
"AMORA!"
Klik
Xavier mematung melihat pistol di keningnya yang di todongkn oleh Amora padanya.
"Jangan pernah meninggikan suara anda padaku Tuan Xavier Achellio Argantara! Tidak ada yang berani yang membentakku dan anda hanya orang baru yang masuk dalam hidupku apa hak anda membentakku? Kalian hanya orang asing yang singgah dan berada di dekatku bukan orang terdekatku bahkan wanita yang melahirkanku saja tidak pernah membentakku. Jangan membuatku marah sebelum aku porak-porandakan markas kecilmu itu."
Deg
BRAKK
Amora kelar dari mobil Xavier dengan membanting pintu mobil itu dengan kencang. Ingin sekali Amora menarik pelatuk pistol di tangannya itu hingga menembus kepala Xavier. Namun, entah kenapa Amora tidak melakukannya.
"Nona...,"
"Minggir sebelum aku tebas kepalamu!"
__ADS_1
Glek
Dante yang mendengar akan hal itu menelan ludah dengan kasar. Matanya menatap ngeri katana yang ada di belakang Amora. Dengan gerakan pelan Dante segera bergerak menyamping menjauh dari motor Amora.
Brum...
"Astaga, ternyata Nona Amora lebih menakutkan di bandingkan Tuan Xavier." Kata Dante dalam hati dengan menatap ngeri kepergian Amora.
Tak punya pilihan lain Dante segera mendekat dan mengetok kaca mobil Xavier. Xavier yang masih terpaku itu langsung di sadarkan oleh ketukan Dante yang mengetok kaca jendela.
Klik
"Kita kemana Bos?" tanya Dante setelah menjalankan mobilnya.
"Ke villah saja," jawab Xavier dengan suara datar.
Dante yang mendengar apa yang apa yang di ucapkan oleh sang Bos langsung terdiam dan mengikuti seperti apa yang di inginkan oleh sang Bos. Dante paham tanpa di jelaskan jika sudah seperti ini itu artinya Bos nya itu sudah tidak baik-baik saja. Dante tidak tahu harus menyalahkan siapa namun jika benar seperti apa yang dikatakan oleh Xavier beberapa hari lalu jika Amora memiliki identitas yang lain maka dapat di pastikan jika ada yang tidak beres.
__ADS_1
Jika seperti apa yang diucapkan oleh Amora maka berarti gadis itu tidak pernah di perlakukan kasar seperti barusan. Walaupun itu bukan kekerasan fisik namun gadis yang tidak pernah menerima bentakan seperti itu maka akan sangat marah jika mereka membentaknya.
Ckittt
Setelah berkendara beberapa saat akhirnya mereka sampai di sebuah Villa yang sangat indah dengn suasana alam yang masih sejuk karena vila itu berada di ujung kota dan sedikit jauh dari keramaian.
Xavier yang sadar jika mereka sudah sampai di tempat tujuan segera turun tanpa menunggu Dante membukakan pintu untuknya.
"Kembalilah ke perusahaan atur semuanya, aku mungkin tidak akan ke perusahaan untuk beberapa saat." Kata Xavier dengan datar dan dingin.
Mendengar itu Dante sebenarnya ingin menolaknya tapi setelah melihat wajah datar tanpa ekspresi milik sang Bos memutuskan untuk diam. Jika sampai dia membuka mulutnya maka bisa jadi di detik berikutnya kepalanya telah terpisah dengan tubuhnya.
"Baik Bos akan saya lakukan dengan baik," Dante kembali masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan villa itu.
Xavier berbalik masuk ke dalam vila yang langsung di sambut beberapa pelayan dio vila itu.
"Selamat datang Tuan," para pelayan itu segera membungkukkan badannya mereka.
__ADS_1
Namun Xavier yang sedang dalam situasi hati yang tidak baik hanya bersifat acuh. Berjalan melewati mereka semua menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2 villa itu.