
```````"APA....?" Wajah Rey terlihat pucat pasi dan itu di lihat oleh Mr X.
"Ada apa?" tanya Mr X dengan suara dingin dan datar.
"Anak buah kita yang mengawasi Nona Athena sedang kemari membawa Tara yang tidak sadarkan diri Tuan," kata Rey dengan gugup.
Mr X yang sedang menjalankan caturnya langsung terhenti begitu saja. Kepalanya mendongak menatap ke arah Rey yang sedang menatap ponselnya dengan wajah yang pucat pasi.
"Siapkanlah ruanganmu..! Aku tidak bisa menjamin Tara kembali baik-baik saja," kata Mr X dengan suara dinginnya.
"Baik Tuan," Rey segera bergegas keluar lalu menuju ke ruangan yang biasa di gunakan untuk merawat anggota yang sakit.
"Tuan bilang beliau tidak yakin Tara kembali baik-baik saja jika begitu aku harus menyiapkan segera," guman Rey yang mulai mengecek apa saja yang kurang di dalam ruangan itu. Jika ada yang kurrang maka dia aan berlari ke ruangan lain .
Hingga beberapa menit kemudian terlihat beberapa anggota Mr X yang menggontong seseorang yang bermandikan darah.
"Tara..," Rey yang melihat kondisi dari sang sahabat sampai mematung di tempat depan ruangan perawatan.
__ADS_1
Rey hanya berdiri seperti patung saat Tara lewat di hadapannya. Andaikan saja ia tidak mengenal Tara dengan baik maka dapat di pastikan jika Rey tidak akan mengenal Tara.
"Tuan Rey segera tangani Tuan Tara karena saat ini Tuan Tara sekarat," ucap salah satu orang berdiri di samping Rey.
Rey yang medengarnya langsung tersadar lalu berbalik masuk ke dalam ruangan rawat.
"Segera keluar..!" ucap Rey dengan tegas.
Rey segera memeriksa nadi Tara dan memang seperti apa yang di katakan oleh anggota yang tadi jika saat ini keadaan Tara sekarat.
Walau bukan menggunaan senjata tajam sebagai alat atau benda yang membuat Tara sekarat akan tetapi, pukulan Athena selalu tertujuh pada titik vital dimana semua pukulan yang di arahkan pada Tara memang di sengaja. Jika saja Tara adalah orang biasa maka dapat di pastikan dia akan langsung mati setelah menerima pukulan mematikan dari Athena.
Sedangkan di tempat lain Athena dengan santai mengedarai motornya. Wajahnya terlihat berseri-seri setelah menghajar anak buah Xavier yang membuatnya kesal setengah mati. Athena berhenti di lampu merah hingga tak sengaja matanya menatap memandangan yang menjiikan di depannya itu. Lebih tepatnya berada di dalam mobil hitam yang terparkir di sampingnya itu.
"Dia..., astaga aku benar-benar bersyukur aku tak jatuh dalam perangkapnya jika aku terjatuh maka daddy akan menggantung diriku hidup-hidup saat aku pulang membawa menantu sepertinya," kata Athena dalam hati yang bergidik ngeri.
Athena tak akan pernah bisa membayangkan bagaimana murkanya sang penguasa saat mengetahui jika dirinya pulang membawa menantu yang tak bermoral seperti Xavier.
__ADS_1
Xavier...?
Hal yang di lihat Athena menjijikan adalah pemandangan dimana Xavier yang tengah mencium seorang wanita dengan begitu ganas. Bahkan saking ganasnya atasan wanita itu sudah terbuka membuat Athena mengutuk Xavier.
Namun tiba-tiba saja sebuah senyum aneh muncul di bibir Athena hingga matanya menyipit sebnagai pertanda jika gadis itu tengah tersenyum. Namun sepertinya senyum itu bukan senyuman yang pertanda baik dan itu terjadi. Athena dengan gaya swagnya membuka helmnya hingga rambutnya yang panjang terurai wajahnya yang cantik membuat orang di sekitarnya terpanah.
Tok
Tok
Dengan senyum yang masih mereka di bibirnya Athena mengetok kaca jendela mobil Xavier yang sedang berciuman dengan wanita lain.
Xavier yang mendengar ketukan jendela tentu saja merasa terganggu sehingga melepaskan bibir wanita itu mendongak ke atas menangkap sang penutup kaca mobil. namun matanya langsung membulat sempurna saat melihat Jika ia mengetok kaca jendelanya adalah Athena.
"****..!" guman Arthena dengan seringai yang dingin.
Athena langsung menarik pegal gas motornya tak lupa juga mengangkat tangannya menunjukkan jari tengah ke arah Xavier yang masih terdiam
__ADS_1