
Tak
ARGGHHHHHH
Tanpa rasa ampun Athena mengayunkan Palu itu hingga mengenai pisau yang terancam di tangan Cleo. Akibat hantaman Palu itu maka otomatis kini tangan Cleo telah terpasung di tempat itu. Tak hanya satu kali namun berulang-ulang Athena memukulkan Palu itu pada belati yang di jadikan sebagai paku itu.
"Satu lagi…!" Titah Athena.
Cleo yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya dengan keras.
"Tidak..! Aku mohon maafkan aku," teriak Cleo yang menangis histeris saat Rania menahan tangannya.
"Harusnya dari awal anda sudah melakukan ini Nona, sekarang percuma minta maaf. Nona Athena tidak akan melepaskan mainannya apalagi anda sudah membuat namanya ikut jelek," bisik Rania di telinga Cleo.
Tak
Tak
Tak
"Ku mohon hen.., hentikan hiks," teriak Cleo dengan di iringi tangisan yang kencang.
"Diam..! Dasar berisik..! Keluarkan lidahmu..!" Perintah Athena pada Cleo.
Cleo yang sepertinya paham apa yang akan di lakukan oleh athena langsung menggelengkan kepalanya membuat Athena bertambah kesal bukan main.
"Kau ingin bermain rupanya," sinis Athena yang langsung melepaskan palunya dan berjalan kembali ke arah meja koper senjata tajam kesayangannya.
"Rania buka mulutnya…!" Titah Athena dengan datar.
Cleo yang tak ingin kehilangan lidahnya langsung menutup rapat-rapat mulutnya hingga Rania kesusahan membukanya.
__ADS_1
"Jika cara lembut tidak bisa maka gunakan cara kasar. Kenapa sekarang kau sangat lemah Rania…!" Ucap Athena yang terdengar kesal.
"Maaf nona," Rania langsung meminta maaf sebelum kembali berusaha membuka mulut Cleo.
"Rupanya kau ingin menggunakan cara kasar," geram Rania yang karena cleo tidak mau membuka mulutnya.
Ya iyalah ngakak mau buka, mana ada orang yang mau lidahnya di potong. Emang Rania sama Athena itu udah si ting syukur Authornya juga nggak ikut sinting.
"Buka mulutmu…!" Kata Rania dengan penuh penekanan.
"Hm hm," Cleo menggelengkan kepalanya dengan keras menolak untuk membuka mulutnya.
PLAK
PLAK
Dua tamparan tukar keras melayang di pipi Cleo hingga wanita itu bolak-balik ke samping kiri kanan. Akibat tamparan itu membuat Cleo membuka mulutnya hal itu tak disia-siakan oleh Rania yang langsung membuka kasar mulut Cleo dan menarik lidahnya.
"Hm hm,"
Cleo mengerang kesakitan saat lidahnya terputus dipotong oleh Rania. Akan tetapi saat ia ingin berbicara tidak jelas Apa yang ingin dikatakannya.
"Sudahlah, Mari kita masuk di hidangan pembuka. Sebenarnya aku masih ingin bermain-main akan tetapi pria ku sedang menungguku pulang. Jadi mari kita mulai," kata Athena yang tersenyum miring.
Jleb
Jleb
Srett
Athena seperti sedang menusuk-nusuk daging hingga rasa bersalah sama sekali Athena menusuk-nusuk perut Cleo menggunakan belati kesayangannya. Tak hanya menusuk-nusuk perutnya Athena juga sampai membuat sebuah luka panjang di wajah Cleo membuat wanita itu meraung-meraung.
__ADS_1
Srettt
Athena menyobek mulut Cleo membuat darah tercipta mengenai wajahnya hingga ikut bermandikan darah. Tak hanya wajah Athena juga memutuskan telinga dan mencongkel mata Cleo hingga keluar dari tempatnya.
"Finish, sungguh luar biasa karyawan ini. Sangat cantik dan indah di pandang mata. Bagaimana Rania?" Tanya Aghena yang melemparkan pertanyaan kepada Rania.
Rania yang mendengar pertanyaan dari sang Nona muda langsung menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Karya anda memang yang selalu terbaik Nona," jawab Rania yang membungkukan badannya.
"Itu bukan lagi indah dan cantik fasilitas terlihat mengerikan. Hanya Nona saja yang mengatakan itu indah dan cantik. Lalu aku juga yang ikut-ikutan. Mau di apa daripada nyawa melayang maka ikuti saja kemauan Nona. Syukur disini hanya ada mutan jadi mereka tidak tahu menahan soal karya yang di maksud oleh Nona muda," kata Rania dalam hati yang melirik 4 mutan di dalam ruangan itu.
"Kalian bersihkan ini sampai bersih, ingat pastikan jangan meninggalkan jejak apapun…!" Tekan Athena kepada keempat mutan itu.
"Baik nona," keempat mutan itu langsung membungkukkan badan pada Athena.
"Rania ayo pergi…!" Ajak Athena yang langsung berjalan keluar dari rumah kosong itu.
Rania yang tak ingin di tinggal langsung mengikuti kemana sang nona pergi. Sampai di motor tanpa basa basi athena langsung naik motornya begitu pula Rania yang langsung naik bonceng di belakang Athena.
Athena menjalankan motornya dengan kecepatan yang berada di atas rata-rata. Hingga setelah beberapa menit berkendara di jalan Akhirnya sampai di gerbang belakang Mansion milik Xavier. Tanpa berlama-lama lagi Athena langsung turun dari motor dan masuk ke dalam Mansion lewat gerbang belakang.
Ceklek
Athena masuk ke dalam kamar Xavier dengan cara mengendap agar tidak membangunkan Xavier yang sedang tertidur nyenyak.
Cup
"Maaf aku lama," bisik Athena yang mengecup kening Xavier.
Athena berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat pintu tertutup bersamaan dengan itu pula Xavier membuka matanya.
__ADS_1
"Babe,"