Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
Bab 184


__ADS_3

“Brengsek…! Apa ini ulahnya?” Xavier menatap tajam Dante dengan rahang yang mengeras.


“Tentu saja Tuan, hanya wanita gila itu yang berani membuat macam-macam tanpa takut akan kematian yang menjemputnya,” kata Dante yang juga ikut kesal dengan apa yang dilakukan oleh Cleo yang bukannya menjemput kebahagiaan malah menjemput kematian dengan cepat.


“Ayo pergi…!” Xavier berlari keluar dari rumah yang dia tempati berlatih selama ini. 


“Permisi Tuan,” Dante membungkukkan badannya sebelum berbalik menuyusul Xavier yang sudah pergi.


Riko yang melihat kepergian dari kedua orang itu langsung menggelengkan kepalanya sebelum  mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Seperti biasa dia akan langsung melapor pada Kaisar dan juga kenzo.


“Tuan muda,”


“Ada apa? Apa dia sudah kuat?” tanya Kaisar di sebrang sana dengan suara datar dan dingin seperti biasanya.


“Lebih baik Tuan muda buka internet dan lihat ada berita apa disana. Saya harap anda mempersiapkan diri agar anda tidak menghancurkan barang di sekitar anda,” kata Riko dengan datar.


“Hm,”


Kaisar hanya berdehem lalu mematikan sambungan telfonnya.


“Ada apa Kaisar?” tanya Kenzo yang kebetulan mereka sedang duduk bersama di ruang tamu.


‘’Entahlah Dad, Riko menyuruhku membuka internet,” kata Kaisar yang langsung membuka internet di ponselnya.


Di detik berikutnya matanya langsung membulat sempurna saat melihat berita apa yang di maksud oleh Riko tadi.

__ADS_1


“BRENGSEK….!” teriak Kaisar yang mencengkram ponselnya dengan keras.


“Ada apa?” tanya Alisya yang baru bergabung.


“Mom dan Dad lihat saja sendiri,” Kaisar meletakan ponselnya di atas meja hingga Kenzo yang penasaran dengan cepat mengambil ponsel itu lalu melihatnya.


Namun seperti respon Kaisar pria yang tak muda lagi itu langsung mengumpat kesal.


“APA-APAAN  INI? KENAPA SEPERTI INI?” teriak Kenzo yang melihat berita di ponsel Kaisar.


Alisya yang penasaran langsung merebut ponsel itu melihat berita di ponsel sang putra dalam sekejap mata tatapan mata wanita yang tak lagi muda itu langsung berubah tajam dan siap menerkam siapa saja.


“Siapa yang berani menjelek-jelekan putriku? Apa dia belum pernah bertemu dengan Dewi kematian?” desis Alisya dengan suara rendah.


Kedua pria yang berbeda usia itu langsung menoleh ke arah asal suara. Keduanya langsung menutup mulut mereka rapat-rapat. Jika mereka bicara lagi atau mengumpat akan membuat mereka mendapat hukuman.


“Apalagi tentu saja membawa wanita jahanam itu kemari untuk aku eksekusi,” kata Alisya dengan dingin.


“Mom sepertinya itu tidak perlu aku yakin saat ini juga keadaan wanita itu sudah tidak aman lagi. Apa mommy pikir Athena akan diam saja saat ada orang yang mengusiknya?”


Alisya yang mendengarnya langsung terdiam sebelum senyuman aneh muncul di bibir wanita yang sudah tidak mudah lagi itu.


‘‘Aku melupakan fakta jika dia tetaplah Athena ku,” kata Alisya dengan senyum miring.


Sedangkan di tempat lain sepertinya yang dikatakan oleh Kaisar saat ini Cleo sudah tidak aman lagi. Tentu saja bagaimana dengan mau aman jika saat ini sang ratu kematian sedang mengintainya.

__ADS_1


Athena menatap Cleo dari persembunyiannya dengan menatap keadaan sekitar.


“Apa di rumah itu hanya ada wanita sialan itu?” tanya Athena yang menekan earphone di telinganya.


“Yakin Nona, saat ini hanya ada wanita itu dalam rumah. Ayahnya sepertinya keluar mencari pekerjaan,” suara Rania di dengar oleh Athena lewat earphone yang dia kenakan.


“Bagus, mulailah menembak…!” titah Athena dengan datar.


“Baik Nona,”


“Jangan salahkan aku jika hidupku sekarang aku teror. Salahkan saja dirimu sendiri yang mencari masalah denganku,” guman Athena yang merancang senjata laras panjang di depannya itu.


Sedangkan di dalam rumah Cleo sedang tersenyum-senyum sendiri membayangkan sebentar lagi dia akan langsung menjadi nyonya kaya. Namun senyum Cleo luntur saat mendengar suara keras dari jendela.


PRANG….


“Suara apa sih?” guman Cleo yang langsung berdiri namun baru beberapa langkah sebuah benda melewatinya hingga menggores pipinya.


“AAAA APA-APAAN ITU…?” teriak Cleo yang menyentuh wajahnya.


Cleo merasa heran saat merasakan tangannya basah. Dengan ragu ia melihat tangannya matanya langsung membulat saat melihat darah di tangannya.


“Da…darah?” guman Cleo yang berbalik belakang.


Prang…

__ADS_1


AAAAAAAAA


__ADS_2