
"Pahlawanku jangan menangis, bukankah kamu sudah berjanji untuk menjadi pahlawanku yang melindungiku? Sekarang aku meminta pahlawanku ini untuk ttidak menangis. Kau tak perlu mencariku karena aku akan muncul sendiri untuk menepati janji yang kita buat 12 tahun yang lalu. Bersabarlah sebentar lagi aku hanya sedang mempersiapkan diri agar bisa sebanding denganmu. Aku mencintaimu calon istriku."
Pria masa depanmuđź’—
DEG
Amora yang membaca tulisan itu langsung bangun menatap ke sekitar mencari anak dan juga pengirim bunga di tangannya.
"Dimana? Kenapa dia tidak muncul di depanku? Kenapa harus seperti kucing-kucingan?" Guman AMora yang berlari kesana mencari sosok yang membuatnya penasaran itu.
"LIO...!" teriak Amora yang memanggil nama itu berharap orang itu keluar.
Sedangkan disisi lain seorang pria yang berada di atas kursi roda menatap Amora dengan sendu. Matanya menatap Amora yang sedang berlarian di taman itu ingin sekali rasanya ia keluar dan memeluk gadis itu. Namun apa daya bahkan dirinya sendiri tidak bisa melihat wajahnya bagaimana bisa ia menunjukan wajah buruk rupa seperti ini di depan wanita yang dia cintai.
"Tak perlu mencariku Athena, aku akan muncul dengan sendirinya di depanmu tapi tidak sekarang. Tunggu aku bisa sebanding denganmu aku akan muncul. Aku merindukanmu pahlawan kecil, tidak di sangkah kamu tumbuh begitu cepat dan menjadi gadis yang sangat cantik dan pemberani. Berikan aku waktu untuk bisa menjadi pria yang kami impikan tampan dan kaya sempurna seperti yang kamu mau," kata Mr X dengan menutup matanya.
Tanpa di ketahui Mr X menjatuhkan air matanya karena terlalu merindukan sosok itu. 8 Tahun ia mencari penolong kecilnya itu baru di tahun ke 8 baru Mr X menemukan keberadaan Athena. Mr X sangat senang karena menemukan keberadaan Athena setelah mencari sekian lama gadis kecil yang memberikannya sebuah janji yang bahkan anak seumuran mereka itu adalah hal konyol dan bodoh. Akan tetapi, Mr X dan Athena telah mengikat dan mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.
Seakan takdir yang terus mempermainkan Mr X saat akan menjemput gadis impiannya sebuah tragedi menimpahnya hingga akhirnya ia jatuh koma selama 5 tahun lamanya.
"Jika di hitung-hitung penantianku bahkan sudah 13 Tahun lamanya," Mr X terkekeh miris bahkan setelah 13 tahun takdir seperti terus mempermainkannya.
"Tara kita pergi,"
Tara yang sedang melamun langsung segera menarik kursi roda sang Mr X namun matanya menatap sesuatu yang basah di bawah mata sang Tuan.
"Air mata?" guman Tara.
Tara ikut tertegun saat melihat jejak air mata di wajah sang Tuan, Selama mengikuti sang Tuan Tara tak pernah melihat sang Tuan menangis atapun tertawa. Jika tertawa mungkin sering namun itu bukan tawa bahagia namun tawa menyeramkan oleh karena itu Tara menganggap jika sang Tuan tidak bisa tertawa ataupun menangis.
Akan tetapi, apa yang dia lihat barusan benar-benar membuat Tara terguncang. Tuannya menangis hanya karena melihat gadis yang bahkan Tara sendiri tidak tahu sejak kapan sang Tuan mengenal gadis itu sendiri.
__ADS_1
Tara mendorong kursi roda Mr X sampai di mobil segera membantu beberapa anggota untuk membukakan pintu.
"Kita kemana Tuan?" tanya Tara yang menjalankan mobilnya.
"Teserah saja, perintahkan anggota di belakang untuk segera menjauh..!"
"Tapi Tuan..,"
"Aku tak suka di bantara, Tara!"
"Baik Tuan," Tara dengan segera menekan earphone di telinganya memerintahkan anggota anak buah mereka untuk menjauh dari jangkauan mobil mereka.
Tara menjalankan mobilnya di jalan yang lumayan yang sepi tiba-tiba saja di depan mereka muncul orang-orang yang memiliki pakaian yang berantakan.
"Tuan di depan ada..,"
"Ada apa?"
"Sepertinya kita di hadang perampok Tuan," kata Tara yang menatap Mr X dari kaca spion.
"Ba..,"
Baru saja Tara akan membuka mulut tiba-tiba saja body mobil mereka langsung di hantam sesuatu.
BRAK
"Tara..!"
"Siap Tuan..!"
Brak
__ADS_1
Tara langsung keluar dari mobil dengan menendang pintu mobil mengakibatkan orang yang berada di samping pintu itu langsung terjungkal ke belakang.
"Pergilah saya tidak ingin membunuh," Tara dengan halus mengusir para preman itu.
"Ck ck sombong sekali, disini yang dalam bahaya itu kamu. Kamu tidak lihat kami berjumlah banyak sedangkan kamu hanya seorang diri saja." Kata ketua premahn itu dengan sombong.
"Dasar keras kepala,"
Tanpa ba-bi-bu Tara menghajar mereka satu persatu hingga orang-orang itu kaget saat melihat kekuatan bertarung Tara yang tidak main-main.
"Kalian cepat bunuh bajiangan itu..!"
"Baik Bos,"
Para perampok itu segera menyerang Tara secara bersamaan membuat Tara di kelilingi oleh para perampok.
Bugh
Brak
Dor
"JATUHKAN SENJATAMU ATAU PRIA CACAT INI AKAN MATI...!"
Deg
Tara yang sedang bertarung langsung menoleh ke arah asal suara dimana sang Tuan Mr X sudah di keluarkan dari dalam mobil.
"Jatuhkan senjatamu atau dia aku bunuh," ancam sang Bos preman yang menyodongkan pisau di arah leher Mr X..
"Kau...
__ADS_1
Bugh
Bruk