Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 43


__ADS_3

`Amora menatap kesal Xavier yang begitu menjengkelkan baginya. Bagaimana tidak Xavier yang dengan seenak jidatnya justru memesan ruang Vip. Amora yang ingin duduk di dekat jendela di ruangan bebas harus terdampar di ruang Vip karena Xavier yang merasa jika dia terganggu. Hingga kini mereka duduk di dalam ruangan Vip dengan Dante yang hanya menjadi seorang patung.


"Dear, aku hanya tidak ingin telinga kamu di isi dengan kotoran yang berterbangan disana," kata Xavier yang mencoba merayu Amora agar tidak kesal lagi.


"Kotoran koyoran mana ada kotoran?" kesal Amora dengan membuang muka.


"Mereka semua membericarakanmu, Dear."


"Itu juga salah kamu, harusnya kamui tidak perlu sampai menggandengku."


"Aku hanya tidak ingin kamu ketinggalan, Dear."


"Cih, kamu pikir bayi yang tidak bisa berjalan?"


Xavier yang mendengar jawaban Amora yang semakin kesal hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Seumur-umur dia tidak pernah menghibur wanita yang sedang merajuk sama sekali. Xavier melirik Dante saat akan membuka mulut tiba-tiba pintu di ketuk.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk!"


"Syukur mereka datang di waktu yang tepat jika tidak maka aku pasti akan kena imbas dari kekesalan sang bos." Batin Dante yang merasa tenang karena kedatangan beberapa pelayan yang membawa makanan bisa membuat dirinya terhindar dari petaka.


"Silahkan di nikmati Tuan-Tuan dan Nona," ubcap sang Pelayan yang sebelum keluar dari ruangan itu.


Amora yang sedang kesal langsung menghantam memakan apapun yang ada di depannya tanpa memperdulikan jika itu milik siapa. Bahkan gadis itu sama sekali tidak malu makan dengan lahap dan tidak ada anggun-anggunntya di depan kedua pria yang menjadi pria nomor satu di Negara itu. Hingga beberapa menit bnerlalu semua makanan yang berada di atas meja telah ludes semua.


Ngeeeeh


Di sisi lain Dante hanya bisa melongo melihat Amora yang menghabiskan berbagai menu makanan di atas meja itu. Bahkan dia dan avier hanya mampu makan 1 menu makanan saja. Sisanya semua di habiskan oleh Amora.


"Kamu sudah kenyang? Tanya Xavier yang menatap Amora dengan lembut.


"Cih," Amora hanya membuang muka dengan kesal.


"Baiklah, kedepannya aku akan menurut dengan apa yang kamu inginkan. Jangan marah lagi oke? Aku tidak akan memaksa kehendak aku lagi, aku berjanji." Xavier duduk di bawah Amora mengelus pipi dari wanita itu.

__ADS_1


"Baiklah,"


Xavier yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amora langsung tersenyum cerah sebelum mengecup kening Amora.


"Ih..., lihat masih ada Dante."


"Dia patung, Dear." Balas Xavier yang menatap sinis Dante.


"Yah aku memang selalu menjadi patung di saat anda menjadi budak cinta." kata Dante dalam hati.


"Tuan waktu makan siang sebentar lagi berakhir." Ucap Dante yang mengingatkan Xavier jika waktu istrahat sudah mau habis.


"Sudah ayo balik ke kantor," Amora langsung berdiri dari lalu berjalan keluar dari ruangan Vip itu.


Xavier yang masih ingin berduaan dengan Amora hanya bisa membuang napas kasar. Mata Xavier melirik tajam ke arah Dante yang hanya diam.


Glek


Dante yang merasa punggungnya dingin langsung melirik ke arah Xavier. Hingga matanya matanya langsung melotot saat menyadari jika sang Bos sedang menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


"Mampus aku,"


__ADS_2