Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 168


__ADS_3

“Kenapa setiap datang bulan Athena sangatlah galak melebihi singa betina? Apa datang bulan itu membuat orang marah-marah? Jika begitu aku harus menelfon Roy untuk membuat Athena tidak datang bulan lagi,” kata Xavier dalam hati.


Xavier memutuskan untuk kembali saja ke perusahaan karena menemani Athena juga hanya akan membuat kepalanya sakit. Lagipula dia ada pekerjaan penting yang harus dia kerjakan.


“Tuan…,”


Dante mengerutkan dahi saat melihat Sang Bos kembali keluar dari mension. BIasanya juga sudah ada Athena maka bos nya itu akan lupa dengan segalanya. Lalu apa yang terjadi sekarang kenapa Bos nya itu justru keluar saat Athena berada di memsiomnya.


“APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN DISANA DANTE…? MASUK DALAM JALANKAN MOBIL INI…!” teriak Xavier kesal setengah mati karena ulah dari asisten kepercayaannya itu.


“Siap Bos,” jawab Dante dengan segera masuk ke dalam mobil.


“Kita kemana Tuan?” tanya Dante lagi setelah menjalanklan mobilnya.


“Ke perusahaan mau kemana lagi?” kesal Xavier.


“Baik Tuan,”  Dante tak lagi berani bertanya hanya bisa menuruti apa yang dikatakan oleh sang Tuan.


Jika dia berani membuka suara maka tamat sudah riwayatnya. Dante benar-benar akan di telan hidup-hidup oleh sang tuan.


Setelah beberapa menit berkendara Dante di kagetkan dengan Xavier yang tiba-tiba menghentikan Dante.

__ADS_1


“Dante stop….!” teriak Xavier yang membuat Dante langsung menginjak rem mendadak.


Bruk


“Sialan….! Kenapa kamu rem mendadak…?” kesal Xavier karena ia tidak menggunakan sabuk pengaman membuat dahinya kejedot sama kursi tempat duduk Dante.


“Saya menginjak rem mendadak juga karena Tuan. Coba Tuan tidak teriak pasti saya…,” kalimat Dante tidak selesai karena dia tiba-tiba di potong.


“JADI INI SALAH SAYA BEGITU? KAMU LUPA KALAU SAYA BOS NYA?”


“Maaf Tuan,” Dante hanya bisa mengalah kepada Xavier.


“Sebenarnya ada apa dengan Tuan Xavier? Kenapa sedari tadi kerjanya hanya marah-maah terus seperti orang lagi Pms saja?” kata Dante dalam hati yang menahan juga kesal.


“Sudahlah, cepat antar aku ke markas…!” kata Xavier yang mengelus-elus jidatnya yang terbentur tadi.


“Tidak ke perusahaan Tuan?” tanya Dante.


“Sudah ku bilang antar aku ke markas berarti markas bukan perusahaan,” kesal Xavier kepada Danye semakin menjadi-jadi.


‘Baik Tuan akan saya antarkan,” jawa Dante cepat yang langsung berbalik menjalabnkan mobil lagi.

__ADS_1


‘Tuan kenakan sabuk pengaman anda. Saya tidak ingin kejadian tadi terulang kembali,” kata Dante yang tidak ingin mendengar omelan Xavier.


‘’Tanpa kau beritahu aku juga akan gunakan sabuk pengaman,” balas Xavier dengan kesal.


“Tahu? Lalu kenapa tadi tidak pakai? Sudah teriak tidak jelas, berhenti mendadak salah kita, sekarang semua salah kita. Aku rasa Tuan Xavier sedang Pms. Tapi bukannya Pms hanya ada di wanita? Lalu kenapa bisa Tuan Xavier pms? Jangan-jangan Tuan Xavier seorang wanita bukan pria?” kata Dante dalam hati yang menatap ngeri Xavier lewat kaca spion mobnilnya.


‘‘Berhenti berfikir yang tidak-tidak tentangku…!” kata Xavier dengan datar dan dingin.


“Kok Tuan tahu kalau saya sedang berfikir sesuatu? Tuan cenayang yah?” tuduh Dante.


Pak


Xavier yang dikatakan sebagai cenayang tentu saja tidak terima hingga langsung menggebrak kepala Dante dengan tangannya yang kekar dan keras.


“Kamu pikir aku percaya ilmu begituan? Dasar gila…!’’ umpat Xavier.


Sedangkan Dante yang melihat sang Tuan marah-marah yang hanya bisa terdiam. Beberapa menit kemudian mereka sampai di markas Xavier. Namun, apa yang dikatakan oleh Xavier membuat Dante hampir jantungan.


“Tabrak saja pagarnya..!” kata Xavier enteng.


“OH God…! Rasanya aku mau gila,” umpat Dante yang langsung menarik pegal gas dan menabrak gerbang kokoh markas mereka.

__ADS_1


Brus


Dor


__ADS_2