
Xavier dengan tenang dan fokus mengerjakan pekerjaannya tanpa menyadari jika ada yang masuk ke dalam ruangannya.
“Tuan,” panggil Dante dengan ragu kepada sang Tuan.
“Hm,”
Xavier hanya menjawab dengan deheman saja dengan mata yang masih terus menatap berkas di tangannya tanpa melihat ke arah asal suara.
“Tuan,”
“Ada apa sih Dante? Kalau mau bilang yah bilang saja, kalau mau bawah berkas yah simpan saja berkasnya di atas meja. Jangan ajak bicara aku lagi sibuk,” ketus Xavier dengan kesal.
“Tuan itu,”
“Keluar sana saya sibuk, saya harus cari uang yang banyak biar Athena tidak berpaling dariku,” kata Xavier bersamaan dengan menanda tangani kontrak.
“Kamu memang harus banyak uang agar bisa memanjakan Princess kami,” ucap pemilik suara berat dan seksi itu.
Deg
****
Setelah masalah selesai kini Xavier duduk diam dengan wajah pucat, keringat dingin di kening, dan tangan yang dingin. Bagaimana tidak mau panik Xavier tidak menyangka jika pria yang akan dia panggil kakak ipar itu kini duduk di depan matanya sendiri.
__ADS_1
“Oh Tuhan, bagaimana ini? Kenapa juga si kodok buaya ini tidak mengatakan jika ada dengan calon kakak ipar?” kata Xavier dalam hati dengan kesal.
Matanya menatap tajam Dante yang berdiri tak jauh dari mereka. Namun Dante yang melihat tatapan tajam dari sang Bos langsung membuang muka seakan-akan tidak melihatnya sama sekali./
“Tadi kau terus memarahiku bukan, jadi sekarang rasakan itu pembalasanku,” kata Dante dalam hati dengan senyum penuh kepuasan atas penderitaan sang bos.
“Kakak ipar,”
“Jangan panggil kakak ipar…! Aku belum beri restu ingat itu,” potong Kaisar dengan dingin.
Kaisar Zeus Keano
Pria itulah yang menjadi tamu istimewa Xavier hari ini hingga membuat Xavier seperti lupa bernapas.
Xavier tidak menyangka menghadapi Kaisar semenegangkan ini. Bahkan dia bisa merasakan jika kakinya gemetar hanya karena pandangan tajam dari sang pria yang akan menjadi kakak iparnya.
Sedangkan Kaisar yang mendengar nada suara dari Xavier hanya menyinggan senyum miring. Walau Xavier sudah berusaha menyembunyikannya akan tetapi Kaisar jelas tahu jika saat ini Xavier sedang gugup.
“Apa hanya segini saja nyalimu? Ini hanya kunjungan perdana saja. Bagaimana jika kamu bertemu dengan daddyku yang posesifnya pada Athena melebihi anak macan. Apa kamu pikir kamu aman?” tanya Kaisar dengan senyum kecil di bibirnya.
Gelk
Mendengar akan hal itu Xavier semakin menelan ludah takut. Apa jadinya jika dia yang hanya punya nyali segini jika sampai di hadapkan dengan Kenzo yang sangat menyayangi Athena.
__ADS_1
“Dan lagi…, lagi butuh pria yang kuat untuk melindungi Athena. Bukan pria yang ahnay akan emnjadi beban untuk Athena. Kamu pikir kamu sekarang kuat? Jangan mimpi kamu bahkan tak akan bisa menyamai kekuatan Athena. Dengan kekuatan kamu yang sekarang ini apa kamu pikir kami akan menerima mu menjadi opendamping Athena? Jawabannya satu. Tidak…! Kami butuh pria yang kuat fisik, mental, dan punya penderian yang kuat bukan pria yang hanay menye-menye saja. Jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang terjadi selama ini kepada Athena..! Selama 22 tahun Athenahidup daam perlindungan kami. Kami tidak membuat Athena masuk rumah sakit. Pernah masuk rumah sakit sampai koma itu juga karena menolong dan melindungi dirimu. Jika kamu amsih kecil sudah membuat Athena bertarung antara hidup dan matinya lalu sekarang apa? Apa amu juga akan bergantung pada Athena yang melindungi hidup kamu? Harusnya mu sadar dari awal kamu atau lebih tepatnya nyawa kamu itu sudah milik Athena. Apa kamu pikir jika Athena tidak mengorbankan dirinya dulu amu masih ada di dunia ini? Tidak ada. Kamu mungkin mati dengan anggota tubuh yang tidak utuh lalu organ tubuh juga yag hilang dari badan kamu itu,” sarkas Kaisar.
Seumur hidupnya mungkin ini adalah untuk pertama kalianya Kaisar mengatakan kata-kata yang amat panjang dan juga sangat pedas. Mungkin jika orang lain yang mendengar apa yang di katakan oleh Kaisar akan langsung mati di tempat saking pedasnya. Akan tetapi itu Xavier, bahkan jika harus menuruni gunung dan melewatji lautan akan dia lakukan agar bisa bersama Athena.
Xavier tediam dengan menundukan kepalanya. Selama hidupnya Xavier hanya menundukan kepalanya pada dua orang wanita yaitu wanita yang melahirkannya dan dia panggil denga sebutan ibu. Lalu kedua adalah Athena wanita yang sangat dia cintai dan hormati selain ibunya. Sekarang ada Kaisar yang dia tundukan kepalanya. Bukan karena merasa takut akan tetapi merasa bersalah karena selama ini belum bisa menjaga Athena dengan baik. Dia bahkan belum mampu emnjaganya walau itu ada di depan matanya sendiri.
Kejadian penusukan yang terjadi beebrapa hari yang lalu dan berada di depan amtanya emmbuat Xavier sadar jika apa yang dia capai, apa yang dioa berikan, dan apa yang dia lakukan nyatanya dia belum mampu untuk menjaga Athena. Kejadian ebebrapa hari lalu bagaikan tamparan untuk Xavier seakan-akan menunjukan jika saat ini dia sangat lemah.
Xavier akui kata-kata Kaisar amat pedas saking pedasnya seperti hujaman peluru yang menembak dadanya. Namun apapun itu dia tidak akan menyerah memperjuangkan Athena.
“Kenapa kamu diam? Apa kamu sekarang sadar jika saat ini kamu sama seperti halnya debu untuk Athena? Bukan sebagai payung yang melindungi di kala hujan datang akan tetapi debu yang mengotori Athena?” sarkasme Kaisar lagi.
Dante yang mendengar hinaan per hinaan yang di terima oleh sang Tuan langsung bersuara.
“Tuan Kaisar,” Dante tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat melihat tanda kode kepada sang Tuan.
“Athena tidak butuh harta, mi bisa memberikannya. Dia hanya butuh pria yang kuat bukan pria yang lemah,” ucap Kaisar yang langsung pergi.
Xavier terdiam mendengar ucapan Kaisar yang semuanya benar. Jika dia membiarkan Kaisar pergi begitu saja tanpa bisa menyakinkannya jika dia cukup kuat amka dia akan kehilangan Athena. Tidak bisa…! Xavier rela kehilangan seluruh dunia tapi tidak dengan kehilangan Athena karena Athena adalah dunianya. Dengan bermodalkan tekad yang kuat Xavier memutuskan untuk berjuang sampai akhir.
“Tunggu Kaisar…!” seru Xavier.
Kaisar yang mendengar seruan Xavier langsung tersenyum tipis. Kaisar tahu walau Xavier terlihat lemah namun dia juga sama sepertiny yang tidak akan melepaskan apapun yang dia klaim sebagai miliknya.
__ADS_1
“Ada apa?” Apa au ingin menyerah sekarang? Katakan saja, aku akan membawa Athena dengan segera,” kata Kaisar dengan dingin.
“Ajari aku menjadi kuat..!” ucap Xavier dengan tegas.