Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 27


__ADS_3

Di dalam ruangan terlihat dua orang pria yang saling duduk berhadapan dan juga  dengan ekspresi sendiri-sendiri di wajah masing-masing.


“Apa kamu masih belum juga mendapatkan informasi tentang Athena?” Kenzo bertanya dengan menatap datar sang putra semata wayangnya itu.


“Aku belum menemukan apapun, dad.” Jawab Kaisar dengan datar namun kepalanya tertunduk.


Sedangkan di tempat lain Xavier masih dengan tenang menunggu Amora sadar.  Pria itu bahkan tak beranjak meninggalkan brankar Amora.


“Amora bangunlah, kenapa kamu sangat lama tertidur?” bisik Xavier yang mengelus wajah Amora yang masih dengan tenang menutup mata.


“Tuan..,”


Xavier yang mendengar suara Dante langsung menatap ke arah asal suara dengan wajah datar dan juga dingin. 


“Katakan!”


“Saya sudah menemukan dalang semua ini bos, dalangnya adalah Tuan A yang merupakan saingan bisnis bos di kita Xx.”  Terang Dante dengan tegas.


“Cih pak tua itu ternyata, apa kamu sudah membereskan sisanya?”


“udah Tuan, hanya tersisa Tuan A yang saya bawa di markas,”


“Bagus, kita kesana sekarang juga!”


Xavier menoleh ke arah Amora menatap dalam wajah damai itu. Wajahnya mendekat dan mengecup pucuk kepala Amora membuat Dante tertegun namun tak bisa berbuat apa-apa.


Xavier berjalan kelur ruangan Amora dengan wajah datar dan dingin. Hawa pria itu seperti ingin mencekik seseorang saja.


“Jaga ruangan ini sampai aku kembali, pastikan kalian tidak mengizinkan siapapun masuk selain Dokter.”


“Baik Bos,” Jawab kedua orang yang sedang berjaga di luar kamar rawat inap dari Amora.


Xavier berjalan dengan langkah lebarnya menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai pada mobil mereka. Jika biasanya Xavier akan duduk di jok belakang maka berbeda dengan sekarang yang langsung duduk di jok depan bagian kemudi. Dante yang melihat itu tak punya pilihan lain selain duduk di jok samping Xavier.


Walaupun Dante berusaha menolak akan terasa percuma jika Xavier dalam keadaan tak terkontrol seperti sekarang.


Xavier menjalankan mobil itu dengan kecepatan di atas rata-rata. Jalanan yang sepi membuat Xavier lebih leluasa menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan.


Brakkk


Xavier bahkan sampai menabrak gerbang markasnya membuat Dante di dalam sana kaget bukan main. Tak hanya itu anggota yang tadinya siap menyerang langsung menggigil ketakutan saat menyadari siapa yang menerobos masuk.

__ADS_1


Xavier segera turun dari mobil dengan membanting pintu mobilnya dengan kuat membuat anggota yang sedang berada di lokasi itu langsung membungkukkan badan mereka walau dalam keadaan ketakutan sekalipun.


“Selamat malam, Bos”


“Selamat malam,  Bos.”


Xavier hanya menulikan telinganya berjalan cepat dengan langkah lebarnya masuk ke dalam markas mereka. Sedangkan Dante pria itu hanya bisa mengikuti sang Bos dari belakang seperti bebek yang mengikuti induknya.


“Dante bawa mainan kesayanganku!” Perintah Xavier yang masih berjalan menuju ruangan penyiksaan.


“Baik, Bos.”


Dante segera berbalik menuju ruangan lain untuk mengambil kesayangan sang Bos. Sedangkan Xavier langsung masuk ke dalam ruangan yang memiliki pintu warna merah gelap.


Sebuah senyum miring tercetak jelas di bibir seksi Xavier saat melihat tahanan yang sedang tertidur dengan tangan dan kaki di ikat. Xavier segera berjalan ke orang itu dengan memakai topeng harimaunya.


Tak


Tak


Tak


Orang yang sedang tak sadarkan diri tu mulai terbangun saat mendengar bunyi langkah kaki. Seakan-akan jika merasakan jika dirinya dalam bahaya. Saat membuka mata pria itu langsung terkejut saat merasakan jika dirinya berada dalam bahaya. Terbukti dengan ruangan asing yang tak di kenalnya itu.


“Sudah bangun?”


Pria itu terperanjat kaget saat mendengar suara rendah namun menyeramkan itu. Dengan gerakan patah-patah Pria tua itu segera menoleh ke arah asal suara.


“Ka….kamu…,”


“Kenapa hm….,? Takurt?”


“Ke…kenapa me…menang…kapku? A…,apa salah…ku? A..aku tidak mencari masalah de…,dengan kamu.” Pria itu bertanya dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


Siapa yang tak mengenal pria bertopeng Harimau di depannya itu? Semua orang juga mengetahui jika orang di depannya ini adalah penguasa dunia bawah.


“Salahmu? Masih bertanya apa salahmu?”  Xavier terkekeh sinis. 


“KAMU MEMBUAT WANITAKU MASUK RUMAH SAKIT SIALAN!”


Bugh

__ADS_1


uhukk uhukk


Xavier langsung melayangkan tendangan super keras di dada pria tua itu hingga pria itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


“Wanita?” beo pria itu dengan dahi yang mengkerut.


Pria itu dengan sekuat tenaga berfikir siapa wanita yang di maksud oleh orang bertopeng di depannya itu. Namun, pria itu tidak menemukan siapapun seorang wanita yang dia celakai masuk ke rumah sakit.


“Tuan, mungkin Tuan salah paham. Saya tidak pernah menyerang wanita Tuan, bagaimana bisa saya membuat wanita Tuan masuk ke dalam rumah sakit jika saya tidak mengetahui wanita Tuan yang seperti apa.”


Brakkk


Xavier lagi lagi melayangkan tendangan pada pria tua itu. Kali ini bukan di dada tapi di kepala pria itu hingga hidung pria tua itu langsung berdarah.


“Tidak mengganggu tapi orang suruhan kamu itu yang membuat Wanita ku masuk rumah sakit.” Bentak Xavier di depan wajah Pria tua itu.


“Tuan,”


“Ah rupanya benda kesayanganku sudah datang.” Smirk Xavier yang berjalan mendekati Dante.


Pria tua itu semakin bergetar ketakutan saat melihat isi yang ada di dalam koper itu. 


“Tuan maaf.., Aaaaaa!”


Ucapan pria itu terganti dengan sebuah teriakan saat sebuat belati menancap di paha kirinya.


Jleb


Jleb


Jleb


Xavier tanpa ampun terus menusuk-nusuk paha dan anggota tubuh yang lain pria itu. Suara teriakan kesakitan dari mulut pria tua itu tak membuat Xavier merasa kasihan ataupun merasa iba.  Xavier bahkan dengan brutalnya menususk-nusuk pria tua itu hingga sekarat karena banyak kehilangan darah.


“Se-sebenarnya kamu si-apa?”


“Karena kamu sudah mau mati baiklah akan aku beri tahu.”


Dengan gerakan pelan Xavier membuka topengnya hingga wajahnya terlihat sempurna. Pria tua itu langsung membulatkan mata saat mengetahui siapa orang bertopeng di depannya itu.


“Ka-kamu…,”

__ADS_1


Slasssssh


__ADS_2