Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 129


__ADS_3

“Ada apa dengan Tuan Xavier? Apa karena terlalu lama menjomblo hingga sampai dengan ponsel saja dia jatuh cinta?” batin Dante syok melihat tingkah Xavier.


“Ngapain kamu disana? Ini ambil ponselmu..!” Xavier menyodorkan ponsel milik Dante.


Dante dengan senang hati menerima ponselnya itu. Tak lupa juga Dante mengelus-elus ponselnya membuat Xavier merasa heran dengan tingkah sang asistennya itu.


“Lebih baik cari pasangan kekasih sana daripada cinta dan sayang-sayang benda mati,” sindir Xavier yang langsung pergi begitu saja tanpa peduli apa yang akan di pikirkan oleh Dante.


Sedangkan Dante yang mendengar apa yang dikatakan oleh sang Bos hanya bisa geleng-geleng kepala karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sang Bos. Namun di detik berikutnya Dante langsung ketar ketir duluan saat menyadari jika yang di katai oleh sang Bosnya tadi adalah dia.


“Dasar Tuan edan…, aku sayang-sayang karena dia kebiasaan banting barang orang. Sudah di banting, tidak di ganti pula,” kesal Dante menatap pintu yang sudah tertutup.


Sedangkan di tempat lain Athena yang sedang sibuk memikirkan langkah apa yang akan di ambilnya di kagetkan dengan sebuah notif dari ponselnya.


Drettt


Athena mengernyitkan alisnya saat melihat jika ada sebuah foto yang di kirim dari nomor asing. Dengan penasaran Athena membuka pesan itu hingga ia bisa melihat potret Xavier bersama Cloe bersama dan ada juga video mereka yang dimana Xavier memutuskan pertunangan mereka secara sepihak.


“Dari dia rupanya. Tidak mengherankan sih karena ada orang jenius di sampingnya,” guman Athena yang tersenyum puas karena satu penghalangnya sudah tidak ada lagi.


Entah kenapa Athena merasakan perasaan yang bahagia karena mengetahui Xavier langsung melakukan apapun yang dia minta. Walau AThena belum mencintai Xavier akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya ia juga sudah mulai menerima kehadiran Xavier. Mau bagaimanapun juga Xavier adalah sosok yang dia tunggu-tunggu selama ini.


“Aku harap masalah ini cepat berakhir hingga aku bisa menjalani kehidupanku yang seperti aku inginkan. Aku juga ingin seperti daddy dan mommy hidup penuh kebahagiaan, mempunyai anak dan juga saling mencintai satu sama lain. Aku harus membantu semuanya akan selesai walau aku tahu jika Xavier cukup mampu akan hal itu. Silahkan kamu urus si keparat itu, aku akan mengurus masalah kamu yang satunya,” kata Athena yang memegang bandul kalung yang dia pakai sekarang. 


Kalung itu adalah kalung pemberian Xavier 12 tahun yang lalu saat mereka di culik. Selama ini Athena tidak pernah memakainya tapi dia akan selalu membawa kalung itu kemanapun dia pergi.

__ADS_1


“Saatnya kita bereaksi…,” guman Athena yang kembali berfokus pada leptopnya.


Athena dengan lihai memainkan tangannya di atas keyboard komputer. Lebih tepatnya saat ini Athena dengan sangat lincahnya mencari data-data milik Adrian hingga beberapa saat kemudian semua data yang dia inginkan terkumpul dengan lengkap di dalam komputernya.


“WHAT….! APA-APAAN INI?” teriak AThena yang syok membaca apa yang ada tertulis di dalam komputernya.


“Sialan..! Jadi si Adrian Pak Tua itu hanya kaki tangan dari orang-orang yang memperdagangkan manusia? Jika seperti ini aku tidak bisa berdiam diri lagi. Aku membutuhkan bantuan Rania hanya dia yang bisa aku andalkan karena aku tidak mungkin terus mengekspos para mutan itu. Jika aku sampai ketahuan maka bahaya akan datang padaku dan semakin banyak masalah yang datang dari berbagai sudut,” 


Athena hanya bisa gigit jari membaca semua kejahatan yang di lakukan Adrian Chiara. Athena berfikir jika Adrian Chiara adalah dalang utama penculikan yang terjadi padanya 12 tahun lalu. Namun siapa yang menyangka jika Adrian Chiara hanyalah tangan kanan dari kelompok itu. Bahkan kelompok yang menjadi dalam utama dari penculikan dan penjualan organ dalam tubuh itu kini semakin merajalela.


Satu fakta terakhir yang di dapatkan Athena langsung membuat gadis itu tertegun di tempat.


“Ariana Kinera…, Jadi wanita itu adalah…,”


Athena hanya bisa geleng-geleng kepala sebelum mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Tut


Tut


Athena dengan sabar menunggu dering ponsel di depan sana berharap  bisa segera mengangkat panggilan telfonnya.


“Hallo…, siapa?” terdengar suara dingin di sebrang sana.


“Kak Rania ini aku Athena,” jawab AThena dengan suara lembut.

__ADS_1


“Ada apa Nona?” suara dingin tadi langsung berubah tegas dan penuh kesopanan.


Athena yang mendengarnya langsung berdecak kesal karena orang di seberang sana memanggilnya Nona.


“Kak Rania berhenti memanggilku Nona..! Berapa kali aku bilang jangan memanggilku seperti itu..,” kesal Athena.


“Maaf Nona, saya tidak bisa. Mau bagaimana pun anda tetapi adik dari Ketua kami. Saya akan tetapi memanggil anda dengan Nona walaupun anda adalah adik kecil saya,” terang Rania dengan bijak.


“Terserah Kak Rania saja deh.., Athena malas kalau mau berdebat dengan Kak Rania,” kesal AThena yang memilih untuk mengalah.


“Ada apa Nona? Kenapa menelfon kepada saya?” tanya Rania.


Karena biasanya Athena hanya akan menelpon 2 orang untuk selalu dia telfon jika butuh bantuan.


“Aku butuh bantuan kamu kak,” 


“Bantuan yang mana Nona?”


“Begini Kak aku sedang mengerjakan sesuatu tapi aku tidak bisa bekerja sendiri terus. Jadi aku mau kak Rania bantu aku,”


“Baiklah Nona, akan saya lakukan. Katakan saja apa yang harus saya kerjakan akan saya bereskan segera..!” kata Rania dengan tegas dan yakin.


“Besok pagi segera terbang ke Italy, aku akan mengirimkan alamat lengkapnya padamu Kak,” kata Athena dengan riang.


“Italy bukannya kamu ke California?” tanya Rania yang tidak mengerti kenapa Athena sampai ada di Italy.

__ADS_1


Setahu Rania dan beberapa anggota inti yang dulu mencari AThena mereka hanya tahu jika Athena di California bukan Italy.


“California hanya pengecoh untuk kalian semua Kak, aku berada di Italy,” ucap Athena yang terkekeh lucu.


__ADS_2