
“Da…darah?” guman Cleo yang berbalik belakang.
Prang…
AAAAAAAAA`
Cleo terperanjat kaget saat mendengar suara kaca jendela yang di pecahkan lagi. Kepalanya menoleh ke arah tiang yang berada di belakangnya. Matanya langsung membulat sempurna saat melihat lubang kecil di tembok itu.
PRANG…
AAAAAAA
“Siapa yang melakukan ini?” guman Cleo yang sudah ketakutan.
Dengan tubuh yang gemetar Cleo keluar ke ruangan tengah langsung membulatkan mata saat melihat kaca jendela yang pada pecah.
“A…apa ini kenapa seperti ini?” Cleo yang sudah ketakutan langsung berlari masuk ke dalam kamarnya. Namun baru saja masuk tiba-tiba saja kaca jendelanya pecah.
Prang…
“AAA SIAPA KAMU? KENAPA MENERORKU? KELUAR KAU SIALAN…!” teriak Cleo yang menatap ke sekeliling tapi tidak ada balasan.
Sedangkan di gedung lain Athena tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik Cleo lewat tropongnya.
“Hahaha wajahnya sangat lucu. Hanya dengan modal seperti ini berani mengusikku? Benar-benar harus ku akui kau cukup berani sayangnya kau salah memilih lawan,” guman Athena yang lagi lagi melepaskan tembakan dari senjatanya.
“Nona dia sudah menangis ketakutan,” terdengar suara Rania yang melapor pada AThena.
“Bergerak sekarang…!” titah Athena yang langsung merapikan peralatannya.
“Baik Nona,”
Setelah merapikan peralatannya Athena langsung bergegas pergi sebelum semuanya ketahuan. Sebenarnya walau ketahuan juga tidak masalah bagi Athena.
Sedangkan di tempat lain Xavier sudah sampai di mension mewah miliknya yang sudah di tinggali oleh Athena wanita pujaan hatinya. Tanpa basa basi lagi Xavier langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam mension sembari memanggil nama sang kekasih.
"ATHENA…..!"
__ADS_1
Xavier berteriak memanggil-manggil nama Athena namun sang punya nama tidak menyebut sama sekali. Dengan rasa gelisah di salam dada Xavier langsung berlari menaiki tangga menuju lantai dua.
Brak
Xavier menendang pintu kamarnya hingga terbuka lebar. Pria itu masuk ke dalam kamar dengan napas yang ngos-ngosan. Matanya langsung memindahkan setiap sudut kamarnya mencari keberadaan sang wanita namun tidak menemukannya. Xavier langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi lalu ke walk in close tapi hasilnya tetap sama Athena tidak ada di dalam kamar itu.
"Babe kamu dimana? Apa kamu pergi meninggalkanmu? Babe…!"
Xavier terjatuh di lantai kamarnya dengan air mata yang menetes dari mata indahnya. Xavier tidak menduga jika Cleo akan seberat ini menggunakan media sosial untuk menyerang Athena hingga memisahkan mereka berdua.
"Wanita sialan…! Ini semua gara-gara dia. Lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu," kaya Xavier dengan. Amarah yang meluap-luap.
Dengan langkah gontai Xavier kembali bangun melirik potret besar Athena yang berada di dinding kamarnya.
"Aku akan membuktikannya jika aku tidak akan menikah dengan siapapun selain kamu Babe," kata Xavier yang langsung keluar dari kamarnya.
Xavier menuruni tangga dengan wajah memerah menahan amarah yang meledak-ledak.
"Tuan," Dante membungkukkan badannya pada Xavier yang baru saja turun di lantai dua.
"Tidak Tuan, namun saya menemukan wanita yang menjadi pengawal pribadi Nona Athena yang berada di kamarnya," jawab Dante dengan tegas.
Xavier yang mendengarnya itu langsung mengerahkan rahangnya. Barusan saja ia melangkah untuk menemui pengawal itu tiba-tiba saja Eka muncul sendiri.
"Tuan maafkan saya…,"
Plak
Suara tamparan menggema di dalam mension mewah itu. Bahkan saking kerasnya Eka sampai tersungkur di lantai dengan bibir yang sobek dan berdarah.
"APA YANG KAU KERJAKAN SELAMA INI HA….? AKU MENYURUHMU UNTUK MENJAGA ATHENA BUKAN MALAH ENAK-ENAK TIDUR…!" Xavier berteriak nyaring di depan Eka.
Rahangnya mengeras dengan urat-urat otot terlihat di lehernya. Tentu saja jika sudah seperti itu tidak akan ada lagi yang berani bernegosiasi dengan sang Tuan.
"Maaf Tuan saya tahu bersama Nona hanya saja tiba-tiba pengawal pribadi Nona Athena datang membiarkan sesuatu pada Nona Athena. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi," terang Eka dengan gugup.
"Aku tidak peduli dan tidak mau tahu. Kamu sudah gagal menjalankan misi maka kamu tidak berguna lagi," ucap Xavier yang manggung mengeluarkan pistolnya yang langsung menodongkan ke kening Eka.
__ADS_1
"LIO….!"
Xavier yang mendengar suara yang sangat di kenalnya langsung menatap ke asal suara. Matanya langsung memerah saat melihat wanita yang dia cintai berada di depan sana. Dengan gerakan cepat Xavier langsung melepaskan pistolnya dan berlari menerjang Athena dengan pelukan erat.
Grup
"Babe jangan pergi…! Aku tidak akan menikah dengan siapapun. Aku hanya akan menikah denganmu saja aku janji. Jika kamu pergi meninggalkanmu aku kamu bunuh saja aku lebih dulu. Aku tidak akn hidup tanpa kamu. Aku tidak bisa Athena," kata Xavier dengan nada bergetar.
Athena yang mendengarnya sampai tertegun terlebih saat merasakan jika lehernya basah dan badan xavier yang bergetar.
"Ada apa? Kenapa menangis?" Tanya Athena lembut.
"Kau pergi meninggalkanmu," kata Xavier dengan suara pelan.
"Hey aku tidak melakukan itu..! Siapa yang akan meninggalkanmu?" Kata Athena yang melepaskan pelukan xavier hingga kini ia bisa melihat jika pria itu benar-benar menangis karenanya.
"Kenapa menangis? Lihat, aku masih disini bukan? Berarti aku tidak pergi meninggalkanmu bukan?" Kata Athena dengan mengangkat wajah Xavier yang terus menunduk.
"Lalu kamu tadi kemana?" Tanya Xavier dengan menatap Athena penuh cinta.
"Aku? Tentu saja pergi shopping," jawab Athena dengan santai.
"Kenapa pengawal Eka kau buat pingsan?"
Glek
Athena lupa jika Xavier todaka kan mudah terkekeh dan tertipu olehnya.
"Aku tidak suka pengawal banyak lagi pula ada Rania,"
Xavier yang mendengarnya tidak langsung percaya melainkan menatap Athena dengan penuh curiga.
"Kau tidak berbohong kan Babe?"
"Tentu saja, aku tidak akan meninggalkanmu," kata athena dengan lembut tak lupa juga tersenyum manis.
"Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu karena yang meninggalkanmu bukan aku tapi setiap wanita yang menginginkanmu akan langsung menghadapi aku," lanjut athena di dalam hati.
__ADS_1