Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 94


__ADS_3

"Aku menjadi kuat hanya untukmu, aku belajar dengan keras agar bisa sebanding denganmu walaupun saat ini aku masih di bawah kedua orang tuamu namun aku sudah berusaha. Tidak aku sangka, usaha yang selama ini aku lakukan justeru di rebut oleh orang-orang yang tak berakhlak itu..,"


Mr X menatap hamparan taman bunga di depannya itu yang penuh akan bunga mawar biru tanpa ada campuran warna lainnya.


"Aku sedikit lagi berhasil tapi sekarang aku bahkan jatuh paling dasar lagi. Kaki dan wajah ini benar-benar membuatku malu," Mr X meraba wajahnya yang sangat rusat karena kecelakaan yang di alaminya 5 tahun lalu.


"Athena..! Apa kamu benar-benar masih mengingatku? Benda ini selalu aku bawah tapi..., apa kamu masih mengingat janji yang kita buat?" ku harap kamu akan selalu mengingatnya dan benar-benar menungguku. Satu bulan lagi aku akan muncul di hadapanmu dengan kondisiku yang sudah membaik," guman Mr X dengan suara pelan namun penuh akan ketegasan pada setiap katanya.


Sedangkan disisi lain Xacvier mengamuk besar-besaran karena sudah 3 hari dia menunggu kedatangan Amora yang akan meminta maaf padanya tapi tak pernah sekalipun dia datang.


"Wanita sialan...! Kenapa dia keras kepala sekali, apa dia pikir aku tidak akan menyakitinya jika dia keras kepala seperti ini. Cih hanya seorang wanita yang tidak tahu asal usulnya sudah berani memprovokasi aku." Teriak Xavier yang membanting semua barang yang ada dalam ruangannya itu.


"DANTE....!"


Dante yang berada di luar ruangan dengan gerakan cepat segera berlri masuk ke dalam ruangan sang Bos dengan tergesa-gesa karena mendengar teriakan dari sang Bos yang sepertinya sangat kesal.


'Ada apa lagi dengan si Bos? Kenapa sudah beberapa hari ini dia selalu membuat masalah bahkan p3ekerjaan kantor semua menjadi berantakan.' kata Dante dalam hati.


Ceklek


"Iya Bos" Dante masuk ke dalam ruangan Xavier dengan napas yang Ngos-ngosan.


"Cari keberadaan Amora..!" perintah Xavier dengan datar dan dingin.


"Untuk apa Bos?" tanya Dante yang tidak mengerti untuk apa sang Bos mencari keberadaan Amora padahal gadis itu telah di pecat bahkan di blacklist.

__ADS_1


"Cari saja awasi setiappergerakannya, aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan di saat tak ada yang mau menerimanya di peruahaan manapun." kata Xavier dengan senyum licik.


"Baik Bos," Danye segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Xavier yang hanya terdiam kaku di kursi kebesarannya.


"Ternyata Nona Amora lagi yang jadi permasalahannya? Kenapa Bos selalu seperti ini harusnya dari awal tidak membiarkan Nona Amora keluar dari perusahaan jika memang Bos tidak mau Nona Amora berkerja di perusahaan lain." guman Dante yang merasa kesal sendiri dengan apa yang di lakukan oleh sang Bos.


Xavier menatap sebuah bingkai kecil di atas meja kerjanya. Tangan pria itu terangkat mengambil bingkai foto itu.


"Kamu membuatku gila dengan mencintaimu namun kamu juga membuatku gila dengan keras kepalamu. Selama ini aku berusaha terlihat baik dan lembut padamu tapi tak pernah kamu sadari jika aku menahan mati-matian amarahku saat kamu memperlakukan aku seenaknya. Kamu pikir dirimu siapa berani mempermainkanku ha..? Hanya karna aku menyukaimu kamu berpikir aku tidak akan melakukan cara kasar. Lihat saja sampai mana kamu berbuat jika batas kesabaranku habis maka jangan salahkan aku jika aku membuatmu berada di sisiku dengan cara paksa." monolog Xavier yang mengcekram bingkai foto itu yang ternyata berisikan potret Amora yang sedang tersenyum manis.


Xavier memang dari awal sudah tertarik dengan Amora yang begiru berani melawannya sejak pertemuan pertama. Namun Xavier juga tak menyamngka untuk meluluhkan hati Amora sangatlah susah tidak seperti gadis lain yang selama ini dia kencani diam-diam.


Yah selama ini Xavier sebenarnya bisa bersentuhan dengan siapa saja. Akan tetapi untuk membangun citra yang baik membuat Xavier menyebarkan rumor jika dia bisa bersentuhan dengan siapa saja. Xavier selalu pergi ke bar dengan pengawalan yang ketat dan menjauh dari namanya keramaian dengan memesan kamar atau ruangan Vip seperti orang kaya lakukan p[ada Umumnya.


Di dunia ini mana ada laki-laki yang benar-benar setia dengan satu wanita maka seperti itulah prinsip Xavier karena hal itu di alami oleh ibunya.


Di sisi lain Rey dengan tergesa-gesa berlari mengelilingi dan memasuki setiap ruangan yang berada di mension mewah itu hingga bertemu dengan Tara.


"TARA...!" panggil Rey dengan napas yang ngos-ngosan.


Tara yang mendengar ada yang emmanggilnya langsung berhenti dan menoleh ke arah asal suara. Disana Tara melihat Rey yang sedang berjalan menuju arahnya dengan keadaan yang berantakan.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat berantakan seperti itu?" tanya Tara yang tidak mengerti kenapa Rey seperti saat ini.


'Tidak mungkin ada penyusup bukan?' kata Tara dalam hati yang mengerutkan daghi.

__ADS_1


"Tunggu dulu aku bernapas dengan baik dulu." kata Rey yang menetralkan napasnya.


Hos hosh hos


Suara napas Rey yang masih terdengar ngos-ngosan hingga membuat Tara terdiam cukup lama menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Rey padanya. Setelah beberapa saat akhirnya Rey bernapas yang stabil tidak seperti yang tadi lagi.


"Ada apa? Kenapa kamu sangat berantakan?" cerca Tara yang langsung menggoyang-goyang bahu Rey.


"Tidak ada penyusup tapi ini lebih bahaya, Tara...!" teriak Rey dengan suara yang tinggi.


"Ada apa? Tidak terjadi hal-hal aneh kan?" Tara menatap Rey dengan pandangan yang was-was.


"Dimana Tuan...?" tanya Rey dengan langsung inti.


"Tuan..,"


"Iya...! Dimana Mrv X sekarang ini sangat gawat."


"Tuan ada di taman bunga mawar biru di belakang markas," kata Tara dengan wajah yang ikut panik.


"Kita kesana sekarang juga sebelum semuanya terlambat..!"


Rey segera berlari menuju taman belakangan yang di maksud oleh Tara. Tanpa di beritahu pun Rey akan langsung tahu jika Tara mengatakan taman bunga mawar biru. Karena memang di markas itu terdapat taman khusus bunga mawar biru yang akan selalu di datangi Mr X jika dalam keadaan yang senggang.


Sedangkan Tara pria itu juga hanya mengikuti Rey dengan perasaan yang was-was. Melihat wajah panik Rey membuat Tara juga ikut panik karemna berpikir jika saat ini kondisinya tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"TUAN....!"


__ADS_2