
“Nona,” Rania datang menghadang Athena yang ingin keluar.
‘‘Siapa di depan? Kenapa sangat berisik sekali? Mereka mengganggu telingaku menonton film itu,” kesal Athena yang menunjuk TV.
“Di luar tidak ada siapa-siapa Nona,” kata Rania dengan lancar namun tangannya sudah mendingin.
‘Lalu kenapa Eka belum kembali juga?” tanya Athena dengan nada dingin.
Glek
Rania yang mendengar nada dingin dan datar Athena langsung menelan ludah.
“Eka siapa? Apa wanita tadi itu,?” tanya Rania dalam hati karena dia memang tidak ada di mension selama seminggu jadi dia tidak tahu jika wanita yang dia tanya tadi adalah Eka. Rania hanya tahu jika ada beberapa pelayan wanita yang di simpan di mension itu untuk menjaga Athena.
“Dia masih ada di luar Nona sedang berbicara dengan tukang kebun,” kata Rania dengan menelan ludah.
“Kamu pikir aku tuli Rania? Teriakan mereka sampai terdengar disini,” kesal Athena yang langsung berjalan keluar dari ruang itu.
“Nona,”
‘‘Diamlah Rania…! Aku ingin lihat apa yang membuat mereka berteriak hingga membuat kupingku sakit,” ketus Athena yang berjalan pergi.
“Astaga apa yang harus aku lakukan?” guman Rania yang menggigit jari.
Tak ingin membuat sang Nona Muda terluka membuat Rania langsung berbalik mengejar Athena.
‘‘Eka ada apa? Kenapa sangat berisik? Suara kalian membuat kupingku sakit tahu…!” ketus Athena yang menatap Eka lalu menatap orang-orang di depannya itu.
__ADS_1
Matanya menyipit saat melihat banyaknya orang di depan mension itu. Namun saat melihat siapa dua orang yang berdiri paling depan itu Athena langsung menyunggingkan senyum miring.
“Eh pembunuh, apa yang kau lakukan disini hm? Ingin membunuhku lagi?” tanya Athena dengan sinis yang langsung berdiri di depan Cleo.
Cleo yang mendengar pertanyaan menohok dari Athena tentu saja merasa kaget dan panik secara bersamaan. Bagaimana bisa AThena dengan gamblang mengatakan hal seperti itu. Di tambah selama ini ia selalu di kenal dengan wanita yang berhati lembut bisa rusak citranya jika kebenaran tentang itu terbongkar.
“Apa maksud Nona dengan menuduh putri saya sebagai pembunuh?” sentak Adrian yang menatap tajam wajah Athena.
Namun saat Athena berbalik hingga bisa melihat secara keseluruhan wajah Athena membuat Adrian langsung pucat pasi.
“Kamu…,”
“Saya tidak menuduh Tuan Adrian yang terhormat tapi saya berbicara pada kenyataannya. Bukan begitu Nona Cleo?” Athena tersenyum manis ke arah Cleo.
Cleo yang paham dengan arti senyuman Manis dari Athena hanya bisa mengepalkan Tangannya dengan kuat. Saat ini dirinya benar-benar mati kutu karena semakin Dia berbicara maka akan semakin pula Athena membeberkan semua rahasianya. Tak punya pilihan lain Cleo hanya bisa membalas senyum Athena walaupun dengan senyum keterpaksaan.
“Kau siapa?” tanya pria paruh baya yang menatap Athena dari ujung kepala sampai ujung kaki.
‘‘Aku Athena kekasih Xavier,” jawab Athena jujur.
Mario yang mendengar pengakuan wanita cantik di depannya itu langsung membulatkan mata.
“Kau kekasih Xavier?” tanya Mario dengan tidak yakin.
“Iya, aku kekasih sekaligus calon istrinya,” jelas Athena dengan penuh penekanan setiap katanya.
Kali ini ucapan Athena tidak hanya membuat Mario kaget namun semua orang juga ikut kaget. Terutama pria yang baru saja turun dari mobil. Pria itu mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Athena.
__ADS_1
Tangan Mario terulur untuk menyentuh tangan Athena namun langsung terhenti saat mendengar suara keras penuh kemarahan dari arah belakang.
“JAUHKAN TANGAN KOTORMU DARI WANITAKU…!” teriak Xavier dari arah belakang.
Xavier berlari hingga di depan thena tanpa peduli banyak orang pria itu langsung memeluk Athena dengan erat.
“Babe, maaf aku terlambat,” bisik Xavier yang memeluk erat Athena.
Bahkan irama jantung berdebar Xavier sampai terdengar nyaring di telinga Athena dan dia juga bisa merasakannya di dadanya ikut naik turun karena jantung Xavier berdebar kencang.
Setelah memeluknya beberapa saat merasa dia telah tenang Xavier melepaskan pelan pelukannya lalu menatap wajah Athena yang berada di depan wajahnya. Sedangkan AThena yang melihat wajah babak belur Xavier langsung membulatkan mata. Tangannya terulur dengan mengelus wajah Xavier.
“Siapa membuatmu seperti ini? Kenapa wajahmu seperti pantat babi begini?” tanya Athena dengan menatap iba wajah tampan Xavier langsung hilang berganti wajah yang sudah seperti pantat babi.
Sedangkan Xavier yang mendengar pertanyaan Athena tidak tahu harus senang atau menangis.
“Lio jawab sia…,”
Cup
Ucapan Athena tidak lagi berlanjut saat merasakan benda kenyal menutup mulutnya dengan lembut.
“Xavier…!”
Xavier yang sedang menikmati buah cery kesukaannya langsung menggeram marah saat suara itu mengganggunya. Dengan tidak ikhlas Xavier melepas dengan lembut benda kenyal dan lembut itu dari bibirnya.
“Untuk apa anda kemari Tuan Mario?” tanya Xavier yang berbalik menatap Mario dengan tajam.
__ADS_1
“AKU DADDY MU XAVIER…!”