Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 92 Flashback 2


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat tak terasa Athena dan Lio sudah 10 hari berada di tempat itu. Mereka di perlakukan dengan baik tidak seperti penculik lainnya. Mereka di perlakukan seperti pada umumnya di beri makanan yang sehat dan banyak begitu pula dengan minuman.


"Kalian jaga mereka berdua, hari ini Bos besar akan datang. Kita akan mendapat bayaran yang tinggi karena memberikan barang bagus seperti mereka. Jika perlu suruh mereka mandi dengan bersih ini pakaian yang akan mereka kenakan." Pria botak segera memberikan 2 kotak kepada pria gindrong yang ternyata kotak itu pakaian yang dikenakan untuk Athena dan Lio.


"Kalian cepat mandi jika tidak ingin di hukum..!" perintah si gondrong yang langsung memberikan pakaian baru untuk Lio dan Athena.


Lio dan Athena hanya diam menerima pemberian pria gondrong itu lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Kamar mandi?


Yah para penculik itu mengurung Athena bersama Lio di dalam kamar mewah namun di depan pintu kamar iru ada sebuah besi yang menghalangi Athena dan Lio keluar.


"Athena ini bagaimana? Bos besar sudah datang apa kita akan bergerak sekarang tapi jumlah mereka sangat banyak sedangkan kita hanya berdua saja," kata Lio yang sedikit ragu.


"Kita tetap akan bergerak hari ini," kata Athena yang mulai membuka pakaiannya hingga hanya menyisakan pakaian dalam saja.


Mereka mandi dalam satu kamar tapi ada tirai sebagai penengah ya. Jadi mereka tidak saling melihat satu sama lain.


"Tapi..,"


"Dengar Lio jika kita diam itu sama saja menyerahkan nyawa kita sendiri tahu..! Kamu tahu perjualan anak seperti ini banyak kemungkinan yang terjadi salah satunya adalah kita akan di jual pada orang yang membutuhkan anak jika nasib baik maka kita hanya akan di jual seperti itu. Tapi jika nasib kita jelek kita akan di jadikan alat percobaan atau lebih buruknya organ kita di ambil satu persatu lalu di jual dan kita akan mati dengan perlahan-lahan. Sekarang aku tanya apa kamu mau mati seperti itu? Jika itu aku maka aku akan lebih baik mati dengan terus melawan karena aku mati terhormat tidak hanya menunggu malaikat maut menjemput nyawaku."


Lio yang mendengar apa yang dikatakan oleh Athena langsung terdiam kaku. Dirinya membayangkan jika organ-organ dalam tubuhnya di ambil satu persatu memikirkan itu emmbuat Lio kecil menjadi bergetar ketakutan.


"Kenapa diam? Takut lagi? Berhentui menjadi penakut Lio kau harus menjadi seekor Singa yang akan menerkam siapa saja musuhnya. Daddy dan mommy ku selalu mengajariku untuk menjadi anak yang pemberani bukan anak penakut,"


'Athena benar, aku hanya anak penakut abgaimana bisa aku kalah dengan seorang anak perempuan? Tidak aku harus berani aku tidak mau mati konyol seperti apa yang Athena katakan.' kata Lio dalam hati yang mengepalkan tangannya memperkuat tekadnya untuk melawan orang-orang itu.


"A..,aku tidak takut lagi," kata Lio dengan gugup.


"Kamu harus menjadi pemberani, berani seperti seekor Singa yang menjadi Raja hutan." Kata Athena.


Selesaimandi mereka akhirnya memakai pakaian yang di berikan oleh pria gondrong itu. Setelah keluar dari kamar mandi mereka langsung di tangkap dan di bawah di hadapan pria yang mereka panggil Bos besar.


"Ini mereka Bos,"


"Hm mereka cukup menarik ambil uangnya, kalian bawah mereka ke mobil." perintah Bos besar kepada anak buahnya.


Athena dan Lio langsung di bawah anak buah bos besar itu keluar dari gedung itu. Sampai di luar Athena baru menyadari jika ternyata mereka ada di dalam hutan. Tanpa mereka ketahui Athena mengambil senjata orang-orang itu dengan lihai lalu menyembunyikannya di balik bajunya.


"Ada untungnya mereka membelikan aku pakaian yang seperti ini bukan dress jadi aku lebih leluasa bergerak,' guman Athena yang melirik Lio di sampingnya.


BRUK


"LARI...!"

__ADS_1


Lio yang mendengar teriakan Athena langsung menggigit tangan pria yang memegangnya lalu mereka berlari masuk ke dalam hutan.


"Gawat mereka melarikan diri cepat lapor pada si Bos," teriak seorang anak buah dari si bOs besart yang masih terbaring di tanah karena Athena memukul senjatanya yang nomor satu.


Senjata Nomor satu maksudnya senjata yang berfada di pangkal paha ya jadi ngerti lah senjata apa yang di maksuid.


"BOS GAWAT BOS..!" teriak anak buah si Bos besar.


"Ada apa?" tanya si Bos besar dengan dingin.


"Kedua anak itu lari ke dalam hutan Bos,"


"APA...? DASAR BODOH CEPAT KEJAR MEREKA..! KALIAN JUGA KEJHAR SANA JIKA TIDAK AKU AKAN MENGAMBIL KEMBALI UANGKU..!"


"BAIK BOS...,"


Akhinya semua anak buah dari Si Bos besar segera keluar dan berpencar mencari keberadaan Athena dan Lio. Di sisi lain Lio dan Athena berlari kencang menuju kedalaman hutan.


Hosh


"Mau kemana kalian he..?" seseorang menghadang langkah Lio dan Athena.


"Athena ini bagaimana?" Lio menatap Athena dengan takut.


"Ambil ini, tembak siapa saja yang mendekati kamu." Athena memberikan sebuah pistolkepada Lio.


"Aku tidak terlalu lancar memainkan pistol aku lebih mahir menggunakan belati tapi sekarang aku tak punya itu. Jadi, sekarang hanya bisa mengandalkan tangan kosong." Kata Athena dengan tenang.


"Anak kecil letakan benda itu, itu sangat berbahaya." kata si gondrong.


"Akan lebih berbahaya lagi jika kami sampai mengikuti kalian." Kata Athena yang langsung menerjang orang di depannya itu.


Bugh


"Sialan..! Beraninya kamu memukulku..?" bentak si Gondrong yang dapat merasakan sesuatu mengalir di hidungnya.


"Gondrong hidungmu berdarah," kata temannya yang lain.


"J4l4ng kecil kamu benar-benar akan aku beri pelajaran,"


Ketiga orang itu langsung menyerang Athena kecil sedangkan satu orangnya menghadapi Lio yang dengan gemetar memegang pistol pemberian Athena.


"Anak kecil letakan benda itu atau aku akan melukaimu." kata si botak yang memegang pisau di tangannya.


"Belati? Athena mahir belati aku harus mendapatkannya untuk bisa membantu Athena." guman Lio yang melirik Athena yang sedang bertarung dengan ketiga orang penculik itu.

__ADS_1


DOR


"LIO...!"


Athena yang sedang bertarung langsung menghentikan pertarungannya saat mendengar suara tembakan.


"Maaf tapi aku hanya mengambilkan kamu ini," Lio segera memberiukan belati yang dia ambil dfari orang itu kepada Athena.


"Ah ini sangat membantu akhirnya aku tak perlu mengeluarkan tenagaku dengan keras," kata Atjhena yang langsung memainkan belati di tangannya.


"Anak ini...," orang-orang itu saling melirik satu sama lain sebelum menyerang Athena kecil.


Bugh


Sret


Jleb


Tubuhnya yang kecil membuat Athena lebih leluasa menyerang dan mengelak serangan lawan hingga beberapa saat kemudia ketiga orang itu langsung tewas di tempat dan di tangan Athena.


"Itu...,"


"Jangan takut bodoh, ayo kita harus pergi..!" Athena menarik tangan kiri Lio membawanya berlari lagi.


"Athena tunggu, aku tak sanggup lagi aku lelah." kata Lio yang tak sanggup lagi berlari.


Athena yang mendengarnya lalu berhenti mencari tempat persembunyian yang aman.


"Kita istrahat disini dulu," kata Athena lalu mereka masuk di sebuah pohon yang dimana akarnya panjang membentuk sebuah lubang hingga Athena dan Lio sembunyi disitu.


"Athena kenapa kamu sangat mudah membuynuh? Kamu tidak takut darah?" tanya Lio dengan penasaran.


"Mau ku beri satu rahasia?" tanya Athena balik kepada Lio.


Lio yang mendengarnya dengan segera menganggukan kepalanya pertanda mau.


"Mendekatlah,"


"Keluargaku adalah keluarga Mafia," bisik Athena di telinga Lio.


Lio yang mendengarnya langsung kaget dan meringgut menjauh dari Athena. Walaupun Lio masihkecil namun dia sudah mengetahui apa itu Mafia karena dia sering melihat itu di Tv. Athena yang melihat itu tentu saja merasa lucu.


"Tak perlu takut aku tidak akan membunuhmu, aku akan menjadi pahlawanmu." kata Athena yang tersenyum manis.


"Lalu apa bayaran yang kamu inginkan?"

__ADS_1


"Dirimu dan nyawamu..!"


__ADS_2