
Xavier masuk ke dalam mall 99 seperti apa yang di perintahkan oleh Kaisar tadi. Pria itu berlarian kesana kemari mencari Athena. Jika Kaisar mengatakan jika Athena ada di dalam mall itu akan itu pasti benar adanya. Di tambah dia sendiri tadi pagi yang memberikan Blackard pada sang kekasih untuk belanja. Pikiran Xavier sekarang benar-benar kalut san juga takut jika Athsna sampai kenapa-napa.
Memikirkan ancaman Kaisar yang ingin menjemput Athena tidak terlalu seram baginya. Namun, dunianya akan serasa runtuh jika wanitanya itu terluka lagi.
"Babe kamu dimana? Kh mohon jangan terluka lagi. Kenapa jika selalu bersamaku kau selalu saja dalam masalah," batin Xavier yang menatap ke sekitar.
Mata Xavier langsung berhenti di salah satu keramaian yang dimana terlihat sedang mengerubungi sesuatu. Hingga suara yang sangat dia kenali masuk di pendengarannya.
"DASAR WANITA SIALAN…!"
Mendengar suara itu Xavier langsung berlari secepat mungkin menerobos masuk dalam kerumunan itu.
Bruk
"ATHENA…!"
Xavier mengerahkan rahangnya melihat wanitanya di dorong oleh wanita asing yang tak ia kenali. Tanpa basa basi Xavier langsung berjalan mendekati wanita itu.
PLAK
PLAK
Dua tamparan melayang di masing-masing wajah wanita itu membuatnya kembali tersungkur dengan luka sobek di sudut bibirnya karena tamparan Xavier.
"Babe, are you oke?" Xavier membantu Athena bangun.
Matanya langsung memerah saat melihat siku Athena memerah karena menahan bobot tubuhnya membuat sikunya memar.
"SIAPA KAMU YANG SUDAH BERANINYA MENYENTUH WANITAKU..! WANITA XAVIER ACHELLIO ARGANTARA…!" Teriak Xavier yang menggila.
__ADS_1
Jedar
Semua orang langsung kaget mendengar ucapan lantang Xavier. Terlebih saat mengetahui jika wanita yang di dorong tadi adalah kekasih dari seorang Argantara.
"Xavier…! Berani sekali kau memperlakukan istri daddy seperti itu," sentak Dario.
Adriana yang mendengar ucapan Dario langsung tersentak. Adriana tadi ya tidak ingin statusnya di ketahui oleh Xavier karena dia juga memiliki niat untuk menggait Xavier. Akan tetapi jika sudah seperti ini maka tidak mau doa harus menerima statusnya yang sebagai ibu tiri dari pria yang menjadi targetnya.
"Sial, tua bangka ini kenapa langsung buka-bukaan? Jika seperti ini harapanku untuk menggait Xavier lebih sulit lagi. Jika aku tahu tua bangka ini memiliki anak setempat dan sekarang Xavier aku pasti tidaka akn sudi menikah dengannya," kata Adriana dalam hati yang berdecak kesal.
"Oh jadi wanita ini p3l4curmu?" Sarkasme Xavier dengan suara kencang.
Adriana yang mendengar akan hal itu langsung melototkan matanya. Kenapa Xavier mengatasinya sebagai p3l4cur, terlebih dengan suara kencang. Semua orang kini semakin menatapnya dengan hina dan juga rendah membuat Adriana ingin sekali menghilang dari situasi ini.
"Dia istriku bukan p3l4cur Xavier, dia ibumu…!" Teriak Dario yang tidak terima Adriana di katakan sebagai p3l4cur.
"Ibuku..? Apa anda tidak bisa melihat jika dia lebih baik menjadi anakmu daripada menjadi istriku? Usianya bahkan lebih mudah dariku. Harusnya dia menjadi adikku bukan Mommy ku. Sayangnya wanita-wanita seperti mereka hanyalah butuh belaian dan juga kekuasaan semata. Bahkan tanpa malu menjalankan tubuh mereka ke beberapa bahkan puluhan pria hidung bilang di luar sana. Anda tidak mendapatkan keperawanannya bukan? Mungkin bukan puluhan tapi ratusan pria hidung belang yang sudah menjamah dan memasuki tubuhnya. Harusnya anda saat ini mulai sadar setiap wanita yang mendekati anda bukan karena cinta tapi karena anda beruang," sarkas Xavier menatap nyalang pria paruh baya di depannya itu.
Pria paruh baya itu tertegun mendengar malam panjang dan juga menusuk Xavier. Dirinya memang tidak mendapatkan kepegawaian dari Adriana wanita yang menjadi istrinya sekarang ini. Bukankah wanita itu juga beberapa tahun lalu seorang g wanita panggilan yang dia sering panggil untuk memuaskannya. Hingga setelah beberapa bulan menjadi partai Dario memutuskan untuk menikahi Adriana walau hanya secara sirik.
Kenapa secara sirik? Apa karena permintaan Adriana? Jawabannya Ya dan tidak.
Ya Adriana memang mengatakan ingin menikah sirik saja dengan Dario.
Tidak, karena sebenarnya Dario sudah menikah beberapa kali namun hanya secarasiri karena dia hanya memiliki satu istri sah yaitu wanita yang melahirkan Xavier. Walau sering menikah tak pernah sekalipun Dario menikahi mereka secara sah karena istri sah nya cuma satu.
Adriana yang melihat keterdiaman Dario langsung gelagapan sendiri. Dia belum saatnya di tendang untuk pergi dari hidup suami tuanya itu. Saat ini belum ada apa-apa yang dia terima dari Dario. Walau sering memberikannya perhiasan mewah Adriana tetap ingin yang lain seperti aset. Namun, Dario tidak pernah memberikannya sama sekali. Dario selalu mengatakan jika harta dalam bentuk benda itu adalah milik seseorang yang memang sudah memiliki hak akan hal itu. Oleh karena itu Adriana hanya menerima uang bulanan yang fantasis tanpa adanya aset berharga miliknya. Bahkan untuk mobil saja itu bukan atas namanya.
Tak ingin di tendang dari kehidupan mewahnya Adriana langsung mendekati Dario. Persetan dengan urat malu, saat ini dia harus menyelamatkan ATM berjalannya. Jika tidak ada Dario maka dia akan hidup di jalanan lagi. Menjadi wanita panggilan atau menjadi wanita miskin. Memikirkan semua itu tentu saja Adriana ingin menangis. Dia tidak mau kembali lagi di dunia malam itu.
__ADS_1
"Dad, bukankah itu masa lalu? Aku juga tidak ingin tapi keadaan yang memaksakan," ucap Adriana dengan wajah sedih.
Dario yang melihat itu langsung lulus seketika, Adriana benar itu hanya masa lalu tidak ada yang mau menjalani hidup seperti itu. Namun, keadaan yang sulit membuat mereka harus seperti itu.
Xavier yang melihat Dario begitu cepatnya lulus hanya tersenyum remeh dan sinis.
"Kalian benar-benar menjijikan..! Aku sangat menyesal kenapa harus memiliki pria sepertimu untuk di panggil Daddy," kata Xavier dengan sinis.
"Pria ini adalah daddy mu Xavier, darahmu tidaka kan bisa kau bersihkan dari darahku," balas Dario menatap datar Xavier.
"Bagiku kau tetaplah seorang pembunuh..! Karena mu wanita yang sangat aku cintai harus mati karena melihat keberatan yang biasa itu,"
Dario yang mendengar akan hal itu langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Matanya menatap Xavier yang menatapnya penuh akan kebencian dan dendam yang membara.
"Jangan terlalu mencintai seorang wanita karena wanita itu belum tentu tulus padamu. Seperti yang kamu katakan padaku, wanita hanya mengejar tahta dan kekuasaan,"
"Harusnya kau berkaca pak tua, lihat wanita yang berdiri di sampingmu itu. Dia tulus atau tidak? Wanita ku tentu saja tulus," kata Xavier dengan menggenggam tangan Athena lembut.
"Apa yang menjamin? Dia hanya mau hartamu saja,"
"Jadi ingin menyombongkan diri?" Athena tiba-tiba membuka suara membuat kedua pria itu menoleh ke arahnya.
"Bukannya kamu sama saja seperti wanita pada umumnya yang haus akan tahta?"
"Setidaknya aku tidak haus belaian seperti dia," balas Athena dengan santai tak lupa memberikan senyuman manis ke arah pria paruh baya yang dia tahu ternyata ayah kandung dari Xavier.
"Cih mengaku saja kau, aku yakin kau bahkan hanya mengincar harta Xavier saja," kata Adriana dengan sinis.
"Harta Xavier…? Jangan bercanda tante. Bahkan hanya dengan menjual saham 5% dari KEANO GROUP kekayaan Xavier sudah akh lampau,"
__ADS_1
Glek