Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 206


__ADS_3

hena yang menataKini semuanya kini berada di dalam ruang makan dengan Xavier yang duduk jauh dengan Athena. Wanita pujaannya itu kini sedang di monopoli oleh pria paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah Kenzo selaku ayah dari Athena. Xavier bahkan tidak bisa mendekati sang kekasih lantaran Kenzo yang terus memeluk dan melengket pada Athena. Jangankan mendekat melirik saja dia akan langsung di pelototi oleh Kaisar dan Kenzo.


''Makan saja jangan hanya melirik putriku saja,'' ketus Kenzo yang menatap sinis Xavier.


''Dad..!'' panggil Athena yang menatap kesal sang daddy.


''Ada apa Princess?" tanya Kenzo dengan nada lemburt sangat berbalik saat sedang berbicara dengan Xavier barusan.


''Jangan begitu sama Lio, dia itu capek loh Dad,'' gerutu Athena.


''Kau membelanya Princ3ess?"


''Aku tidak membelanya Daddy saja yang lagi sensi kaya orang Pms,'' balas Athena dengan santai.


Kenzo yang mendengar ucapan pedas dari sang putri hanya bisa menghela napas saja. Ingin marah? Mana bisa. Mereka terlalu menyayangi Athena hingga hanya untuk meninggikan suara mereka pada Athena tidak berani.


Sedangkan Xavier hanya bisa menghella dan menarik napas terus menerus. Dirinya sudah sangat gugup sekarang malah di tambah dengan keadaan Kenzo yang sangat posesif lebih dari apa yang di pikirkan Xavier membuat pria itu kalang kabut.


''Babe, aku rasa ini tidak semudah yang kamu pikirkan,'' kata Xavier dalam hati melirik Kenzo yang mengambilkan makanan untuk Athena.


Kenzo yang melihat jika Xavier sedang menatap ke arah Athena langsug melototinya.


''Apa lihat-lihat? Mau aku congkel matanya..!'' ketus Kenzo.


''Dad, jangan begitu..!'' peringat Athena yang menatap tajam Kenzo.


''Maaf Princess. Sudah kamu makan yang banyak biar berisi lagi. Daddy yakin kamu tidak di kasih makan sama si curut itu. Lihat kamu bahkan sudah seperti kambing yang kurus kerempeng,'' kata Kenzo dengan nada yang tidak bersahabat.

__ADS_1


Tak


Alisya yang sudah tidak tahan mendengar mulut lempeng Kenzo langsung mengetok kepala pria itu dengan sendok di tangannya. Sedangkan Kenzo yang ingin marah langsung terhenti saat melihat siapa yang menjadi pelaku yang mengetok kepalanya.


''Eh sayang,'' kenzo hanya bisa cengengesan sendiri saja karena tidak berani melawan Alisya.


''Diam..! Makan makanan kalian. Kau juga,'' kata Alisya yang menunjuk Xavier dengan menggunaan garpunya.


''Jika ada yang berani buka suara ku tusuk lehernya..!''


Kenzo dan Kaisar yang mendengarnya langsung diam dengan menunduk makan makanan mereka dalam diam. Jika sang Ratu sudah membuka suara maka tak ada yag berani lagi membuat masalah atau tak segan-segan di beriui hukuman oleh Alisya.


Xavier yang melihat kepatuhan dan ketidak berdayaan kedua pria di depannya itu hanya karena perintah wanita paruh baya itu langsung tersenyum tipis.


''Jadi ini yang Paman Riko maksud jika sebenarnya yang sulit untuk di hadapi adalah wanita yang melahirkan Athena? Pantas kamu keras kepala dan juga memiliki penderian yang kuat babe. Kedua orang tua mu adalah orang-orang yang hebar mendukungmu dalam keadaan apapun. Aku berharap aku bisa masuk dan bergabung dengan kalian semua nanti,'' batin Xavier dengan penuh harap.


Xavier yang melihat Athena lewat di dekatnya mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Athena. Akan tetapi semua itu hanya angan-angan saja saat tangannya langsung di tepis.


''Jangan pegang-pegang,'' ketus Kaisar yang merangkul sang adik.


Kenzo yang melihat itu langsung tersenyum senang dengan bangga berjalan melewati Xavier yang berwajah masam. Alisya yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala dantersenyum miris. Dia sendiri mengakui bagaimana posesifnya kedua pria itu pada Athena.


''Sabar yah, Kaisar dan Daddy Athena trauma sama apa yang terjadi pada Athena beberapa tahun lalu membuat mereka selalu merasa jika Athena tidak aman,'' kata Alisya yang ada di belakang Xavier.


Xavier yang mendengar akan itu langsung berbalik hingga matanya langsung menatap wanita yang sudah tidak muda lagi sedang berada di belakangnya.


''Setidaknya dia mendapatkan kasih sayang yang utuh, aku juga bahagia,'' kata Xavier dengan senyum kecil di bibirnya.

__ADS_1


''Walau aku akui jika itu cukup menjengkelkan. Namun mau bagaimana lagi. Wanitaku memang memiliki dua singa yang posesif bukan?" kata Xavier dalam hati.


''Ayo kita ke ruang tamu,'' ajak Alisya yang mengajak Xavier ke ryuang tamu.


Xavier yang mendengarnya hanya menganggukan kepalanya saja mengikuti Alisya dari arah belakang. Sampai di ruang tamu Kenzo yang melihat jika Alisya yang berdekatan dengan Xavier langsung keluar tanduk dari kepalanya. Dengan wajah yang memerah Kenzo langsung berdiri menghampiri Alisya lalu langsung memeluknya dengan erat.


''Sayang kamu kenapa bersama dia? Mana kamu dekat-dekat lagi,' ketus Kenzo yang melototi Xavier.


''Ya Tuhan, aku hanya berjalan di belakang calom Mommy mertua saja tapi aku bahkan sudah mau di telan hidup-hidup,'' kata Xavier dalam hati dengan menarik napas dalam-dalam.


''Sudahlah dad, kenapa daddy selalu cemburu. Ingat umur,'' ketus Alisya yang langsung berjalan mendekati Athena yang duduk tenang di kursi.


''Duf=duk kamu..!'' ucap Kenzo dengaj dingin.


''Sejak kapan kamu mengenal putriku?" tanya Kenzo dengan dingin.


''Beberapa bulan lalu,'' jawab Xavier dengan tegas.


Kenzo yang mendengar akan hal itu langsung melirik Kaisar yang masih terdiam dengan wajah datar dan dingin layaknya tembok cina.


''Ini yang kamu bilang mencintai Athena dengan begitu tulus?" kata Kenzo dalam hati yang masih menatap tajam Kaisar.


Sedangkan Kaisar yang melihat tatapan tajam dari sang addy hanya mmebuang muka berura-pura tidak tahu apapun.


''Kapan kamu mencintai anak saya?"


''12 tahun lalu,''

__ADS_1


''APA...?"


__ADS_2