Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 114


__ADS_3

"Dasar pria peka..! Aku ingin pria seperti daddy yang selalu romantis kepada Mommy tapi apa yang aku dapat? Bahkan pria cengen itu dengan tidak tahu malunya mengungkap perasaannya saat habis berperang. Apa otaknya miring atau memang otaknya masih belum sadar dari komamnya," gerutu Athena yang berada di atas motornya.


Athena tidak tahu saja jika dulu juga daddy-Nya Kenzo bahkan menyatakan perasaannya kepada sang mommy dengan begitu gampang tanpa ada kata-kata romantis apalagi suasanan yang romantis.


Gadis kecil itu hanya mendengus kesal lantaran merasa kesal dengan Xavier yang mengungkap perasaannya dengan begitu gamblang. Padahal Athena telah memimpikan jika Xavier akan mengungkap perasaannya di atas kapal pesiar dengan suasanan yang sangat romantis.


"Cih berhenti bermim[pi Athena pria itu mana bisa bersikap romantis? Benar-benar buruk," umpat Athena yang turun dari motornya karena sudah sampai di rumah sewanya.


"Queen,"


"Oh kalian, A01 segera cari keberadaan si Xavier palsu itu oh salah Elio. Namanya Elio cara pria itu dan pantau dia. Sedangkan kamu A03 segera tetap awasi wanita yang bernama Cloe itu laporkan apapun ayng di lakukan wnita itu," perintah Athena kepada kedua mutan ciptaannya.


"Baik Queen akan segera kami lakukan," sahut kedua mutan itu lalu segera pergi.


"Dan amu masakan makanan kesukaan ku sekarang juga..!" titah Athena pada mutan di depannya yang langsung di angguki oleh mutan A02 itu.


"Baik Queen," sahut mutan A02.


Sedangkan di tempat lain seperti biasa Xavier sedang mancak-mancak di dalam ruangannya di temani dengan 4 orang anakj buah kepercayaannya. Keempat orang itu adalah mereka,


Dante Cirilio orang kepercayaan Xavier bagian markas di dunia bawah yang menyamar menjadi orang kepercayaan Elio Lostanza demi memata-,atai pria itu.


Roynad Fabrizo Ilmuwan gila yang sering menciptakan penemuan baru baik berua racun atau pun berupa obat. Roy adalah orang kepercayaan Xavier demi untuk menjaga agar markas tetap aman dia rela berkorban dengan berpura-pura berpihak pada Elio.


Reynad Fabrizo saudara kembar Roy berperan sebagai Dokter pribadi milik Xavier sekaligus juga seorang ilmuwan.

__ADS_1


Tara Gavino di kenal dengan tangan kematian karena selalu membunuh musuhnya dengan satu kali tembakan. Tara berperan sebagai penembak jitu milik Xavier dia selalu membunuh lawannya dengan sekali tembakan tak takut pada siapapun selain Xavier. Namun setelah bertarung dengan Athena sepertinya Athena ajkan menjadi orang yang paling di takuti Tara.


"Menurut kalian kenapa dia menolakku?" tanya Xavier setelah terdiam cukup lama.


Ke empat orang di depan Xavier itu saling melirik satu sama lain dengan dahi yang mengkerut dalam. Mereka pikir sang Tuan akan membahas lain terlebih dahulu bukan masalah Athena.


Namun karena sang Tuan bertanya maka mereka wajib membalasnya yang tak punya pilihan lain selain menjawabnya.


EHEM


Semuanya langsung menoleh ke arah Tara menatap pria itu dengan tatapan penasaran.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku tahu aku tampan tapi jangan sampai kalian jatuh cinta padaku juga bukan?" ucap Tara dengan menaik turunkan alisnya.


"Sialan,,!" umpat Xavier.


Empat bantal sofa melayang dan menghantam wajah Tara membuat pria itu langsung oleng. Walaupun lemparan itu tidaklah keras tapi tetap saja terasa kebas di wajah Tara terlebih lemparan itu lebih dari 1 kali.


"Kaian membuatku mati ha...?" kesal Tara yang menatap mereka dengan tajam.


"Ada baiknya jika kau memang langsung mati, harusnya Nona Athena memukulmu sampai mati bukan malah membuatmu koma," sindir Rey yang menatap sinis Tara.


"Koma? Nona Athena? Apa maksudnya Rey?" tanya Roy dengan penasaran.


"Apalagi? Pria ini si Tangan kematian kita ini bahkan di buat koma oleh Nona Athena dengan tulang rusuk bagian kiri retak tangan kanan patah dan kaki kiri patah. Bahkan jika bukan aku yang tangani maka saat ini hamnya batu nisan yang akan kita lihat," sinis Rey.

__ADS_1


Sontak saja Roy dan Dante yang tidaik mengetahui akan hal itu lansgung saja menatap Tara dengan pandangann yang sulit di artikan. Sedangkan Tara yang di tatap seperti itu hanya bisa membuang muka menahan malu. Selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan-nya karena hanya Xavier yang bisa mengalahkannya sedangkan untuk Dante mereka seri.


Namun sekarang bagaimana lagi? Tara bahkan merasa seperti semua orang membuang kotoran di wajahnya. DIa memang malu tapi mau bagaimana lagi dia bukan pengecut yang tidak akan mengakui kekalahannya. Di tambah lawannya adalah Athena maka dia akan langsung diam di tempat.


"Aku memang malu, tapi untuk menantang Nona Athena aku tidaka kan melakukannya. Menantang Nona Athena sama saja menyerahkan nyawa pada Dewi kematian," kata Tara dalam hati memikirkan bagaimana Athena menghajarnya tanpa ampun.


"Kau di kalahkan seorang wanita?" ejek Dante kepada Tara.


"Mau bagaimana lagi?Aku saja di buat koma apalagi kamu pasti kamu akan langsung menemui Raja Yama di neraka nanti," balas Tara dengan santai.


"Sangat menyedihkan Tangan Kematin kita kalah kepada Wanita," balas Dante lagi.


Keempat orang itu tidak ada yang sadar jika pria yang duduk di sofa singleitu kini tengah memerah meamarah karena di cueki.


"Kalian ingin mati rupanya..!" desis Xavier yang menatap keempat pria di depannya dengan bengis.


Glek


Keempatnya baru sadar jika mereka melupakan sang predator yang berada di dalam ruangan itu. Dengan gerakan pelan dan patah-patah mereka menoleh ke arah asal suara.


"Tuan...,"


"Aku bertanya kepada kalian tapi kalian malah mengabaikanku? Apa kalian bosan hidup? Apa mau aku kirim kalian ke afrika semua?" sentak Xavier.


"Ti..,tidak Tuan," gagap mereka berempat.

__ADS_1


"Tuan ku rasa anda harus membuat suasana yang romantis untuk mengungkapkan perasaan anda pada Nona Athena,"


__ADS_2