
"Tuan ku rasa anda harus membuat suasana yang romantis untuk mengungkapkan perasaan anda pada Nona Athena," ujar Tara yang membwrikan masukan kepada Xavier.
"Maksudmu aku harus mempersiapkannya terlebih dahulu sebelum mengungkapkan perasaanku begitu?" tanya Xavier yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Tara.
"Benar Tuan, seperti itu baru benar," jawab Tara.
"Lagian mana ada wanita yang mau menerima ungkapan cinta di atas tumpahkan mayat? Psikopat saja romantis masa Tuan nggak ngerti sih?" batin mereka semua menatap Xavier dengan kepala yang pusing.
"Baiklah jika begitu maka persiapkan semuanya aku hanya akan menunggu hasil. Pasti kalian dekorasi dengan sangat indah menggunakan bunga mawar biru.," titah Xavier dengan seenak jidatnya.
Uhukk uhukk
keempat pria yang mendnegarnya itu hanya bisa menelan ludah dengan susah karena perintah dari sang Bos.
"Kapan Tuan akan bereaksi?" tanya Dante dengan wajah datarnya.
"Apalagi? Tentu saja besok..!" kata Xavier dengan wajah datarnya.
Glek
"Besok?" ucap mereka berempat dengan mata yang melotot.
"Iya besok kenapa? Pokoknya besok malam harus sudah jadi," kata Xavier yang tak ingin di bantah.
Di tempat lain Xavier palsu atau Elio Lostanzo berjaan tertatih-tatih menelusuri jalan dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Sial, bagaimana bisa si br3ngs3k itu masih hidup? Lalu Amora abgaimana bisa ia tak mengenalku? Benar-benar buruk. Lihat saja, aku pasti datang untuk membalas dendam," Ucap Elio yang menahan sakit hingga berberapa saat sampai di sebuah unit gedung.
Ting Tong
Dengan tidak sabar Elio memencet bel apartemen itu dengan gerakan yang terburu-buru. Maytanya mengawasi keadaan sekitar karena saat ini dia sadar bahwa dirinya aan menjadi burionan dari anak buah Xavier.
__ADS_1
Ceklek
"KENAPA LAMA SEKALI KAU MEMBUKA PINTU SIALA..!" bentak Elio yang langsung mendorong wanita di depannya itu masuk ke dalam apartemen.
"Xavi ada apa denganmu? Kenapa wajahmu menjadi babak belur seperti ini?" tanya wanita itu.
"Berhenti bertanya Cloe..!" bentak Elio dengan amarah yang menggebu-gebu.
Wanita yang di dfatangi oleh Elio adalah Cloe sang tunangannya. Lebih tepatnya bukan tunangannya namun tunangan dari Xavier tapi karena Elio dia menyamar menjadi Xavier maka sekarang menjadi tungan Elio.
Cloe yang mendnegar bentalkan dari Elio hanya bisa duduk di depan pria itu menatap wajah sang pria ayng sudah penuh akan dengan darah.
"Ambilkan aku Es batu dan juga P3k..!" perintah Elio layaknya Bos.
Cloe yang yang mendengar perintah dari elio langsung berdiri walaupun dengan keadaan yang kesal. Cloe segera menuju dapur lalu mengambil es batu setelah itu kembali berbalik ke arah Elio memberikan es batu itu. Setelah memberi es batu Cloe kembali mencari kotak P3K untuk mengobati luka di wajah Elio dan juga luka di tubuh lainnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa wajahmu seperti ini?" Tanya Cloe yang sedang mengobati luka Elio.
"Dia siapa?" Cloe mengernyit bingun karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Elio.
"Xavier, Xavier kembali." kata Elio dengan menahan amarahnya.
Deg
Cloe yang sedang mengobati luka Elio langsung menghentikan gerakankan-nya. Tatapannya jatuh pada Elio yang sedang meringis menahan sakit.
"Xavier kembali? Tapi bukannya waktu itu dia sudah mati? Bahkan kita melihat langsung mobil itu terakar dengan dia yang ada di dalamnya. Bahkan anak buahmu juga menemukan jasadnya walau pun wajahnya hancur tapi lewat tes DNA itu terbukti jika dirinya. Lalu bagaimana bisa dia kembali begitu saja?" Cloe bertanya dengan pertanyaan yanbg ada di kepalanya.
"Aku tidak tahu intinya memang seperti itu, dia benar-benar Xavier yang asli. Jika memang dia yang terbakar di mobil itu, lalu dia juga yang kita kuburkan itu. Maka kenapa bisa dia kembali hidup-hidup terlebih media mengetahui akan hal itu," ujar Elio dengan mata yang menajam.
"Media mengetahui keberanan tentang kamu sebagai Xavier poalsu dan Xavier asli telah kembali begitu?"
__ADS_1
"Iya, aku yakin sebentar lagi pasti berita hal itu akan keluar. Ini benar-benar di luar dugaanku, aku bahkan tak tahu jika kejadia seperti ini akan terjadi,"
"Tapi walau begitu kamu tetap akan menjadi pemimpin perusahaan itu Elio," kata Cloe dengan senyum penuh percaya diri.
"Pemimpin perusahaan? Aku tidak mungkin menjadi pemimpin perusahaan itu lagi," ucap Elio dengan kesal.
"Tentu saja bisa Elio, kamu sudah mengubah kepemilikan nama perusahaan itu kan?"
"Aku tidak melakukan hal itu Cloe..!"
"APA...? APA KAMU GILA? KENAPA KAMU TIDAK MENGUBAH NAMA KEPEMILIKAN PERUSAHAAN ITU? KAMU PUNYA WAKTU YANG BEGITU LAMA KENAPA KAMU TIDAK MELAKUKAN-NYA ELIO...!?" teriak Cloe kesal.
"AKU TIDAK MEMPERKIRAKAN HAL INI AKAN TERJADI CLOE. JIKA AKU TAHU INI AKAN TERJADI AKU AKAN SEGERA MENGGANTI NAMA PERUSAHAAN ITU MENJADI MILIKKU," bentak Elio balik kepada Cloe.
"Bagaimana bisa kamu tidak menggantinya Elio?" geram Cloe terhadap pria di depannya itu.
"Semua ini karena Dante si4lan itu..! Jika saja dia tidak menghalangiku aku pasti sudah merubahnya menjadi namaku,"
"Lalu dimana Dante asisten kepercayaanmu itu?"
"Dimana lagi dia juga adalah penghianat, Dante k3p4r4t itu adalah mata-mata Xavier," kesal Elio.
"What..? Itu artinya mereka sudah lama memantau kamu Elio,"
"Aku tahu, aku tertiupu dengan Dante yang selama ini bekerja dengan baik dan konsisten tidak ada celah yang menunjukan jika dia adalah seorang mata-mata. Aku tak menyangka jika dia tidak berpaling sama sekali dari Xavier," kata Elio dengan dendam yang membara.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungfkin akan diam seperti ini bukan?" Cloe bertanya dnegan panik.
Mana mau wanita itu hidup penuh akan kesengsaraan tanpa adanya uang dan harta yang melimpah.
"Kata siapa..,?
__ADS_1