
''Ku peringatkan padamu, menjauh dariku jika tidak akan aku bunuh kamu dengan tanganku sendiri...!'' sentak Xavier dengan menatap tajam wanita di depannya itu dengan niat yang membunuh.
Wanita itu berdiri menatap Xavier dengan pandangan yang sulit di artikan dan juga tatapan penuh amarah. Akan tetapi, bukannya menyerah waita itu justru teresenyum dengan senang.
''Wanita itu hanya menyuruhku untuk menggodanya saja, akan tetapi jika aku sampai bisa tidur dengannya maka dapat di pastikan pria ini akan menikahiku. Karena aku akan memastikan aku akan emngandung anak pria ini. Dengan adanya anak itu maka pria ini akan langsung menjadi milikku. Di lihat dari pakaian yang dia kenakan aku yakin pria ini bukan orang sembarangan.
''Tuan, saya tahu anda saat ini pasti sedang tidak baik-baik saja pasti ada orang yang memberikan sesuatu pada Tuan. Kemarilah Tuan, akan saya puaskan Tuan dengan suka rela. Tak perlu khawatir tubuh saya masih bersih dari jamahan pria lainnya. Saya masih murni Tuan,'' ucap wanita itu dengan nada yang di lembut-lembutkan dan juga nada yang menggoda.
Xavier yang mendengar akan hal itu langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat memepertahankan kesadarannya. Melihat tubuh wanita yang bahkan sudah seperti telanjang membuat Xavier panas dingin. Akan tetapi, memikirkan Athena yang menangis atau bahkan mimpi buruknya akan kehilangan Athena membuat Xavier mempertahankan kesadarannya.
''Masih bisa mengatakan diri anda murni saat anda dengan begitu murahannya menawarkan tubuh anda pada orang asing? Bagiku kau tidak lebih darii seorang pelacur,'' sarkas Xavier yang langsung beranjak pergi.
Srettt
''Tuan mari kita lakukan bersama,'' ucap wanita itu yang langsung memeluk Xavier. Hal yang membuat Xavier murka adalah wanita itu berusaha mencium lehernya membuat amarah Xavier membeludak..
''WANITA SIALAN....!'' teriak Xavier dengan rahang yang mengeras.
''AKU TAHU KAU DI BAYAR OLEH CALON MERTUAKU UNTUK MENGGODAKU TAPI BUKAN BERARTI KAMU BEBAS MELAKUKAN APAPUN YANNG KAU INGINKAN. KAU HANYA WANITA BAYARAN INGAT ITU...!'' bentak Xavier dengan nada yang menggelegar dalam ruangan itu.
''Tuan, anda harus sadar wanita seperti dia tidak pantas mendapatkan cinta Tuan yang begitu besar dan tulus. Jika dia mencintai Tuan harusnya dia ada disini juga membantu anda melewati semua ini. Wanita seperti itu hanyalah wanita yang tak tahu malu yang hanya maunya enak sendiri. Sadar Tuan dia hanya emnginginkan harta Tuan saja,'' teriak wanita itu dengan nada kesal.
__ADS_1
PLAK
PLAK
''WANITA SIALAN BERANINYA KAU MENGHINA WANITAKU MAKA AKAN AKU BERI PELAJARAN KAMU...!'' teriak Xavier yang langsung mendekati wanita itu menarik rambut wanita itu dengan kuat hingga emmbuat sang wanita berteriak kesakitan.
Srekkk
AHHHHH
''Kemari kau,'' Xavier dengan segera menarik kasar rambut wanita itu hingga sampai di depan meja rias dalam kamar itu.
Srekkk
''Ah am...ampun Tuan,'' wanita itu meringis saat Xavier menarik rambutnya.
''Lepas? Akan aku lepaskan setelah aku membuat pelajaran bersamamu,'' sahut Xavier yang langsung mengarahkan wajah wanita itu di cermin.
''Lihat wajah pas-pasan kamu ini, apa kamu kitra wajah seperti kamu ini bisa menandingi wanitaku,'' sentak Xavier yang langsung membenturkan kepala wanita itu pada meja rias.
Bruk
__ADS_1
Bruk
''Am...ampun Tuan...!'' teriak wanita itu yang memekik kesakitan.
''Ampun katamu, bukannya aku sudah memperingati kamu untuk tidak emnggangguku tapi kau masih keras kepala maka terima balasan dariku,'' kata Xavier yang langsung membenturkan kepalanya pada kaca.
AAAAAAA
Wanita itu langsung berteriak kesakitan saat wajahnya di benturkan ke arah kaca membuat kaca itu langsung pecah dan pecahannya melukai wajahnya. Xavier yang melihat itu tersenyum tipis lalu mengambil pecahan kaca di depannya itu.
''Saatnya bermain,'' guman Xavier dengan sebuah smirk dingin di bibirnya.
''Am...ampun Tuan hiks saya mo..nohon ampun. Ja..jangan bunuh sa..saya Tuan hiks,'' Wanita itu haya bisa menangis dengan meratapi nasibnya yang sangat sial karena kini dia dalam bahaya.
Harusnya wanita itu tidak menerima tawaran dari Alisya yang menugaskannya untuk menggoda seorang pria. Jika pun dia terima harusnya dia hanya perlu menjalankan tugasnya tanpa menggoda pria di depannya dengan untuk melakukan hal yang membuatnya sendiri dalam kuburan.
Jleb
Jleb
''AH MATAKU....!"
__ADS_1