Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 11


__ADS_3

Athena yang merasa lapar memutuskan untuk keluar mencari makan dan belanja kebutuhan serta bahan makanan untuk dirinya beberapa hari. Sampai di depan rumah matanya menatap sebuah sepeda yang terparkir di sebelah rumahnya. Athena langsung menghampiri pemilik rumah minta izin mau untuk meminjam sepeda merka.


Setelah meminta izin Athena langsung membawa sepeda itu. Walau hanya sepeda terlihat wajah gadis itu yang berseri karena bisa merasa bebas tanpa adanya bayang-bayang pengawal dari sang daddy dan juga sang kakak.


Saking asyiknya melihat keadaan pemandangan sekitar. Athena sampai tidak memperhatikan di depan sana ada sebuah bahaya. Hingga suara itu membuatnya jatuh dari sepeda dengan lengan kiri yang luka karena peluru salah sasaran.


“Mati kau sialan…!” Teriak Elio yang menarik pelatuk pistol di tangannya.


Bugh


Dor


Awwwwwh


Xavier menoleh ke arah asal suara namun matanya langsung terpaku melihat wanita di depannya itu terluka. Tembakan yang Elio tembakan memang meleset karena Dante memukul pria itu hanya saja karena meleset peluru itu mengenai seorang gadis yang bersepeda.


“Kau.., beraninya..!”


Xavier yang melihat jelas wajah dari gadis itu di tambah dengan warna merah dari lengannya yang mengenakan baju putih membuat warna lain langsung terlihat. Dengan wajah memerah menahan emosi Xavier berjalan mendekat dan menyerang Elio dengan brutal.


“Hajar mereka semua!” titah Xavier yang menghajar Elio dengan keras.


Bugh


Bugj


Krek


AAAAAAH


“Harusnya dari awal kamu tida mncari masalah dengan kelompokku.” Bisik Xavier di telinga Elio dengan senyum miring di bibirnya.


Tak


Setelah memastikan jika Elio sudah tidak sadarkan diri Xavier langsung berdiri berjalan mengahampiri Athena yang membalut luknya dengan robekan bajunya.


“Nona..!”


Athena yang bersiap untuk pulang ke rumahnya langsung berhenti saat seseorang memanggilnya. Athena dengan malas berbalik melihat siapa gerangan memanggilnya. Namun, saat melihat pria di depannya wajah yang tadinya ramah langsung berubah datar.


“Ada apa Tuan? Tuan tahu, Tuan itu selalu membuat orang lain celaka saja. Pertama tadi pagi bahkan anda dengan tanpa hati nuraninya membiarkan anak kecil bersujud padamu. Sekarang, lihat! Aku hanya lewat di sekitarmu tapi aku langsung sial. Tidakkah anda berfikir jika anda adalah pembawa sial?” sempor Athena dengan kesal.


Dante yang berada di belakang Xavier langsung bergetar ketakutan. Mengapa di dunia ini masuih ada gadis yang memiliki mulut sepedas itu. Hanya saja masalah utamanya adalah gadis itu tidak mengetahui jika saat ini adalah akhir dari hidupnya yang tentram.


Sedangkan Xavier hanya diam dengan wajh datar. Jika orang lain yang berkata seperti itu maka saat itu juga Xavier akan melubangi kepalanya dengan peluru miliknya. Namun, entah kenapa di gadis di depannya itu justru membuatnya tertawa terbahak-bahak.


HAHAHAHAHAH

__ADS_1


Dante yang mendengar suara tawa dari sang Tuan langsung menjatuhkan rahangnya dengan mul;ut yang menganga lebar.


Uhukkk uhukk


Xavier yang masih tertawa langsung tersedak saat sesuatu dengan paksa masuk ke dalam mulutnya.


“Dasar gila, makan tuh roti.” Umpat Athena yang berlalu pergi begitu saja.


“Tuan…,” Dante segera menepuk-nepuk punggung Xavier.


“Uhukk mana gadis itu?” tanya Xavier saat tak menemukan keberadaan Athena di depannya.


“Itu Tuan..,” tunjuk Dante.


“Tuan mau kemana..!” Teriak Dante yang melihat Xavier brlari.


Srettt


“Tunggu Nona.” Xavier langsung mencekal tangan Athena.


“Apa lagi sih, Tuan tahu? Saya ini lapar mau makan, malah di cegat oleh klian.” Kesal Athena.


“Obati luka mu dulu,”


“Cih, aku tidak akan mati dengan hanya satu peluru itu.”


Srett


Xavier hanya acuh menggendong Athena seperti karung beras. Athena terus memberontak tapi tidak bisa. Hingga sampai di mobil Xavier menurunkan thena di jok belakang.


“HEY JANGA JALAN DULU!” teriak Athena panik.


“Ada apa nona?”


“AMBIL DULU SEPEDA ITU! ITU SEPEDA ORANG, AKU TIDAK PUNYA UANG UNTUK GANTI RUGI.” Teriak Athena.


“Bukankah tadi ingin mengganti rugi sepatu saya?” Kata Xavier dingin.


“Aku hanya minta orang rumah untuk kirim.” Jawab Athena enteng.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit. Athena langsung di tangani dengan di bawah keruangan untuk di keluarkan pelurunya.


“Ku harap mommy baik-baik saja disana,” harap Athena.


Setelah selesai mengelurkn pelurunya entah bagaimana hingga Athena dengan mudah melarikan diri dari pantauan Xavier.


“DANTEEE…!” teriakan Xavier menggelegar di dalam ruanga itu hingga sampai di luar.

__ADS_1


“Ada apa Tuan?” Dante muncul dengan napas yang ngos-ngosan karena baru dari kamar mandi.


“Dimana gadis itu?” tanya Xavier dengan nada datar dan dingin menatap tajam Dante.


"Ada di…Loh kemana.."


"Kemana Dante? Dia tidak da disana!" Bentak Xavier.


"Ma….maaf Tu..Tuan tapi ta…tadi masih disana, saya izin ke WC sebentar."


"Kenapa tidak pakai toilet di dalam kamar ini saja?"


"Tadi katanya, Nona itu ingin menggunakannya juga."


Bugh


"Dasar bodoh! Cepat cari…!" Titah Xavier.


"Baik Tuan."


Dante segera berbalik berjalan keluar mencari keberadaan Gadis yang di cari Xavier. Tanpa peduli jika bibirnya sobek dan berdarah karena bogem mentah dari Xavier.


"Gadis kecil, kemanapun kamu pergi aku akan terus mencarimu. Salahkan saja dirimu yang membuat sesuatu di dalam sini tergerak." Guman Xavier yang meremas dada kirinya yang dimana jantungnya berdebar tak karuan.


"Enak benar bawah aku ke rumah sakit nggk di kasih makan," gerutu Athena yang menyantap makanannya.


Setelah merasa kenyang Athena langsung ke kasir membayar makanannya. Setelah selesai baru Athena berjalan keluar kembali mengayun sepedanya menuju sebuah supermarket untuk berbelanja.


Waktu terus berjalan, Athena sampai di rumah saat hari sudah gelap. Ternyata pemilik dari sepeda itu sedang menunggunya di depan rumah. Melihat Athena datang pria paruh baya itu segera mendekat ke arahnya.


"Maaf Paman, aku baru pulang." Ucap Athena yang merasa bersalah karena bisa sampai selama itu.


"Syukurlah nak akhirnya kamu kembali juga, paman sangat khawatir denganmu." Ucap pria paruh baya itu yang langsung membantu Athena membawa belanjaannya di depan rumah gadis itu.


"Terima kasih Paman." Ungkap Athena dengan ikhlas.


"Lain kali jangan suka pulang segelap ini. Ini bisa. Bahaya buat kamu nantinya jika pulang sampai segelap ini." Nasehat pria paruh baya itu.


"Memang kenapa Paman?"


"Itu di gang salah satu tempat terjadinya perampokan bahkan beberapa kali terjadi pemerkosaan di sana. Ada baiknya kamu pulang cepat, walau kamu di cegat nanti kamu terobos saja jangan berhenti."


Athena yang mendengar itu langsung menganggukan kepala saja. "Terima kasih Paman, karena telah memberitahu aku soal ini."


"Ya sudah, Nak masuklah sekarang. Hari sudah gelap istirahatlah," ucap pria paruh baya itu yang tersenyum ke arah Athena.


"Baik Paman,"

__ADS_1


Athena berbalik masuk ke dalam rumah kecil yang menjadi tempatnya itu untuk tinggal.


__ADS_2