
“BERANINYA KAU MENGHINA WANITAKU…!” bentak Xavier dengan suara yang keras membuat semuanya langsung berlutut ketakutan.
“Tu…Tuan sa..saya ha…hanya mengatakan yang se..sebenarnya. Bu…bukankah wanita ini yang na..naik di atas ra..ranjang Tuan?” kata sang kepala koki dengan berani.
Dugh
Tanpa banyak bicara Xavier langsung melayangkan satu tendangan keras di rahang sang koki hingga membuat pria gendut itu langsung terjungkal ke belakang. Xavier sangat marah mendengar penuturan dari kepala pelayan yang mengatakan jika Athena adalah wanita malam. Amarahnya semakin meledak-ledak saat sang koki yang mengucapkan jika Athena wanita yang menaiki ranjangnya.
Srettt
Tanpa ampun Xavier langsung mencekram rahang kepala koki memaksanya untuk tetap mendongak menatap ke arahnya.
“Apa kau pikir aku begitu murahan hingga menyerahkan tubuhku untuk di jamah setiap wanita?” sentak Xavier dengan jakun yang naik turun menunjukkan otot-otot lehernya.
Athena yang melihat itu tentu saja tersenyum senang dengan memberi kode Rania untuk mengambilkannya kursi. Tanpa membantah Rania mengambil kursi lalu memberikannya pada Athena. Athena langsung duduk menonton drama apa yang akan di suguhkan Xavier untuknya.
“Dante ambilkan aku peralatanku…!” perintah Xavier dengan senyum miringnya.
“Baik Tuan,” Dante langsung berbalik mengambilkan barang yang sangat di sukai oleh sang Tuan.
“Ini Tuan,”
Dante meletakan koper kecil itu di atas meja namun saat koper terbuka para koki langsung berteriak ketakutan. Bagaimana tidak ketakutan isi dari koper itu adalah senjata yang di gunakan Xavier untuk menyiksa musuhnya ataupun ada yang berkhianat padanya.
Jika para koki ketakutan maka berbeda dengan Athena yang menatap penuh benar bintang pada senjata milik Xavier.
"Harusnya aku meminta Kaisar untuk membuatkan aku senjata lengkap seperti ini," guman Athena yang masih di dengar oleh Rania.
__ADS_1
"Nona bukannya Nona susah memilikinya?" Tanya Rania dengan membidik Athena.
"Ck itu hanya 12 mata, lihat punya Xavier irh ada 24 mata tahu..!" Kata Athena dengan menatap senjata Xavier penuh minat.
"Tuan ampuni saya…" sang kepala koki itu terlihat memohon ampun pada Xavier.
Jleb
Aaaa
Pria gendut itu langsung berteriak kesakitan saat Xavier dengan tanpa perasaannya menusuk punggung tangan sang koki hingga sampai tembus di telapak tangannya.
“Tangan ii tidak ada gunanya lagi karena tidak bisa memasakan makanan untuk wanitaku. Maka saatnya kita hilangkan,” smirk Xavier yang terlihat menyeramkan.
“Ti…tidak ampuni saya Tuan. Nona…, maafkan saya..! Saya berjanji akan memperlakukan anda dengan baik…!”
Srettt
“Berhenti berteriak pada wanitaku..! Kau membuatnya takut sialan,” bentak Xavier dengan wajah marah.
Tak tak tak
“A… ampun Tuan…! Ampuni saya…!” teriak sang koki kesakitan saat jari-jari tangannya di cincang habis oleh Xavier.
Jelb
Jleb
__ADS_1
Tak
Uhukkk uhukkk
Pri aitu langsung terbatuk-batuk saat beberapa tusukan masuk ke dalam perutnya lalu di putar-putar membuatnya semkin sekarat. Tak sampai disitu sang koki pun langsung mengeluarkan darah dari mulutnya yang sudah benar-benar sekarat.
Srettt
AAAA
Xavier sekan acuh dengan apa yang dirasakan oleh pria yang menjadi mangsa itu. Tanpa merasa bersalah Xavier membela perut mangsanya lalu mulai menarik satu persatu isi di dalam perutnya itu dengan sang mangsa yang masih hidup. Usus, ginjang, lambung, hati paru-paru semua di keluarkan oleh Xavier membuat semua orang rasanya ingin muntah saja. Namun berbeda dengan Athena yang seakan menikmati pertunjukan itu dengan terus memasukan makanan ringan di dalam mulutnya.
“Bagaimana menurutmu Babe?” Xavier berbalik lalu bertanya kepada Athena.
“Itu sangat menyenangkan,” awab Athena dengan senyum manis di bibirnya.
“Baiklah sentuhan terakhir,” bisik Xavier dengan senyum miring.
Srekk
Tak
Tanpa basa basi Xavier langsung emmbela dada sang korban lalu menarik jantungnya secara paksa hingga sang koki langsung mati di tempat.
“Sayang sekali,” guman Xavier yang meremas sesuatu yang masih berdetak itu.
Prokk prok prok
__ADS_1
“Itu permainan yang menarik Honey…!”
Deg