
"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH? APA KAU MAU MELAHIRKAN?" sentak Mr X menatap tajam Rey.
"Saya mengikuti apa yang anda lakukan Tuan, apa anda ingin melahirkan?" tanya Re dengan memasang wajah bodoh.
"Apa kamu bosan hidup? Maka katakan kamu ingin mati dengan berapa peluru," kata Mr X yang mengacungkan pistol ke arah Rey.
Glek
"Sialan, aku lupa Mr X tak bisa di ajak bercanda. Mampus, sekarang apa yang ahrus aku lakukan?" kata Rey di dalam hati sudah ketar-ketir duluan.
"Maaf Tuan," Rey tak memiliki pilihan lain selain meminta maaf.
"Cih sudahlah aku ingin berlatih berjalan agar bisa berjalan dengan cepat,"
Mr X segera berdiri lalu merai tongkatnya yang ada di depannya berbalik pergi meninggalkan Rey di dalam ruangan itu.
Sedangkan di tempat lain aksi kejar-kejaran antara Athena dan Dante masih berlanjut dengan begitu sengit. Berulang kali Athena memakai triknya untuk bisa bebas dari kejaran Dante tapi sepertinya Dante benar-benar tidak mau melepaskannya.
CKITTTTT
Mobil Xavier berputar-putar di depan Athena membuat Athena yang kaget langsung menarik remnya hingga motornya langsung terangkat.
Xavier yang berada di dalam mobil langsung keluar dan berlari ke arajh Athena.
"Saatnya permainan di mulai," guman Athena yang dalam sekejap mata berubah.
"Dear, dengarkan aku dulu kamu salah paham padaku. Aku tak mencintainya tapi dia yang menggodaku lebih dulu Dear," kata Xavier dengan menjelaskan sesuatu hal yang sangat jelas itu adalah kebohongan.
Athena yang mendnegarnya hanya terdiam dengan ekspresi wajah sedih dan juga murung membuat Xavier menarik rambutnya dengan kasar. Sungguh demi apapun Xavier tidak ingin melihat wajah seperti ini di Amora.
"Amora aku mencintaimu aku tak mencintai siapapun selain dirimu. Mereka hanya wanita yang haus akan belaian dan juga uang mereka memeras uangku. Aku tak akan mungkin mencintai wanita lain selain dirimu," ungkap Xavier dengan nada yang begitu serius.
__ADS_1
Athena yang mendengar itu dalam sekejap mata langsung mendongak menatap Xavier yang sedang menatapnya.
"Kau tidak berbohong? Aku melihatmu berciuman dengannya," kata Athena dengan sedih.
"Aku tak akan berbohong Dear, aku hanya khilaf dan mencari pelampiasan karena aku tak ingin merusakmu," ucap Xavier dengan lembut mengelus wajah lembut Athena.
"Oh Dear, kamu begitu sempurna seperti boneka aku tak akan pernah melepaskanmu. Tak akan ada yang boleh memilikimu selain aku Amora tidak ada yang boleh," desis Xavier dalam hati yang menatap wajah cantik Amora dengan perasaan yang penuh akan obsesi.
Jika dulu Xavier menatap wajah Athena dengan penuh cinta maka berbeda dengan sekarang yang justru menatap Athena dengan pandangan yangpenuh nafsu dan juga obsesi yang besar. Mungkin benar apa kata orang jangan terlalu mencintai karena akan ketika ada cinta maka ada pula nafsu dan obsesi.
Kini Xavier tidak mencintai Athena seperti dulu melainkan Xavier terlihat sangat terobsesi pada Athena.
"Sekarang kamu ingin kemana?" Xavier bertanya dengan lembut.
"Aku ingin pulang," jawab Athena dengan senyum manisnya.
"Amora tersenyum padaku? Ah aku yakin dia sudah mencintaiku. Siapa yang akan menolak pesona dari seorang Xavier pria yang paling tampan dan juga yang paling kaya di Negara ini," kata Xavier dalam hati dengan senyum penuh kemenangan.
"Tapi aku bersamanya,"
"Aku bisa menurunkannya disini," sahut Xavier dengan kejam.
"APA-APAAN KAMU XAVI? KAMU INGIN MENURUNKAN AKU DISINI? APA KAMU GILA HA...? DIA HANYA SEORANG J4L4NGMU SEDANGKAN AKU ADALAH TUNANGANMU..!" bentak wanita itu dengan amarah ayng meluap-luap.
Hiks hiks hiks
Xavier yang mendengar suara tangisan langsung berbalik menatap asal suara. Mata Xavier langsung membualat sempurna saat menyadari jika Athena menangis.
"Wanita si4lan...!" teriak Xavier yang langsung memberikan tamparan keras di pipi wanita itu.
PLAKKK
__ADS_1
"BERANINYA KAMU MEMBUAT WANITAKU MENANGIS HE..?"
"Xa...,Xavi ka..kamu menamparku ahnya karena wanita j4l4ng ini?" teriak wanita itu lagi.
Plak
Plak
Dua buah tamparan mendarat sempurna di wajah cantik gadis itu bahkan bibirnya sampai sobek akibat dari kerasnya tamparan ayng di berikan oleh Xavier.
"Jangan pernah berani menghina apalagi mengatai wanitaku hanya dengan sebutan kotor itu. J4l4ng..? Bukankah kamu sendiri adalah wanita yang seperti itu?" sinis Xavier yang menatap wanita di depannya dengan penuh penghinaan.
"Xavier aku tunanganmu jika kamu lupa..!" bentak wanita itu.
"Aku tahu, akan tetapi kamu bukan tunangan yang aku inginkan. Jadi kamu sekarang menjadi tunangan yang tak di inginkan,"sarkasme Xavier.
Wanita di depannya itu tentu saja merasa geram dengan apa yang dilakukan oleh Xavier padanya. Bagaimana bisa pria itu pergi meninggalkannya begitu saja setelah apa yang dia berikan untuknya.
"Xavi jangan macam-macam kamu, jika kamu meninggalkanku amka aku akan membongkar rahasia kamu di depan publik. Ingat Xavi aku memegang kartu...,"
Srett
Xavier langsung mencekram rahang wanita itu membuat sang wanita tak bisa berbicara lagi. Xavier menatap wanita di depannya dengan pandangan tajam dan menusuk.
"Aduh ini juga laki napa harus di cegah sih, aku jadi rahasia apa yang mereka sembunyikan. Jangan-jangan ini ada hubungannya denga...,"
"Ingat baik-baik bicara sekata saja lagi, maka aku tak segan-segan membunuhmu disini Cloe. Kamu harustahu aku tak akan pernah ragu untuk melubangi kepalamu," desis Xavier dengan suara rendah menahan amarah.
"Ji...jika begi..tu ka..kamu harus meninggalkan wanita i...itu Xavi. Ka..kamu harus kembali pada...ku," kata Wanita itu terbata-bata menahan sakit.
"Kamu tak punya hak untuk mengaturku sialan," bentak Xavier.
__ADS_1