Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 123


__ADS_3

"Ada apa? Kenapa kalian menelponku malam-malam seperti ini?" bentak seorang pria paruh baya.


"Tuan markas kita di serang..!"


"APA..? BAGAIMANA BISA..?" bentak pria paruh baya itu yang sedang terbaring langsung bangun dari tidurnya.


"Taun jika tidak percaya lebih baik Tuan datang lihat sendiri,"


"Brengsek, tidak becus. Tunggu aku, aku akan segera kesana," ucap pria paruh baya itu yang mematikan sambungan telfonnya.


Pria paruh baya itu itu dengan segera turun dari ranjangnya lalu bergegas mengganti pakaiannya lalu mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi.


"Siapa yang berani sekali menyerang markasku? Apa mereka mencari mati akan hal ini?" geram pria paruh baya itu yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


Sedangkan disisi Athena dengan senang hati gadis itu menatap si jago merah kini melahap habis bangunan di depannya hingga membuat kobaran api itu semakin besar.

__ADS_1


"Ini hanya salah perkenalan dariku saja, akan ada saatnya dimana aku keluar dari persembunyianku dan menghancurkanmu secara langsung. Tapi tidak sekarang, sekarang aku hanya akan bermain-main, bermain hingga membuatmu pusing tujuh keliling Pak Tua," desis Athena yang menatap tajam kobaran api di depannya.


"Queen ada yang datang dari arah jarum jam 9," terdengar suara dari balik earphone yang di gunakan oleh Athena membuat gadis itu langsung menoleh ke arah yang di katakan oleh anak buahnya.


"Ah rupanya kau juga keluar kandang Adrian Chiara. Rupa-rupanya kamu sudah mulai panik hanya karena satu markasmu aku hancurkan bagimana jikaaku hancurkan semuanya? Kau pasti akan gila buka Taun Ardian Chiara yang terhormat? Permaian akan segera di mulai Tuan, anak kecil ini kembali menuntut balas dendam..!" guman Athena yang menatap penuh kebencian dan juga penuh akan dendam kepada pria paruh baya yang baru datang itu.


Pria itu merupakan Adrian entah apa dilakukan di tengah hutan seperti itu. Enyah bisnis apa yang dilakukannya hingga pria paruh baya itu begitu panik hanya karena markasnya terbakar.


"Bagaimana bisa kalian di serang dan membuat Markas terbakar?" bentak Pria paruh baya itu yang tak ain adalah Adrian Chiara.


"Maaf Tuan, ami semua berjaga seperti setiap malam sebelumnya. Tak ada yang mencurigakan, tak ada yang keluar masuk ke dalam markas. Namun tiba-tiba bunyi tembakan terdengar di gerbang depan ami semua langsung berlari ke depan tapi kami hanya melihat seseorang yang menggunakan jubah hitam di kepalanya. Sosok itu menyerang kami tanpa menjelaskan apa kesalahan kita Tuan. Sosok itu juga mengatakan jika dia akan mengembalikan apa yang telah kita buat padanya," terang salah satu anak buah Adrian.


"Tidak Tuan, wajahnya tertutup jubah kepalanya terlebih suasana lampu yang di matikan membuat kami tak bisa melihat wajahnya," jawab anak buah Adrian lagi.


"Sial," umpat Adrian yang hanya bisa menatap nanar markasnya yang telah terbakar habis oleh si jago merah itu.

__ADS_1


"Tapi Tuan..., berdasarkan apa yang kami dengar kami yakin jika itu adalah seorang wanita," ungkap salah satu anak buah Adrian.


"Benar Tuan walau kami tidak melihat wajahnya kami bisa yakin jika itu adalah perempuan karena suaranya terdengar suara perempuan. Selain itu bentuk tubuh juga tidak setegap dan setinggi pria pada umumnya Tuan," timpal yang lain lagi.


"Apa kalian tidak salah menebak jika itu perempuan?" terlihat Adrian kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak buahnya.


"Kami yakin Tuan, kami yakin 100% jika itu perempuan," jawab mereka serentak.


Adrian yang mendnegar apa yang dikatakan oleh anak buahnya langsung terdiam berpikir keras. Namun setelah berpikir keras beberapa menit Adrian malah menarik rambutnya sendiri. Karena seingat Adrian ia tak pernah menyinggung penguasa yang berjeniskan kelamin perempuan.


"Perempuan siapa? Aku tak punya musuh yang berjeniskan kelamin perempuan. Selama ini aku selalu bermain aman hanya mencari anak dan gadis ataupun wanita yang putus asa. Lalu bagaimana masalah ini datang begini saja? Sial, aku harus benar-benar mencari tahu," kata Adrian dalam hati dengan terus mengumpat.


Sedangkan di balik pohon yang tak jauh dari mereka berdiri Athena dengan menatap mereka dengan tatapan yang sinis. Tatapan Athena terarah dan terpaku pada Adrian niat membunuh jelas terlihat di mata gadis itu.


"Kenapa kau terlihat stres Pak Tua? Apa kau tak bisa menebak siapa diriku? Sungguh ingatan yang buruk, tapi tak apa sih karena memang sudah tua," sinis Athena.

__ADS_1


Adrian yang merasakan adanya tatapan membunuh yang terarah padanya langsung menatap keadaan sekitar namun tak ada yang mencurigakan.


"Entah kenapa aku merasakan adanya orang yang sedang memperhatikanku," guman Adrian hang entah kenapa merasa takut.


__ADS_2