
“Ah Babe…,”
Xavier langsung terbangun dengan napas yang memburu dan jangan lupakan keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Xavier menatap ke sampingnya yang masih ada Athena yang masih tertidur lelap tanpa terganggu sedikitpun setelah dirinya yang terbangun tiba-tiba.
“Sial, bagaimana bisa aku bermimpi seperti itu?” umpat Xavier dalam hati yang menyeka keringatnya dengan menggunakan tangannya.
“Dan oh **** Jhon kenapa kau bangun…!” teriak Xavier dalam hati karena melihat inti pusatnya yang berada di pangkal paha kini sudah berdiri tegak dalam mode perang.
“Sialan,” umpat Xavier yang melepaskan dengan pelan tangan Athena dari atas lengannya.
Dengan gerakan halus Xavier perlahan turun dari ranjang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Sampai di kamar mandi Xavier langsung meremas rambutnya dengan kasar. Saat ini dia benar-benar frutasi bukan main. Bagaimana bisa dia bermimpi akan hal panas seperti itu dengan wanita yang dia cintai.
Tak punya pilihan lain Xavier langsung melepaskan semua pakaiannya lalu masuk ke dalam bath up tak lupa mengambil sabun banyak-banyak di tangannya. Hanya ada cara ini yang bisa di lakukan oleh Xavier. Mau tidak mau dia harus mau memakai sabun sebagai alat bantunya untuk menuntaskan hasratnya.
Tidak mungkin bagi Xavier untuk keluar dari kamar lalu membangunkan Athena hanya untuk menuntaskan hasratnya. Xavier tidak sebrengsek itu untuk menjadikan wanita yang dia cintai seperti wanita penghibur.
Xavier lebih memilih untuk menuntaskan hasratnya dengan caranya sendiri walaupun dalam hati dia merasa jijik karena melakukan hal ini tapi lagi lagi dia tak punya pilihan lain. Dia juga tidak mungkin untuk memanggil wanita panggilan bisa-bisa dirinya langsung ditebas kepalanya oleh Athena. Dengan membayangkan Athena seperti apa yang mereka alami dalam mimpi hingga membuat Xavier bisa menuntaskannya.
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian terdengar Xavier mengeluarkan ******* panjang dengan menyebutkan nama Athena.
“Akhirnya,” Xavier mengibas tangannya yang seperti mati rasa karena terus bermain sendiri.
“Aku harap Athena tidak mendengar apa yang aku lakukan ini. Jika mendengarnya ini sangat memalukan,” kata Xavier yang merutuki kebodohannya sendiri.
Setelah menuntaskan hasratnya Xavier langsung berdiri dan keluar dari bathup. Tak lupa juga membuang air yang berada di dalam bathup itu karena akan di gunakan oleh Athena nanti. Xavier segera membersihkan diri dengan menggosok badannya sampai bersih. Setelah selesai baru Xavier keluar dari kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka hingga keluarlah Xavier dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya menutup area terlarang. Di lihatnya Athena yang masih tertidur lelap membuat Xavier mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil. Di lihatnya jam di atas dinding yang sudah menunjukan pukul 9 pagi.
“Babe, Ayo bangun,” bisik Xavier yang mengelus lembut wajah bantal Athena.
Bagi Xavier Athena tidak pernah terlihat jelek baik sedang tidur seperti ini pun Athena tetaplah terlihat cantik dan menggemaskan.
“Babe,” Xavier menggoyangkan pelan lengan Athena hingga sang empuh mulai terusik dan terganggu.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Athena dengan mata yang masih tertutup rapat.
“Bangun ini sudah siang, kamu harus sarapan. Jika sudah sarapan kamu bisa melanjutkan tidur kamu lagi,” ucap Xavier dengan nada lembut.
Athena yang mendengarnya tidak langsung bangun namun justru bertanya, “Ini jam berapa?’ tanya Athena.
“Sudah pukul 09 : 00 Babe,” jawab Xavier dengan membantu Athena bangun.
Hoammmm
“Sudah siang ternyata,” guman Athena yang merenggangkan kedua tangannya hingga terdengar suara seperti retakan tulang.
‘‘Kamu tunggu disini aku akan siapkan air mandi untukmu,” bisik Xavier yang mengecup lembut kening Athena sebelum kembali berjalan menuju kamar mandi.
Athena hanya diam menatap punggung tegap Xavier yang masuk ke dalam kamar mandi. Bersama Xavier Athena benar-benar merasakan yang namanya menjadi ratu di tangan yang tepat.
****
__ADS_1
Hayooo siapa yang mikir jika sudah bela duren?
Kasian deh kena prank🤣🤣