
''Jangan menangis babe, itu menyakitiku,'' bisik Xavier dengan menangkup wajah Athena.
''Kamu terluka,'' kata Athena dengan suara lirih.
''Tak apa, yang penting aku sudah jujur. Aku tidak ingin memulainya dengan masih ada rahasia babe. Aku juga masih hdiupkan?"
Kenzo yang mendnegarnya tertegun di tempat menatap tangannya yang berlumuran darah dari darah Xavier. Lalu matanya melirik Xavier dengan nanar. Dia tidak ingin menghajar Xavier seperti itu namun amarahnya yang meledak-ledak membuat dia lupa akan semuanya.
''Makanya jangan gegabah dad, bagaimana pun juga Xavier hanya berusaha jujur,'' bisik Alisya di telinga Kenzo.
Alisya yang melihat wajah Xavier yang sudah tidak terbentuk lagi langsungĀ memberikan perintah pada Kisar untuk memanggil dokter.
''Kaisar panggil dokter kemari..!'' perintah Alisya dengan datar.
''Baik Mom,''
Dengan sigapnya Kaisar langsung menghubungi dokter untuk menuju ke kediaman mereka. Mna berani dia menentang perintah dari yang mulia Ratu itu.
__ADS_1
''Athena, bawah Xavier ke kamar tamu,'' kata Alisya pada sang putri.
''Baik mom,'' dengan segera Athena memapah Xavier menuju kamar tamu yang di maksud oleh sang Mommy.
''Ayo aku antar ke kamar untuk istirahat dulu,'' kata Athena yang langsung membawa Xavier pergi.
Kini di ruang tanu ityu hanya tinggal Kenzo Alisya dan juga Kaisar yang asih terdiam kaku. Alisya melirik Kenzo yang sepertinya merasa bersalkah akan hal itu.
''Aku hampir membunuhnya,'' guman Kenzo dengan pelan.
Alisya yang mengerti akan apa yang di pikirkan sang suami langsung menemuk bahu Kenzo dengan lembut.
''Sa...sayang bagaimana jika princess marah lagi? Bagaimana jika Princes tidak memaafkan aku? Kau lihat tadi, diia..., dia menatapku dengan tatapan yang kecewa. A..aku harus bagaimana? Aku tidak mau Athena marah lagi padaku,'' kata Kenzo dengan nada bergetar.
Alisya yang melihat Kenzo seperti itu langsung memeluknya hingga di detik berikutnya Alisya merasakan jika bahunya basah. Walau Kenzo diam Alisya tahu pasti pria paruh baya itu merasa takut. Jika sudah menyangkut Athgena maka Kenzo akan seperti orang yang lemah karena merasa akan di tinggalkan oleh Athena.
''Semua akan baik-baik saja Dad. Jangan menangis, aku tahu Athena tidak akan merah apalagi membenci kamu. Kamu kan Daddy kesayangannya,'' hibur Alisya yang meepuk-nepuk bahu sang suami.
__ADS_1
'Kaisar yang melihat sang daddy yang sepertinya benar-benar ketakutan hanya bisa menghela napas saja. Inilah daddynya yang sebenarnya, di luar dia di kenal dengan pria yang tak tersentuhh. Namun jika sudah berada di dalam rumah maka dia akan berubah menjadi pria yang hangat pada keluarganya.
''Dad, tenang saja Athena tidak akan marah sama daddy. Athena sudah dewasa pasti dia juga mengerti akan kemarahan daddy. Athena tidak akan pergu lagi meninggalkan kita, tidak akan pernah. Aku menjamin akan hal itu,'' kata Kaisar dengan datar.
Kenzo yang mendengarnya hanya menganggukan kepala saja hingga seseorang masuk ke dalam mension itu menggunakan seragam putih alias dokter dengan tergesa-gesa.
''Tuan, dokternya sudah ada,'' lapor salah satu pelayan yang membawa dokter itu.
''Baik mari ikut saja..!'' kata Kaisar yang langsung langsung berjalan menuju kamar tamu di mension itu.
Ceklek
Pintu terbuka hingga Athena yang sedang mengompres wajah Xavier langsung mengalihkan pandangannya pada pintu. Hingga matanya langsung menatap ke arah pria yang baru masuk yang tak lain dan tak bukan adalah saudara kembarnya sendiri. Baru akan membuka mulut tiba-tiba masuk lagi sosok yang mengenakan pakaian dokter. Melihat itu Athena langsung bangun dari duduknya membiarkan dokter itu menjalankan tugasnya.
''Periksa dia, pastikan dia tidak akan mati dalam waktu cepat,'' kata Kaisar dengan pedas.
''Saya tidak akan mati secepat itu Tuan, apalagi saya belum bisa membahagiakan wanita yang saya cintai,'' balas Xavier dengan datar.
__ADS_1