
"Kamu tidak mengundang tapi aku yang mengundang...!"
Deg
Semua orang langsung membalik badan mereka menatap siapa pemilik suara berat dan seksi itu. Mata mereka semakin melebar saat melihat siapa pria yang berajalan di depan mereka itu terlebih Xavier yang sudah membulatkan mata lengkap dengan wajah pucat pasinya.
"Ti... Tidak mungkin... Ba...,bagaimana bisa dia muncul seperti ini,"
Tak ada yang bisa di lakukan oleh Xavier saat ini saat melihat orang di depannya itu berjalan dengan tegak dan memasang wajah datar. Pria yang ia anggap sudah mati 5 tahun justru kembali lagi dengan selamat bagaimana dirinya tidak syok akan hal itu.
"Hhehe saatnya bermain dengan enak," batin Dante yang berada di bawah panggung.
"Kita bertemu lagi adikku tersayang..!" sarkasme Mr X yang menatap dingin ke arah Xavietr.
"Ba..bagaimana bisa...? Ka..., kamu selamat?" Xavier dengan terbata-bata berucap menunjuk tak percaya pada Mr X.
"Bagaimana apanya? Kaget karena aku masih hidup setelah insiden kecelakaan yang kamu rencanakan ha..?" ucap Mr X dengan suara lantang.
Sontak ucapan lantang dari Mr X membuat para wartawan dan semua orang bisa mendengarnya terpanandan terbelalak tak percaya mendengar apa ayng di katakan oleh orang yang mempunyai rupa seperti Xavier Achillio Argantara.
"Eh apa dia Tuan Xavier yang asli?"
"Iya kenapa pria itu mengatakan rencana pembunuhan apakah ini ada hubungannya dengan kecelakaan 5 tahun yang lalu?"
"Di antara mereka siapa kira-kira yang menjadi Tuan Xavier yang asli?"
"AKu jadi menebak jika pria yang memakai pakaian jaz hitam itu adalah Tuan Xavier yang asli,"
"Lalu siapa pria yang kita panggil Tuan Xavier selama ini?"
"Kalian tidak dengar jika pria itu memanggil Tuan Xavier sebagai adik,"
"Apa mereka saudara kembar?"
Suara bisik-bisik dari para wartawan dan juga para karyawan di dalam gedung itu mulai terdengar nyaring dan panas di telinga Xavier. Sedangkan Mr X yang mendengar bisikan itu hanya tersenyum senang.
"Sial, kenapa manusia ini bisa selamat dari kecelakaan itu? Kami bahkan sudah menjadi saksi dirinya di makamkan!" kata XXavier dalam hati dengan amarah yang mmeledak-ledak.
__ADS_1
"Gimana rasanya hidup mewah dengan merebut milik orang lain?" sarkasme Mr X dengan dingin.
"K..kau..,"
"Bukankah nyaman dengan terus menikmati milikku hingga tak memikirkan aku hidup dengan menderita di luar sana..!" sinis Mr X yang semakin memojokkan Xavier palsu.
"Hanya seorang anak tiri pun berani merebut milikku..!"
"CUKUP XAVIER...! WALAU BAGAIMANAPUN AKU JUGA PUNYA HAK DI PERUSAHAAN INI..!" teriak Xvier palsu yang tak bisa menahan amarahnya lagi.
"Punya hak? Hak apa?"
"CIH BERHENTI BERPURA-PURA XAVIER BODOH..! SEMUA ORANG JUGA TAHU BAGAIMANA BRENGSEKNYA TUAN DARIO ARGANTARA. AKU JUGA PUTRANYA JADI...,"
"Kamu hanya anak haram Elio Lostanza, hanya anak haram bukan anak sah," potong Xavier.
Disini Mr X jadi Xavier dan Xavier palsu jadi panggilan Elio ya
"Anak haram...?"
"Astaga sudah anak haram tidak sadar diri pula,"
"Namanya anak haram ya seperti itu ibunya saja merebut kebahagiaan orang lain apalagi anaknya. Pati rebut milik orang lain bahkan tak sungkan membunuh,"
"Cih kehadirannya saja sudah salah,"
"Apa maksudmu ha..? Aku bukan anak haram..!
"Apa ayahku menikahi ibumu? Ayahku memang brengsek tapi ibumu yang lebih dulu menaiki ranjang ayahku jika kamu tidak lupa kenyataan itu,"
"Kau..,"
"Kau hanya anak dari kesalahan karena ibumu yang menjebak ayahku,"
"DIAM...! APAPUN ALASANNYA, APAPUN SEBABNYA AKU TETAP PUNYA HAK AKAN PERUSAHAAN INI..!"
"Jika ingin protes maka proteslah pada pria yang kau katakan ayah itu," balas Xavier yang sepertinya tidak memberi ampun pada Elio.
__ADS_1
Elio yang mendnegar nada ejekan dan arogant dari pria di depannya itu hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat. Darahnya mendidih saat melihat wajah arogant penuh kemenangan Xavier.
"Aku tak perlu bertanya pada pria tua itu karena di saat aku berhasil membunuhmu maka di saat itu pula aku bisa menguasai semuanya...!" teriak Elio yang mengeluarkan pistol di sakunya.
Dor
Dor
Dor
Tembakan itu mengarah pada Xavier yang dengan gesit di hindari oleh Xavier. Tiba-tiba saja para orang berseragam hitam muncul di dalam gedung itu.
Para wartawan dan juga pekerja biasa di perusahaan itu dengan gerakan cepat segera bersembunyi dengan cepat. Mereka tentu tak ingin mati konyol hanya karena ingin mengetahui kebenaran itu.
Orang-orang mulai berpencar ada yang keluar ada pula yang mencari persembunyian menghindari hujaman peluru. Bersamaan dengan itu Athena baru sampai di gedung itu namun Athena hanya melihat orang-orang yang berhamburan tanpa arah dan juga suara tembakan di dalam gedung itu.
"Eh apa aku terlambat?" guman Athena yang melepaskan helm di kepalanya.
Athena menatap orang-orang yang berlarian di depannya sebelum menekan earphone di telinganya yang entah tersambung dengan siapa.
"A01 apa sudah membebaskan A03?" ucap Athena dengan suara yang pelan.
"Sudah Queen, saya sudah berada di posisi saya," jawab orang di sebrang sana yang emmiliki panggilan A01.
"A02 bagaimana dengan posisi mu?"
"Ready Queen,
"A03 bagaimna kondisi di dalam?"
"Kacau Queen kedua belah pihak saling beradu kekuatan namun sejauh ini Tuan Xavier palsu atau Tuan Elio terlihat terdesak. Tuan Xavier sepertinya mendominasi pertarungan," terang orang yang berada di dalam gedung itu.
"Baiklah bersiap di posisi, aku akan masuk..!"
"Siap Queen,"
"Saatnya aku masuk, Lio kamu tidak akan lepas kali ini. Lihat saja aku benar-benar akan menghajarmu sampai mampus,"
__ADS_1