Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 53


__ADS_3

"Lupakan itu, apa sekarang identitas Amora sudah kalian temukan?" tanya Xavier yang menatap Dante.


"Hanya sebagai Bos tapi kali ini sedikit beruntung," Dante segera membuka tas yang sejak tadi dia pegang.


"Nama aslinya Quenzi Athena Amora K asal Rusia memiliki satu kembaran laki-laki..., nama tidak ada," jeda Dante menatap Xavier.


"Lanjutkan!"


"Menyukai bunga Mawar biru dan menyukai belati atau senjata kecil lainnya."


Deg


Xavier yang mendengar itu langsung tertegun apa yang Dante bacakan terakhir membuat dirinya se,akin yakin jika Amora bukan gadis biasa dengan identitas biasa pula. Di tambah dengan Amora yang menyukai bunga mawar biru yang merupakan bunga yang paling mahal namun Amora bisa menyukai bunga itu berarti dia bisa memilikinya.


"Belati...," Xavier yang baru teringat dengan wanita yang menarik perhatiannya itu langsung.


Xavier yang mengingat akan hal itu langsung menarik belati yang di tinggalkan gadis itu hingga memperhatikan ukiran hurufnya.


Sama...,? Itu artinya ada kemungkinan jika Amora dan gadis itu memiliki sebuah hubungan?" guman Xavier dengan tenang.


"Klian berdua cari lagi tentang Amora, aku yakin Amora dan gadis yang berada di bandara itu memiliki sebuah kaitannya," perintah Xavier dengan tegas.


"Aku bahkan berpikir mereka orang yang sama tapi itu tidak mungkin dari segi kulit mereka sangat berbeda." Lanjut Xavier dalam hati.

__ADS_1


"Baik Bos," jawab Dante dan Roy dengan tegas.


"Bos apa gadis itu yang akan menjadi Nyonya kami?" tanya Roy kepada Xavier.


"Siapa lagi? Kalian fikir aku akan mudah jatuh cinta?" sinis Xavier dengan menatap Roy.


"Siapa tahu kan?" balas Roy dengan senyum menyebalkannya.


"Apa kalian sudah menemukan petunjuk kejadian beberapa hari lalu?"


"Aku merasakan dan melihat ada beberapa yang hjanggal dengan anggota kita yang bewkerja di Lab, karena itu aku tidak mengambil resiko dengan terus membuka ruangan itu. Aku selalu menguncinya di saat aku pulang atau aku ingin istirahat," terang Roy


"Itu lebih baik, saat ini markas ini tidak aman lagi kalian semu harus was[pasa."


"Ada apa?"


"Bahan yang di gunakan adalah bahan dari kita, dengan kata lain bisa saja bahan itu mereka beli dari kita dan di serangkan kembali dari kita."


Mendengar hal itu sontak Xavier dan Dante kaget tapi yang lebioh kaget adalah Xavier. Bukan hanya kaget tapi pria itu juga merasa kesal dan marah secara bersamaan. Bagaimana tidak? Bahan mereka beli dari mereka justru pembeli itu menggunakan bahan obat itu justru mereka balikkan kepada mereka semua.


"Apa mereka manusia? Bagaimana bisa mereka mengembalikan apa yanhg kita berikan?" kesal Dante dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Sat ini kita tidak bisa bertindak gegabah karena yang membeli obat tidak hanya satu atau dua kelompok saja," Xavier meremas kepalanya yang terasa pening.

__ADS_1


"Tapi Bos aku mencurigai seseorang," kata Roy yang mengeluarkan suaranya..


"Siapa?"


"Tuan Ryuga!" jawab Roy dengan tegas dabn yakin.


"Kenapa?"


"Begini Bos, setelah aku mengamati racun itu terbuat dari beberapa bahan racun yang biasa saja tapi karena di campur dengan racun lainnya jadi racun itu bersifat ganas dengan menyerang hampir semua organ tubuh. Kedua, di antara semua membeli yang membeli bahan pada kita hanya Tuan Ryuga yang banyak membeli bahan racun bahkan setiap bulan. Ketiga dari awal aku sudah mencurigai Tuan Ryuga akan menjadi penghianat,"


Xavier yang mendengar penuturan dari Roy mereka semua terdiam. Apa yang di katakan oleh Roy memang masuk akal karena hanya pria itu yang terus membeli bahan racun sebanyak itu bahkan sampai setiap bulannya.


Memikirkan hal itu mereka bertiga saling melirik satu sama lain karena kali ini mereka benar-benar yakin jika pria itu pelakunya. Walau pun tidak ada bukti tapi tetap saja jika di pikir secara logoika maka sudah pasti kesimpulannya jika benar Tuan Ryuga sang musuh tersembunyi itu.


"Mereka ingin bermain..., maka akan aku ladeni." Smirk Xavier dengan mata yang memincing tajam layaknya seekor singa yang menemukan buruannya.


"Kirimkan anggota mata-mata kita untuik menyusup kesana! Mereka ingin bermain maka akan kita ladeni. Kita lihat siapa yang hancur terlebih dahalu, kita atau mereka?"


Dante dan Roy yang melihat senyum aneh di bibir sang Bos hanya bisa bergidik ngeri melihata pa yang akan terjadi jika pria di depan mereka itu bertindak.


"Dasar bodoh, mereka di kasih hati minta jantung. Sekarang rasakan kegilaan dan kebrutalan singa itu," batin Dante dan oy yang menguumpat dalam hati.


"Kalian urus masalah ini, aku akan kembali ke rumah sakit wanitaku masih berada disana." Xavier langsung berdiri lalu berjalan keluar di ikuti Danted an Roy.

__ADS_1


__ADS_2