Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`bab 100


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Amora yang sedang menyusun rencana langsung berdecak kesal saat pintu rumahnya di ketok dengan keras dan tidak sabaran dari luar. Dengann langkah malas Amora segera berjalan ke arah pintu karena jika tidak akan orang itu akan terus mengutuk pintunya.


Ceklek


"KAU...,"


"Bunganya Nona seperti biasa," kata sang pengantara bunganya.


Amora berusaha mati-matian untuk menahannya agar dia tidak membunuh pria di depannya itu. Sudah satu minggu pria di depannya itu terus memberinya bunga atas nama Xavier membuat Amora sangat muak terutama bunga pemberiannya bukanlah bunga kesukaan melainkan bunga mawar merah membuat Amora sakit mata.


"Tidak bisakah kalian tidak mengirimi ku bunga? Kamu tahu bunga yang di kirim bosmu itu membuatku sakit mata..!" sentak Amora yang membuah bunga itu di depan rumahnya.


"Saya tahu Nona, sangat tahu jika Nona tidak menyukai bunga apapun selain bunga mawar tapi saya senganja melakukannya. Tuan bilang Nona sangat menyeramkan saat marah maka saya akan menantikan hal itu hihihi," Tara tertawa dalam hati karena berhasil membuat Amora marah-marah dan kesal


Sosok pengantar bunga itu adalah Tara yang sehari 3 kali mengantarkan Amora paket bunga atas nama Xavier. Sudah satu minggu Tara melakukan tugasnya namun hal yang di tunggu-tunggu juga belum ia dapatkan. Oleh karena itu, Tara bertekad akan membuat Amora bertambah kesal setiap harinya.


"Orang ini, aku sangat ingin membunuhnya tapi tidak mungkin aku bawah masuk ke dalam rumah bisa-bisa rencananya gagal karena tidak ada yang menjamin jika pria di depannya itu bersih dari alat penyadap atau hal lainnya," kata Amora dalam hatinya.


"Nona Bos Xavier berpesan jika...,"


BRAK...


Tara bahkan sampai terkejut saat pintu itu di tutup dengan sangat kencang oleh Amora yang bahkan tak peduli jika dirinya terjepit.


"Astaga hampir saja aku terjungkal," guman Tara dengan mengelus dadanya.


Sedangkan di dalam rumah Amora mengomel dengan kesal karena ulah dari pengantar bunga itu.


"Katak satu ini tidak ada tobatnya sepertinya, lihat saja jika dia datang lagi akan aku beri pelajaran dia," guman Amora dengan senyum miring yang terlihat mengerikan.


Sedangkan di tempat lain Mr X menatap rekapan di depannya dengan entah sudah bearapa kalinya dia menontonnya itu Mr X tersenyum tipis melihat wajah kesal Athena yang kesal karena di jahili oleh Tara orang kepercayaannya.


"Aku tidak menjamin keselamatan Tara akan aman jika Athena sudah bertindak," guman Mr X yang masih di dengar oleh Rey di sampingnya.


"Tuan bukankah Tara sangat keterlaluan dia seperti meneror Nona Amora?" Rey membuka suara.


"Biarkan saja nanti dia akan mendapatkan merasakan akibat dari bermain-main dengan wanitaku. Dia tidak akan menyangka pembalasan apa yang akan di lakukan oleh gadis itu," sahut Mr X dengan menyeringai dingin.

__ADS_1


"Kenapa Mr X sangat yakin jika Nona Amora akan membalas perbuatan Tara? Tapi aku juga penasaran apa balasan yang akan di lakukan oleh Nona AMora?" batin Rey yang menatap rekaman Amora dan Tara.


"Rey...!" panggil Mr X pada Rey.


"Iya Tuan," Rey segera mendekat pada Mr X.


"Buka perban sialan ini..! Aku tak tahan klagi wajahku di bungkus oelh benda menyeblkan itu.," gerutu Mr X yang menatap dingin ke arah Rey.


"Baik Tuan,"


Rey segera mengambil gunting mendekati Mr X dengan penuh kehati-hatian Rey menggunting perban yang menglilit wajah Mr X. Pelan namun pasti sedikit demi sedekit terlihat wajah Mr X mulai terlihat jelas hingga terbuka sempurna.


"Silahkan lihat Tuan," Rey menyerahkan sebuah cermin kepada Mr X.


Mr X segera menerima cermin itu lalu mulai mengangkatnya hingga wajahnya terpampang jelas. Matanya menatap datar dan dingin pada pantulan dirinya di dalam cermin.Mata yang tajam, alisya seperti pedang, hidung yang mancung, dan bibir yang terlihat seksi.


"Aku berharap Athena mengenalku sebagai yang asli," kata Mr X dalam hati.


"Ambilkan tongkatku..!" titah Mr X.


Tak ada yang menyangkah kaki yang lumpuh kini dengan cepat hanya berjalan menggunakan bantuan tongkat. Padahal Rey selaku dokter dan juga ilmuwan telah mengatakan jika Mr X akan bisa berjalan 1 bulan. Namun, Mr X yang terus berlarih hanya butuh 2 minggu kini sudah berjalan walaupun harus menggunakan tongkat sebagai bantuan.


Rey dengan senang hati mengambilkannya untuk Mr X mereka semua senang dengan membaiknya Mr X dengan begitu mereka akan segera membalas dendam pada orang-orang yang membuat Tuan mereka tidur panjang selama 5 tahun lamanya.


Di sisi lain pengendara motor yang tak lain adalah Tara tersenyum licik karena pasti Athena akan kesal karena melihatnya lagi. Tara tidak tahu jika sebentar lagi dia akan menjadi penghuni rumah sakit.


"Dapat kau," guman Athena yang langsung membalik motornya menghadap Tara.


Sontak saja aksinya itu membuat Tara menjadi kocar kacir sendiri karena Athena menargetkan motornya untuk ia tabrak.


"Jangan bercanda Nona," teriak Tara yang ikut panik.


"Bukankah ini yang kamu inginkan?" teriak Athena yang semnakin menarik pegal gas nya.


"**** bahkan Nona Athena lebih gila fari si bos," teriak Tara dalam hati.


Tak punya pilihan lain Tara langsung membelokkan motornya hingga menabrak pohon karena saat ini mereka berada di tempat yang jauh dari keramaian.


BRUKK


"Sial," umpat Tara yang bangun dari aspal.


Bugh

__ADS_1


Uhukk uhukk


Belum selesai rasa terkejutnya tiba-tiba saja Athena muncul di depannya dan langsung menghantam dadanya dengan keras hingga membuat Tara batuk-batuk.


"Nona...,"


"Kau tahu aku sungguh ingin membunuhmu tapi sayangnya aku tak bisa bertindak sembarangan karena disini bukan kekuasaan kakakku. Walaupun begitu tak ada yang bisa membuatku membunuhmu," desis Athena yang melepaskan helmnya lalu mengangkat lengan bajunya.


"Nona ini...,"


"Aku paling tidak suka di usik karena balasannya bermain dengan nyawa,"


Bugh


Bugh


Perkelahian segera terjadi dengan sengit, awealnya Tara tak in gin melawan tapi saat melihat serang Athena yang tak main-main membuat Tara sadar jika Athena benar-benar membuatnya akan mati. Serangan Athena terlihat cepat dan juga akurat menuju titik yang mematikan.


"Sial, ini au yang kurang berlatih atau Nona Athena yang terlalu kuat?" kata Tara dalam hati.


Kini posisinya hanya bisa bertahan tanpa melakukan perlawanan karena saat ini semua sia-sia. Bahkan Tara tak bisa mengelak dengan baik membuat dirinya beberapa kali terkena pukulan dan tendangan.


Bugh


Brak


"Hentikan Nona...1" teriak Tara yang sekarang benar-benar panik.


"Kenapa menjauh? Mau mencari pertolongan? Mimpi saja kita saat ini berada di hutan," kata Athena dengan sinis.


"A...APA...,"


***


***Yuhuuuuu nggak terasa sekarang sudah 100 bab di novel ini. Terima kasih untuk para reader yang mengikuti cerita Othor ini sampai sejauh ini tanpa kalian Othor bukan apa-apa.


Terima kasih sudah menjadi pendukung Othor di belakang walau tak terlihat namun akan selalu othor ingat jika ada seorang reader yang nunggu othor up hehe


Othor cuma berpesan semuanya untuk menjaga kesehatan ya🥺


Untuk ke depannya Othor akan berusaha menciptakan sebuah goresan cerita yang lebih baik. Jangan lupa dukung Othor terus ya😁


Satu tekanan jempol kalian yang meng klik Like ataupun Vote itu sangat berarti bagi kami para penulis***

__ADS_1


__ADS_2