Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`Bab 166


__ADS_3

"Tante tolong saya," kata wanita yang sedang menelfon itu.


"Ada apa lagi denganmu Cleo?" tanya orang di sebrang sana.


"Tante harus menolong Cleo, saat ini Cleo benar-benar terdesak," kata wanita itu yang tak lain adalah Cleo.


"Kamu tidak membunuh orang lagi bukan? Jangan membawa-bawa tante tentang masalah kamu Cleo. Tante saja lagi bingung kenapa sampai sekarang Elio belum juga ada kabarnya. Apa Elio menelfonmu atau balik ke apartemen kalian?" tanya wanita yang berada di sebrang telfon sana.


"Aku juga tidak tahu Tan, aku kira Elio kembali ke situ makanya dia nggak pulang-pulang beberapa hari ini,' kata Cleo dengan sedikit kesal.


"Tan tolongin aku, bantu aku sembunyi dari mereka ssemua," kata Cleo yang terus merengek kepada wanita yang berada di ujung telfon sana.


'Memang apalagi masalahmu? Kamu membunuh orang lagi?" kesal wanita itu.

__ADS_1


"Tidak Tan Cleo todak melakukan hal itu. Wanita sialan itu yang menjebak Cleo. Namun sialnya orang-orang mana salah paham sama Cleo,"


"Ya sudah kamu terbanglah disini," kata wanita itu dengan terdengar helaan napas dari sana.


"Terima kasih tan," kata Cleo yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Akhirnya aku bisa kabnur dari negara ini. Aku harus mempersiapkan semuanya karena besok subuh aku harus sudah berbah. Bersyukur uang yang di kasihkan Elio selama ini tidak aku belanjakan sampai habis jadi aku bisa pergi sana sini tanpa takut kekurangan uang," kata Cleo dengan senyum penuh kelicikan.


Sedangkan di tempat lain Athena baru sadar dari tidurnya hingga membuat Xavier yang sejak tadi berjaga langsung tersadar saat merasakan tangannya sedikit bergerak.


"Mana yang sakit? Katakan sama aku biar aku periksa," kata Xavier dengan lembut.


"Aku haus," kata Athena yang mengucapkan dua kata saja.

__ADS_1


Xavier yang mendengar akan hal itu langsung saja melepaskan tangannya dari tangan sang wanita pujaan hati. Xavier berbalik mengambilkan air minum untuk Athena. Dengan lembut Xavier membantu Athena untuk bangun bersandar di kepala brankar membantunya minum.


"Sudah? Atau mau nambah lagi?" tanya Xavir saat gelas pertama yang di ambilkannya ternyata habis di minum oleh Athena.


"Tidak perlu, aku sudah cukup," kata Athena dengan senyum tipisnya.


Xavier hanya tersenyum lalu meletakan kembali gelas itu di atas meja samping brankar ranjang Athena.


''Kamu kenapa tidak menghindar tadi babe? Atau kenapa kamu tidak melawan saat wanita itu menyerang kamu?Harusnya kamu membunuhnya saja tadi. Tak perlu takut aku akan melindungimu, lain kali jika ada yang menyakitimu maka balas saja tidak perlu takut. Aku akan emnyelesaikan masalahmu tanpa namamu harus kotor babe," kata Xavier menggebu-gebu.


"Aku tidak menyangka jika dia akan nekat seperti itu tadi. Awalnya dia terkesan takut gitu makanya aku dekati tidak tahunya dia hanya sengaja melakukan hal itu agar aku mendekat ke arahnya. Lagipula jarak pisau dan aku tadi itu terlalu dekat makanya aku nggak bisa menghindar dengan benar," terang Athena dengan wajah tenang.


Padahal jauh di lubuk hatinya Athena sudah tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah pucat Cleo tadi. Athena memang tidak menghindar karena itu adalah kesengajaan dirinya sendiri untuk memancing amarah Xavier kepada Cleo wanita amsa lalunya tiu.

__ADS_1


"Aku yakin dia pasti sudah kabur tapi lihatlah kejutanku selanjutnya," kata Athena dalam hati dengan senyum liciknya.


__ADS_2