
Amora terus mencari orang yang memberinya bunga namun tidak menemukan satu orang pun di sekitar. Lelah mencari Amora akhirnya memtuskan untuk pulang karena hari juga sudah mulai sore.
Amora berjalan kaki menuju rema sewanya hingga di jalan sepi Amora melihat sekelompok orang yang sedang mencegat sebuah mobil mewah.
"Aduuuh tuh orang kenapa tidak tabrak saja sih? Mau cari mati kali dia atau mobilnya lebih berharga dari mobilnya? Dasar orang kaya bodoh, kan kalau di rampok tinggal beli apa susahnya," Gerutu Amora yang bersembunyi memerhatikan keadaan sekitar yang benar-benar sepi.
"Ini kan emang jalan yang memang tidak di lalui lalu kenapa juga orang itu lewat sini? Benar-benar cari mati nah sekarang malah keluar tuh orang cari ma... Eh dia punya pistol?" Amora menatap orang di depannya itu yang sedang bertarung dengan para perampok sesekali pria itu akan menembak.
"Eh astaga itu kenapa dia di gotong seperti itu? What...! Dia lumpuh? Aku harus memikirkan cara untuk menolong orang itu."
Amora dengan segera keluar dari persembunyiannya lalu berjalan menghampiri bos preman yang sedang menyandra pria lumpuh itu.
Bugh
Brukk
Sebuah tendangan keras menghantam belakang bos preman hingga membuat sang bos preman langsung tersungkur.
"SIAPA YANG..."
"AKU.. KENAPA?"
Amora berdiri menantang bos preman itu dengan berani menatap tajam pria kekar di depannya.
"Kau..., kau..,"
"Iya ini aku paman botak," kata Amora dengan senyum manis di bibirnya di arahkan ke arah bos preman yang sudah membelalakan mata menatap gadis jelek di depannya itu.
"Gadis jelek sialan kali ini kamu benar-benar akan aku habisi..!" teriak Bos preman dengan amarah yang menggebu-gebu segera berlari menerjang Amora.
__ADS_1
Amora yang melihat Bos preman yang sedang menuju ke arahnya bukannya merasa takut Amora justru mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah seriaian licik.
"Tidak kapok-kapok ya..?" sinis Amora yang berbalik menatap pria yang dia tolong.
Untuk sesaat mata Amora tertegun melihat wajah orang yang ia tolong itu. Namun ekspresi terkejut itu hanya beberapa detik karena di detik berikutnya Amora langsung mengatur ekspresinya. Dengan memasang wajah hangat penuh senyuman Amora langsung berkata dengan lembut.
"Tuan tunggu saja di sini saya akan segera menyelesaikannya untuk Tuan," kata Amora yang bersama dengan sebuah tinju melayang ke arahnya.
Hap
Tangan kecil Amora langsung menangkap kepalan tinju Bos preman itu dengan kuat. wajah hangat dan tatapan lembut yang diberikannya kepada pria yang ditolongnya langsung berubah menjadi tatapan tajam dan wajah datar saat melihat wajah bus preman.
"Rupanya kalian benar-benar tidak bisa berubah dengan baik," desis Amora yang langsung melepaskan kepalan tangan Bos preman.
Bugh
Dengan sekali ayunan pukulan Amora langsung bisa mendaratkan sebuah pukulan keras di wajah sang preman. Tak hanya itu Amora terus menyerang bus preman itu dengan membabi buta bahkan bukan hanya bus preman tetapi anak buahnya juga takluk dari serangan Amora.
Tara yang sedang bertarung langsung menghentikan serangannya saat melihat jika lawannya itu berhenti di tempat dengan tubuh yang gemetar.
"Ada apa dengan kalian semua? Aku bahkan belum menyerang kalian Bagaimana bisa kalian sudah bergetar ketakutan seperti itu?" kata Tara dengan penuh percaya diri karena beranggapan jika para preman itu ketakutan karena dirinya yang perkasa.
"Kata siapa kami takut akan serangan kamu, kami tidak takut mati Namun kami takut akan wanita sihir di belakang itu." Kata salah satu preman yang menunjuk ke arah belakang tubuh Tara.
Tara yang mendengar penuturan dari preman itu langsung mengerutkan dahi dengan tatapan yang penuh tanda tanya. Akan tetapi, melihat tatapan para preman yang terus menatap ke arah belakang tubuhnya membuat para memutar tubuhnya menghadap ke belakang.
"Sebenarnya apa yang mereka takutkan? Tidak mungkin kan Mr X mereka mengatakan seorang wanita bukan seorang pria," gumaN Tara yang menoleh ke arah belakang.
Baru saja menoleh Tara langsung membulatkan mata saat melihat seorang wanita yang menghajar Bos preman dengan begitu brutal.
__ADS_1
BUGH
PLAKK
KREKKK
"AAAAAAAA..!"
"Ampuni saya Nona, Saya berjanji untuk tidak lagi merampok orang Saya berjanji nona." teriak Bos preman itu di sela-sela kesakitannya.
Amora yang sedang kesal jhanya mengacuhkan teriakan kesakitan para preman itu bahkan tak tanggung-tanggung Amora sampai membanting tubuh kekar dan besar mereka di atas aspal.
"Ya Tuhan dia wanita atau pria?" guman Tara yang melototkan matanya.
"Cepat pergi...!"
Bos preman langsung menyuruh anak buahnya untuk kabur tanpa membawa hasil apapun lagi. Mereka tak peduli jika saat ini mereka tidak mendapatkan hasil apapun yang penting bisa lepas dari Amora wanita yang mereka beri julukan wanita sihir.
"Hey kita belum selesai," kata Tara yang menarik salah satu preman yang kabur.
"Bertarungnya lain kali dulu Tuan saya masih ingin hidup, saya tidak mau ambil resiko dengan tetap berada disini itu sama saja saya menyerahkan nyawa saya pada wanita sihir itu," kata preman itu yang langsung berlari kabur.
"Apa semenakutkan itu? Memang brutal tapi...,"
"HEIII TUAN CEPAT KEMARI SEBELUM SAYA SERET ANDA DARI SANA...!"
"Astaga sepertinya aku salah pridiksi," guman Tara yang langsung menghampiri Amora.
"Ada apa Nona?" tanya Tara dengan memasang wajah datar.
__ADS_1
"Kamu tanya ada apa? Lihat...! Tuanmu itu sudah seperti patung. Sedari tadi aku bertanya tapi dia hanya diam seperti orang idiot." Kesal Amora.
"Eh"