Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 24


__ADS_3

“Tuan ini apa?”


“KAU…”


Xavier membulatkan mata dengan melototi Amora yang hanya bisa cengengesan memamerkan giginya yang rapi.


“Apa yang kamu lakukan?” Xavier berdiri mengambil CCTV yang sudah rusak itu dari tangan Amora.


“Hehehe aku tidak tahu itu benda apa, tadi aku sedang istrahat tak sengaja aku melihatnya ada di pot bunga. Aku kira benda berbahaya jadi aku datang membawanya pada Tuan,” jawab Amora dengan wajah serius.


“Lalu?” datar Xavier yang kembali duduk di kursi kebesarannya.


“Lalu…, lalu aku tersandung oleh kaki aku sendiri hingga aku jatuh dan benda itu juga ikut jatuh.” Terang Amora dengan epik.


“Jatuh?”


“Iya Tuan, jika tidak percaya lihat ini! Ini tanganku sakit.” Kata AMora yang mengangkat tangannya di udara hingga Xavier bisa melihatnya.


Srettt


“Hey, apa yang Tuan lakukan?” pekik Amora yang menatap kesal ke arah Xavier yang menarik langsung tangannya tanpa memperdulikan jika tangannya sakit. 


“Diam!” sentak Xavier yang mendudukan Amora di  sofa.


Pria itu dengan gerakan cepat segera berdiri berjalan cepat ke ruangan pribadinya. Hingga beberapa saat kemudian kembali dengan membawa sebuah kotak di tangannya yaitu kotak P3K.


“Bagaimana kamu jalan hingga kamu bisa tersandung sementara disana tidak ada tangga?Apa matamu buta atau tidak berfungsi lagi ha…?”Xavier terus mengoceh di depan Amora dengan membersihkan sisa darah di tangan Amora yang ternyata terluka.


“Bagaimana bisa aku terluka?” batin Amora sendiri yang tidak mengerti kenapa bisa sampai terluka padahal tadi dia hanya melihat jika tangannya membengkak.


“Kenapa dia terlihat seperti daddy yang sedang marah-marah?” guman Amora yang menahan senyum.


“Untuk apa kamu tersenyum? Apa kamu merasa bangga karena terluka?” Xavier bertanya dengan sinis.


Entah kenapa pria itu merasa panik luar biasa hanya karena Amora tergores saja. Pria itu merasa jika Amora merupakan orang yang memiliki kecerobohan yang sangat besar. Xavier benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Amora kesandung oleh kakinya sendiri.


Sibuk mengobati tangan Amora yang bengkak Xavier tidak sadar jika pria itu menyentuh Amora dengan kulit langsung tanpa adanya sarung tangan yang biasa di gunakannya begitu pula AMora yang tidak menggunakan sarung tangan.

__ADS_1


Tunggu…


Xavier menatap tangannya yang sedang menggenggam tangan Amora lalu melihat tangannya yang sebelah lagi. Mata pria itu melotot dengan sempurna saat menyadari jika ia tidak terkena dampak apapun akibat dari menyentuh Amora. 


“Aku bisa menyentuh? Aku bisa menyentuhnya tanpa adanya gejala aneh. itu artinya aku bisa menyentuh gadis ini seperti orang normal lainnya” Kata Xavier dalam hati dengan penuh senyuman namun, wajahnya hanya berwajah datar bak tembok datar.


Sedangkan Amora yang melihat senyum simpul terbit di sudut bibir dari Xavier langsung mengernyitkan alis. Sejak kapan pria itu sering tersenyum di tambah di saat situasi yang tidak ada kelucuan sama sekali. 


Apa pria itu sudah gila? Ataukah hanya karena merasa senang karena dirinya mendapat musibah?


Memikirkan semua itu Amora langsung berwajah datar dan tak sedap di pandang mata. Matanya menatap tajam wajah Xaver yang masih fokus tak melepaskan pegangan tangannya dari tangan Amora padahal sudah tidak ada lagi yang harus di kerjakan.


“EHEMM…! APA tUAN MERASA SENANG JIKA AKU TERLUKA SEPERTI INI?” 


Xavier yang masih terpaku menatap pemandangan di depannya langsung terperanjat kaget saat mendengar suara Amora yang sangat keras.


“NONA AMORA,” panggil Xavier yang menatap tajam Amora yang hanya berwajah datar.


“Apa anda pikir saya tuli begitu?” 


“Saya tidak pikir jika anda tuli Tuan, namun sepertinya Tuan butuh psikiater untuk menguji otak anda apa masih waras atau tidak. Saya hanya takut jika otak anda sudah berkarat takutnya anda masuk Rumah Sakit Jiwa hanya karena ini.” terang Amora dengan senyum sinis di bibirnya.


“Saya tidak mengatakannya tapi anda sendiri yang mengakuinya jika anda itu gila,” kata Amora yang berlalu pergi meninggalkan Xavier yang sedang berfikir.


“Saya sendiri? Apa maksudnya?” guman Xavier tanpa menyadari jika Amora sudah keluar dari ruangannya.


"Apa maksud ucapan kamu itu Amora?" Tanya Xavier yang menatap ke arah Amora namun matanya melebar melihat jika Amora sudah tidak ada Amora lagi di depannya.


"AMORA….!" Xavier berteriak kesal karena entah kapan gadis itu pergi dari hadapannya.


"Bagaimana bisa dia kabur di saat aku juga tidak menyadarinya?" Guman Xavier yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Xavier berdiri lalu duduk di kursi kebesarannya. Baru saja duduk tiba-tiba pintu di ketok dari luar. Xavier yang mengira itu Amora langsung mengaca pada layar ponsel berusaha tersenyum.


“Masuk!”


Ceklek

__ADS_1


Xavier dengan tenang memasang senyum di wajahnya namun, saat melihat orang yang baru masuk senyum di wajahnya langsung pudar berganti dengan wajah datar dan dingin.


“Kau…! Apa yang kau lakukan ha…?” Xavier menatap tajam Dante.


Dante yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal.


“Saya ingin melapor bos,”


“Lapor apa lagi? Apa ada masalah lagi? Tidak bisakah kamu membuatku tidak pusing satu hari saja.” Semprot Xavier langsung tanpa memberi kesempatan Dante membuka mulutnya.


Bahkan dengan kejamnya Xavier sampai mengusir Dante keluar dari ruangannya.


“Keluar sana!” usir Xavier kepada  Dante,


Dante yang mendengar itu bagaikan eekor anjing yang penurut langsung keluar dari ruangan sang bos.


Tunggu


“Sejak kapan, Bos Xavier bisa berbicara panjang seperti itu? Apalagi tadi bahkan bos Xavier sampai mengomel seperti ibu tiri.” Batin Dante yang mengingat perkataan Xavier tadi yang lebih tepatnya lagi adalah seperti ibu-ibu komplek yang sedang mengomel.


Baru saja Dante melangkah, matanya langsung membulat sempurna saat sadar apa yang akan dia laporkan. Dengan gerakan cepat Dante kembali masuk ke dalam ruangan sang bos.


Wushhhh


Selamat,” guman Dante yang menatap belati yang menancap di daun pintu.


“Apalagi? Jika tidak penting maka…,”


“Ini tentang Sekretaris Amora, Bos.” Potong Dante dengan cepat.


Xavier yng sedang mengamuk seperti terkena siraman suci tanduk di kepalanya langsung masuk kembali saat mendengar apa yang ingin di laporkan oleh Dante.


“Katakan!” Kata Xavier yang duduk dengan tenang di kursi kebesarannya.


“Athena Amora umur 22 tahun asal kelahiran Negara Rusia. Status single atau tidak pernah mempunyai kekasih. Binatang kesukaan kucing besar, makanan favorit semua jenis makanan, tinggi badan 165 berat badan 45. Cita-cita jadi Ratu dan hobby…., hobby menghancurkan masa depan seseorang yang mengusiknya.” 


Dante dengan polosnya membacakan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya. Tanpa menyadari jika tanduk yang keluar tadi telah kembali lagi.

__ADS_1


BRAKK


__ADS_2