," terang Rania.
"APA...? NONA ATHENA KELAPARAN?" teriak si kembar yang kaget.
__ADS_1
"Benar Tuan, saat ini Nona AThena sedang menahan lapar dan para pelayan baru saja memulai masak,"
"Sial ini benar-benar bahaya," umpat keduanya yang langsung menarik Rania.
"Tuan kita mau kemana...!?' teriak Rania kaget.
"Masih bertanya ingin kemana? Tentu saja mencarikan pengganjal perut Nona muda mu itu. Bisa hancur markas ini jika smpai gadis pembuat onar itu membuat masalah," ketus Roy.
Sedangkan di sisi Athena gadis itu terus mengelus perutnya yang sepertinya cacxing di perutnya sudah berdemo meminta diisi makanan.
''Kapan makanannya ada? Aku sudah sekarat, aku sudah mau mati rasanya," teriak Athena dengan suara yang lemah.
Athena tidak mengetahui jika apa yang baru saja dia katakan itu membuat seseorang seperti orang kesetanan.
"DANTE SIAPKAN MOBIL...!" teriak Xavier yang justru melewati Dante begitu saja.
__ADS_1
"EH TUAN TUNGGU...!"